29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Kesalahan dalam Shalat: Tidak Melihat ke Tempat Sujud

Kesalahan dalam Shalat: Tidak Melihat ke Tempat Sujud

Fiqhislam.com - Posisi berdiri yang benar ketika seseorang melakukan shalat adalah melihat ke tempat sujud. Melihat ke tempat sujud bisa membuat shalat menjadi khusyuk.

Melihat ke tempat sujud adalah sunnah dalam shalat. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah, "Rasulullah masuk Ka'bah untuk mengerjakan shalat dalam keadaan pandangan beliau tidak meninggalkan tempat sujudnya (terus mengarah ke tempat sujud) sampai beliau keluar dari Ka'bah." (HR Al Hakim dan Al Baihaqi).

Dalam hadits lain disebutkan, "Melihat sesuatu tidak masalah di dalam shalat, akan tetapi yang lebih baik adalah mengarahkan pandangan ke tempat sujud." Imam Al Baihaqi dalam kitab Assunan al-Kubra mengatakan khusyuk itu tempatnya ada di dalam hati dan khusyuk juga berarti Anda melunakkan pundak Anda ketika shalat dan tidak menengok ke arah lain. Dalam Kitab Shahih Muslim juga diterangkan khusyuk berarti merendahkan diri, tunduk, dan menjaga pandangan serta menghadirkan rasa takut.

Budiman Mustofa dalam bukunya Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Shalat menyebutkan nilai-nilai khusus semacam Inilah yang harus kita perhatikan. Jika seseorang hanya sekadar melihat ke kanan ke kiri dalam shalat karena ada sesuatu, maka itu tidak membatalkan shalat.

Tapi kalau sudah menengok dan menggerakkan leher menuju arah tertentu sehingga posisi leher berubah, maka hal itu harus dijauhi. Untuk mengendalikan penglihatan kita saat shalat sangat disarankan agar kita konsentrasi dengan melihat ke tempat sujud.

Ada keterangan tambahan dari sebagian ulama, bahwa jika pandangan orang shalat diarahkan ke tempat sujud maka membutuhkan posisi tunduk. Hal ini akan mengganggu posisi berdiri. Sebagian mereka juga berpendapat arah pandangan ketika shalat adalah diarahkan ke dada.

Menurut Syuraih Al Qadhi, ketika orang yang shalat sedang dalam posisi berdiri, arah pandangannya adalah tempat sujud. Ini sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini perlu dilakukan agar terasa tenang dan mengarah pada kekhusyukan.

Sedangkan saat posisi ruku maka pandangannya diarahkan ke kedua belah kaki. Ketika sedang sujud pandangannya diarahkan ke batang hidung. Adapun ketika sedang duduk, arah pandangannya adalah tembok di depannya. [yy/republika]