fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

10 Hadits tentang Kesehatan dan Kebersihan

10 Hadits tentang Kesehatan dan KebersihanFiqhislam.com - Kesehatan dan kebersihan merupakan hal yang mendapat perhatian besar dari agama Islam. Islam juga mewajibkan membersihkan diri sendiri sebagai persiapan sebelum melaksanakan shalat.

Merawat kebersihan tidak hanya dianggap sebagai kebiasaan yang baik, tetapi juga diterjemahkan sebagai ritual yang menjadi bagian dari keyakinan itu sendiri. Seorang Muslim diharuskan dalam keadaan bersih ketika melakukan shalat, mencakup pembersihan diri dengan benar setelah menggunakan toilet dan wudhu.

Mandi wajib harus dilakukan pasangan usai melakukan hubungan badan. Selain itu, Islam juga mendorong umatnya untuk membersihkan gigi.

Islam peduli dengan kesejahteraan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Seorang mukmin yang kuat dan sehat lebih baik dalam pandangan Allah daripada yang lemah, karena kesehatan lebih memenuhi syarat untuk menjalankan tujuan Islam dan melayani umat manusia.



Beberapa hadits di bawah ini mengungkapkan sejauh mana Islam berhati-hati bahkan untuk detail kebersihan pribadi. Salah satunya menekankn kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Berikut 10 hadits mengenai kebersihan dilansir di About Islam.

1. Abu Malik Al-Ash`ari ra melaporkan Rasulullah SAW mengatakan, "Kebersihan adalah sebagian dari iman."

2. Perihal pentingnya menyikat gigi, Aisyah RA melaporkan Nabi SAW pernah bersabda, "Siwak (ranting yang digunakan untuk menyikat gigi) membersihkan dan menyucikan mulut serta menyenangkan Tuhan". (An-Nasa'i dan Ibn Khuzaimah; disahkan oleh Al-Albani)

3. Abu Hurairah RA juga melaporkan Rasulullah SAW juga pernah berkata, "Seandainya aku tidak ingin terlalu membebani pengikutku, aku akan memerintahkan mereka menggunakan siwak setiap sebelum melakukan ibadah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

4. Menjaga kebersihan pribadi adalah sifat alami manusia. Abu Hurairah menyebut Nabi SAW pernah bersabda, "Fitrah itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak". (HR Al-Bukhari dan Muslim)

5. Ada beragam ritual membersihkan diri pada hari terbaik umat Islam, Jumat. Abu Dharr RA mendengar Nabi SAW bersabda, "Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jumat dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan shalat Jumat) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan shalat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jumat ini dengan Jumat lainnya." (Ibn Majah dan disahkan oleh Al-Albani)

6. Mu'adh menyebut Nabi Muhammad SAW juga menaruh perhatian pada kebersihan lingkungan. Dalam salah satu hadits disebutkan, Nabi bersabda, "Waspadalah terhadap tiga tindakan yang menyebabkan Anda dikutuk, buang air di tempat teduh atau yang digunakan orang berteduh, di jalan setapak, dan di air tenang". (Al-Albani)

7. Abu Dharr Al-Ghafari RA juga mendengar seputar perhatian Nabi kepada lingkungan. Salah satunya, "Menyingkirkan hal-hal berbahaya dari jalan adalah tindakan amal (sedekah)". (Al-Albani)

8. Untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar, Nabi Muhammad SAW tidak segan-segan menganjurkan umat-Nya menggunakan obat. Usamah bin Sharik RA menceritakan jika ia datang kepada Nabi SAW dan para sahabat yang duduk senyap seolah-olah ada burung di kepala mereka. Ia datang memberi hormat dan duduk.

Tak lama, datang orang-orang Arab gurun dan bertanya kepada Nabi, "Utusan Allah, haruskah kita menggunakan perawatan medis?" Rasulullah SAW pun menjawab, "Manfaatkan perawatan medis, karena Allah tidak membuat penyakit tanpa menunjuk obat untuknya, dengan pengecualian satu penyakit, yaitu usia lanjut". (Abu Dawud dan disahkan oleh Al-Albani)

9. Untuk menjadi kuat dan sehat Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW pernah berkata, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada yang lemah, dan keduanya baik. Teruslah mengejar apa yang menguntungkan bagi kamu, cari bantuan hanya dari Allah, dan jangan menyerah. Jika ada sesuatu keburukan yang menimpa, jangan katakan, 'Kalau saja saya melakukan sebaliknya'. Alih-alih katakan, 'Allah memiliki tekad dan melakukan apa yang Dia kehendaki,' kalimat 'jika' membuka pintu untuk setan". (HR Al-Bukhari)

10. Terakhir, Nabi meminta umatnya tidak makan berlebihan. Makan-makanan secara berlebihan tidak sehat.

Al-Miqdam ra meriwayatkan Nabi SAW bersabda, “Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekadar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga). Jika tidak dapat demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas”. (Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani) [yy/republika]