11 Muharram 1444  |  Selasa 09 Agustus 2022

basmalah.png

Dari Mana Datangnya Air yang Menyebabkan Banjir Nabi Nuh?

Dari Mana Datangnya Air yang Menyebabkan Banjir Nabi Nuh?

Fiqhislam.com - Banjir besar dalam riwayat Nabi Nuh ini tentu bukanlah banjir biasa. Alquran menyatakan gelombang banjir besar itu menggunung dan mampu mengangkat bahtera itu sampai ke puncak Gunung Judi yang tingginya sekitar 2000 meter di atas permukaan laut seperti diabadikan dalam Surat Hud ayat 42.

"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung."

Pertanyaannya dengan bahtera sebesar itu, dari mana air banjir besar itu berasal? Asal air banjir besar Nabi Nuh dapat dicermati dalam dua firman Allah di dalam surat Hud ayat 40 "Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air"

Dalam surat Qamar ayat 11-12, "Lalu Kami bukakan pintu pintu langit dengan menurunkan air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah air-air itu sehingga meluap menimbulkan keadaan bencana yang telah ditetapkan."

Gabungan dua ayat di atas ini menjelaskan bahwa air bah itu berasal dari langit yaitu hujan yang sangat lebat dan deras maupun memancar dari bumi. Pada surat Al Qamar ayat 12 disebutkan bahwa air itu berasal dari pintu-pintu langit yang dibuka oleh Allah.

Setelah membicarakan besarnya bahtera Nabi Nuh Dan asal air banjir maka siapakah penumpang bahtera Nabi Nuh? Surat Hud ayat 40 merupakan jawabannya. Allah berfirman.

"Sehingga apabila perintah Kami datang dan tanur telah memancarkan air
 Kami berfirman. Buatkanlah ke dalamnya kapal itu dari masing-masing hewan dan sepasang jantan dan betina, dan juga keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan buatkanlah pula orang yang beriman ternyata orang-orang beriman yang bersama denganmu hanya sedikit." 

 

Dari Mana Datangnya Air yang Menyebabkan Banjir Nabi Nuh?

Fiqhislam.com - Banjir besar dalam riwayat Nabi Nuh ini tentu bukanlah banjir biasa. Alquran menyatakan gelombang banjir besar itu menggunung dan mampu mengangkat bahtera itu sampai ke puncak Gunung Judi yang tingginya sekitar 2000 meter di atas permukaan laut seperti diabadikan dalam Surat Hud ayat 42.

"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung."

Pertanyaannya dengan bahtera sebesar itu, dari mana air banjir besar itu berasal? Asal air banjir besar Nabi Nuh dapat dicermati dalam dua firman Allah di dalam surat Hud ayat 40 "Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air"

Dalam surat Qamar ayat 11-12, "Lalu Kami bukakan pintu pintu langit dengan menurunkan air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah air-air itu sehingga meluap menimbulkan keadaan bencana yang telah ditetapkan."

Gabungan dua ayat di atas ini menjelaskan bahwa air bah itu berasal dari langit yaitu hujan yang sangat lebat dan deras maupun memancar dari bumi. Pada surat Al Qamar ayat 12 disebutkan bahwa air itu berasal dari pintu-pintu langit yang dibuka oleh Allah.

Setelah membicarakan besarnya bahtera Nabi Nuh Dan asal air banjir maka siapakah penumpang bahtera Nabi Nuh? Surat Hud ayat 40 merupakan jawabannya. Allah berfirman.

"Sehingga apabila perintah Kami datang dan tanur telah memancarkan air
 Kami berfirman. Buatkanlah ke dalamnya kapal itu dari masing-masing hewan dan sepasang jantan dan betina, dan juga keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan buatkanlah pula orang yang beriman ternyata orang-orang beriman yang bersama denganmu hanya sedikit." 

 

Siapa Keluarga Nabi Nuh yang tak Ikut ke Kapal Saat Banjir?

Siapa Keluarga Nabi Nuh yang tak Ikut ke Kapal Saat Banjir?


Fiqhislam.com - Siapakah anggota keluarga Nabi Nuh yang tidak ikut naik kapal ketika banjir? Ada dua orang dari keluarga Nuh yang diinformasikan Alquran tidak ikut masuk bahtera. Pertama adalah putranya yang ingkar terhadap ajakan Nabi Nuh. Surat Hud ayat 42-43 menyampaikan.

"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung dan memanggil anaknya ketika anak itu berada di tempat yang jauh terpencil. " Wahai anakku Naiklah ke kapal bersama kami Dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir." Anaknya menjawab" Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah." Nuh berkata tidak ada yang melindungi dari siksa Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang" dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya maka dia anak itu termasuk orang yang ditenggelamkan,"

Yang kedua yang tidak ikut bersama kapal Nabi Nuh adalah istrinya. Allah Menyebut istrinya Nabi Nuh bersama-sama dengan istri Nabi Luth sebagai istri istri yang kafir terhadap ajakan iman yang disampaikan oleh suami mereka seperti diabadikan surat At-Tahrim ayat 10.

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang saling di antara hamba-hamba kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada dua istri itu masuk lah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka."

 

Seperti Apa Proses Pembuatan Kapal Nabi Nuh?

Seperti Apa Proses Pembuatan Kapal Nabi Nuh?


Fiqhislam.com - Nabi Nuh merupakan nabi ketiga setelah Adam dan Idris. Jika adam kuat melalui cerita peristiwa hukum memakan buah khuldi dan pembunuhan Qabil terhadap Habil. Maka Nabi Nuh kuat ceritanya peristiwa banjir bandang, bahteranya, dan istri serta anaknya yang ingkar.

Alquran Surat Saffat ayat 126 menyebut Nabi Adam, Idris dan Nuh merupakan nenek moyang terdahulu.  Kisah Nabi Nuh secara runtut dapat dicermati dalam Surat Hud ayat 25 sampai 49.

Alquran juga tidak menceritakan secara detil bahtera Nabi Nuh, baik bentuk ukuran, maupun lama pembuatan bahtera itu. Dalam surat Hud ayat 37 Allah berfirman "Buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."

Ayat ini menjelaskan bahwa pembuatan batera itu dilakukan di bawah pengawasan dan petunjuk Allah langsung. Meski ukuran dan bentuk batera itu tidak disebutkan, namun dapat dipastikan bahwa bahtera itu ukurannya besar, sehingga dapat memuat Nabi Nuh, keluarga dan kaumnya yang beriman serta sepasang binatang dari berbagai jenis seperti diabadikan surat Hud ayat 40.

"Hingga apa apabila perintah kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman. Buatkanlah ke dalamnya kapal itu dari masing-masing hewan sepasang jantan dan betina dan juga keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan menguatkan pula orang yang beriman,". Dikisahkan ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.

 

Dimana Gunung Judi Tempat Mendaratnya Kapal Nabi Nuh?

Dimana Gunung Judi Tempat Mendaratnya Kapal Nabi Nuh?


Fiqhislam.com - Nabi Nuh merupakan nabi ketiga yang dipercaya dalam Islam setelah Adam dan Idris. Jika adam kuat melalui cerita peristiwa hukum memakan buah khuldi dan pembunuhan Qabil terhadap Habil. Maka Nabi Nuh kuat ceritanya peristiwa banjir bandang, bahteranya, dan istri serta anaknya yang ingkar.

Alquran Surat Saffat ayat 126 menyebut Nabi Adam, Idris dan Nuh merupakan nenek moyang terdahulu. Di dalam kitab Tafsir Ilmi Mengenal Ayat-Ayat Sains dalam Alquran menyebutkan Alquran tidak secara spesifik menjelaskan letak pemukiman kaum Nabi Nuh.

Namun, beberapa ulama meyakini mereka hidup di kawasan yang saat ini dikenal sebagai Kufah dan Irak. Alquran Surat Hud ayat 44, hanya menyebut lokasi mendaratnya bahtera Nabi Nuh yaitu di Gunung Judi.

"Dan firmankan. "Wahai bumi! telanlah airmu dan wahai langit (hujan) berhentilah" Dan air pun disurutkan dan perintah pun diselesaikan dan kapal itu pun berlabuh di atas gunung Judi dan dikatakan binasalah orang-orang zalim."

Maulana Yusuf Ali dalam Tafsir Alquran menyatakan, bahwa gunung atau bukit Judi berada di suatu wilayah yang meliputi distrik Bohtan di Turki dekat perbatasan negara- negara Turki, Irak dan Suriah sekarang ini. Dataran tinggi dari rangkaian pegunungan ararat yang besar mendominasi wilayah ini. [yy/republika]