<
pustaka.png
basmalah.png

Klaim Bisa Panggil Nabi Saw, Mungkinkah Bertemu Nabi Muhammad Saw Ketika Sadar?

Klaim Bisa Panggil Nabi Saleh, Mungkinkah Bertemu Nabi Muhammad Saw Ketika Sadar?

Fiqhislam.com - Diskursus tentang apakah seorang Muslim bisa bertemu Rasulullah SAW selalu hangat dibahas. Dalam berbagai literatur, banyak ditegaskan bahwa kita, umat Islam bisa bertemu dengan Rasulullah SAW saat bermimpi. Namun, bagaimana dengan melihat Rasulullah SAW dalam kondisi sadar?

Persoalan ini memang memunculkan pro dan kontra dalam kajian fikih klasik. Menurut pandangan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustaz M Zaitun Rasmin, melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar merupakan kebohongan. Bahkan menurut dia, tak ada satu pun orang yang bisa melihat atau memanggil Rasulullah dan malaikat kala sadar.

“Adapun melihat Nabi dalam mimpi itu dimungkinkan tapi tidak boleh diklaim. Sebab tidak ada yang bisa memastikannya kecuali dia sendiri yang melihatnya,” ujar dia ketika dikonfirmasi Republika.co.id.

Terkait hal tersebut, baru-baru ini viral video perempuan yang disebut-sebut mampu mengobati orang kesurupan. Bahkan, perempuan tersebut juga disebut bisa memanggil Rasulullah dan malaikat.

Ketika ditanya hukum pengobatan dari perempuan tersebut, Ustaz Zaitun tidak bisa menggolongkan jenis pengobatan tersebut. Sebab dia mengaku belum mengetahui bagaimana cara yang menggunakannya.

Memang banyak hadits dan cerita yang mengatakan sangat mungkin bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi. Bahkan, hal tersebut juga ditegaskan bahwasanya sosok yang ditemui sebagai Rasulullah dalam mimpi adalah benar adanya, dan tidak mungkin setan mampu menyerupai Rasulullah dalam mimpi.

Terkait hal tersebut, dilansir dari buku Mimpi Bertemu Rasulullah karya Muhammad Syauman, Al Baghandi yang merupakan imam di bidang hadits Baghdad juga diceritakan bertemu dengan Rasulullah SAW dalam mimpinya.

Diceritakan dalam sebuah riwayat dari Abu Bakar Ahmad bin Ahmad bin Syuja, ia berkata, “Kami berada di sisi Ibnu Musa al-Jauzi di Baghdad, dan di sisinya ada Abu Bakar Al Baghindi yang sedang menuntut ilmu darinya’. Lalu Ibrahim al-Musa berkata padanya “Dia ini mengejekku, kamu lebih banyak haditst dariku, dan juga lebih tahu dan hafal lebih banyak dariku.

Lalu ia menjawab, ‘Aku tertarik dengan hadits ini, karena aku melihat Nabi SAW dalam mimpi, sedangkan aku tidak berkata banyak padanya, “Doakanlah aku kepada Allah,” tapi aku mengatakan kepada beliau “Ya Rasul, siapakah yang paling kuat haditstnya, Mansyur atau A’Masy’? Beliau bersabda kepadaku ‘Mansur yang menang.” [yy/republika]

 

Klaim Bisa Panggil Nabi Saleh, Mungkinkah Bertemu Nabi Muhammad Saw Ketika Sadar?

Fiqhislam.com - Diskursus tentang apakah seorang Muslim bisa bertemu Rasulullah SAW selalu hangat dibahas. Dalam berbagai literatur, banyak ditegaskan bahwa kita, umat Islam bisa bertemu dengan Rasulullah SAW saat bermimpi. Namun, bagaimana dengan melihat Rasulullah SAW dalam kondisi sadar?

Persoalan ini memang memunculkan pro dan kontra dalam kajian fikih klasik. Menurut pandangan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustaz M Zaitun Rasmin, melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar merupakan kebohongan. Bahkan menurut dia, tak ada satu pun orang yang bisa melihat atau memanggil Rasulullah dan malaikat kala sadar.

“Adapun melihat Nabi dalam mimpi itu dimungkinkan tapi tidak boleh diklaim. Sebab tidak ada yang bisa memastikannya kecuali dia sendiri yang melihatnya,” ujar dia ketika dikonfirmasi Republika.co.id.

Terkait hal tersebut, baru-baru ini viral video perempuan yang disebut-sebut mampu mengobati orang kesurupan. Bahkan, perempuan tersebut juga disebut bisa memanggil Rasulullah dan malaikat.

Ketika ditanya hukum pengobatan dari perempuan tersebut, Ustaz Zaitun tidak bisa menggolongkan jenis pengobatan tersebut. Sebab dia mengaku belum mengetahui bagaimana cara yang menggunakannya.

Memang banyak hadits dan cerita yang mengatakan sangat mungkin bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi. Bahkan, hal tersebut juga ditegaskan bahwasanya sosok yang ditemui sebagai Rasulullah dalam mimpi adalah benar adanya, dan tidak mungkin setan mampu menyerupai Rasulullah dalam mimpi.

Terkait hal tersebut, dilansir dari buku Mimpi Bertemu Rasulullah karya Muhammad Syauman, Al Baghandi yang merupakan imam di bidang hadits Baghdad juga diceritakan bertemu dengan Rasulullah SAW dalam mimpinya.

Diceritakan dalam sebuah riwayat dari Abu Bakar Ahmad bin Ahmad bin Syuja, ia berkata, “Kami berada di sisi Ibnu Musa al-Jauzi di Baghdad, dan di sisinya ada Abu Bakar Al Baghindi yang sedang menuntut ilmu darinya’. Lalu Ibrahim al-Musa berkata padanya “Dia ini mengejekku, kamu lebih banyak haditst dariku, dan juga lebih tahu dan hafal lebih banyak dariku.

Lalu ia menjawab, ‘Aku tertarik dengan hadits ini, karena aku melihat Nabi SAW dalam mimpi, sedangkan aku tidak berkata banyak padanya, “Doakanlah aku kepada Allah,” tapi aku mengatakan kepada beliau “Ya Rasul, siapakah yang paling kuat haditstnya, Mansyur atau A’Masy’? Beliau bersabda kepadaku ‘Mansur yang menang.” [yy/republika]

 

Ningsih Tinampi, Paranormal yang Klaim Bisa Datangkan Ruh Para Rasul dan Nabi Muhammad

Paranormal yang Klaim Bisa Datangkan Ruh Para Rasul dan Nabi Muhammad


Fiqhislam.com - Ningsih Tinampi merupakan praktisi pengobatan dengan cara tradisional. Namun terdapat hal janggal dalam salah satu video dirinya. Ningsih Tinampi memperagakan sedang memanggil Ruh para Nabi dan Rasul untuk didatangkan ke tempatnya agar bisa dilihat oleh orang lain. Begitu juga Ruh Nabi Muhammad Saw. Juga dipanggil dengan gerakan bak uka-uka  seperti para praktisi yang sedang memanggil penghuni alam astral. Lalu kedua gadis  yang katanya mata ghaibnya terbuka menangis histris dan mengaku  bisa melihat ruh para nabi dan rasul serta ruh Nabi Muhammad Saw. hadir di ruangan tersebut.

Dalam tulisan ini saya tidak mengkritik cara pengobatan yang dilakukan oleh Bu Ningsih Tinampi, tapi yang saya kritik adalah pernyataan dia yang katanya bisa mendatangkan  ruh para nabi dan rasul serta ruh Nabi Muhammad Saw. Benarkah apa yang dilakukan oleh Ningsih Tinampi atau jebakan dari jin yang ingin menyesatkan umat manusia…?



ruh para nabi dan rasul serta ruh Nabi Muhammad saw. itu sangat mulia dan agung, tidak bisa kita seenaknya memanggil ruh beliau untuk dilihat oleh orang lain yang mempunyai indera keenam, karena dimensi Ruh para Nabi dan Rasul, khususnya Nabi Muhammad Saw. Itu adlah manusia pilihan, jiwa mereka suci jadi tidak bisa ditembus dengan indera keenam.

Ruh para Nabi dan Rasul itu sangat suci dan mulia hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang hatinya bersih dan mulia. Mereka itu bukan Khodam Jin yang bisa dipanggil kapanpun oleh seseorang  seperti proses mediumisasi.

Adapun yang terjadi pada dua orang yang di video itu adalah jin yang masuk ke dalam kedua gadis itu, lalu membuat kesepakatan adegan  bohong bahwa di sekitar Ningsih Tinampi banyak sekali ruh para Nabi dan Rasul yang hadir, begitu juga Ruh Rasulullah SAW. Hadir berada di sampingnya.

Sangat jelas sekali dalam video tersebut kedua gadis yang katanya dibuka mata ghaibnya ternyata justru kemasukan jin, sehingga kesadaran murni dari  kedua jiwa gadis itu hilang,  yang ada dalah  jin yang merasuki dan membuat cerita dusta untuk membenarkan ucapan Ningsih Tinampi guna  membohongi para pemirsa  yang melihat tayangan video tersebut.

Untuk bertemu dengan Nabi SAW. lewat mimpi saja kita sangat kesulitan, harus dengan disiplin riyadoh atau laku ruhani khusus antara lain  banyak membaca ribuan shalawat tiap malam, hati kita harus bisa menyambung dengan Ruh/jiwa kepada  Rasululah dan kita selalu mengikuti tauladan dan akhlak rasulullah.

Setelah jiwa kita bisa menyambung  dengan Rasulullah baru jika diperkenankan maka Rasulullah SAW. akan datang menemui kita dalam mimpi. Apalagi bertemu dengan Nabi SAW. dalam kondisi sadar itu hanya bisa dilakukan oleh para wali Allah dan orang -orang yang sholeh, sebagaimana yang diceritakan oleh para wali Allah. Mereka itulah  orang-orang yang sudah fana’ fir rasul, yaitu jiwa mereka yang yang remuk redam karena cinta kepada Kanjeng  Nabi SAW.

Syeikh AT-Tijani pendiri Tarekat AT-Tijani adalah seorang Wali Allah dalam beberepa persoalan agama yang sulit dijawab, beliau sering menghadap kepada Nabi Mauhammad Saw. Secara sadar bukan mimpi untuk meminta fatwa dan jawaban dari Beliau. Itupun beliau tidak pernah semua murid tarekatnya dibukakan mata ghaibnya agar bisa melihat Rasulullah SAW. Karena jiwanya belum bisa menyambung dengan Rasulullah SAW.

Sehingga beliaupun mengajari murid-murid Tarekatnya dengan  amalan  Shalawat Fatih dan amalan lainnya setiap habis subuh secara berjamaah dan setiap sore hari jumat dzikir bersama, itu saja butuh waktu lama baru bisa bermimpi ketemu dengan Rasulullah SAW.

Banyak kisah para wali yang bisa berkomunikasi dengan  Nabi SAW. dalam kondisi sadar untuk bertanya tentang sebuah hadits apakah itu benar hadits yang berasal dari lisan Nabi SAW atau bukan.

Dalam Kitab Al-Fatawa Al-Hadtisiyah karya Ibnu Hajar al-Haitami dijelaskan   ada seorang yang bertanya kepada Imam Ibn Hajar Al-Haitami Radhiyallaahu ‘anhu, “Apakah mungkin zaman sekarang seseorang dapat berkumpul dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan terjaga dan mengambil Ilmu langsung dari beliau?”

Imam Ibn Hajar menjawab: ”Ya, hal itu dapat terjadi, dan telah dijelaskan bahwa berkumpul dan mengambil ilmu dari Nabi secara langsung adalah sebagian dari karomah wali-wali Allah seperti Imam Al-Ghazali, Al-Barizi, Taaj ad-Diin as-Subki, dan al-‘Afiif al-Yafi’i yang mana mereka adalah ulama-ulama madzhab Syafi’i, serta Qurthubi dan Ibn Abi Jamroh yang mana mereka adalah ulama-ulama madzhab Maliki.

Dan dikisahkan, bahwasanya ada Wali Allah menghadiri majlis ilmunya seorang yang faqih, kemudian seorang faqih yang sedang mengajar tersebut meriwayatkan sebuah hadits, lalu Wali tersebut berkata, “Hadits itu bathil.”

Maka Sang faqih pun berkata, “Bagaimana bisa engkau mengatakan kalau hadits ini bathil, dari siapa?”

Sang Wali menjawab, “Itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berdiri di hadapanmu dan Beliau bersabda: [Inniy lam aqul hadzal hadits] Sesungguhnya aku tidak mengucapkan haditst ini.“ (Ini Amalan Shalawat Agar Bisa Bertemu Nabi Muhammad dalam Mimpi)

Ada kalanya Nabi SAW. Mendatangi seseorang lewat mimpi untk menegur dan memberi nasihat agar orang tersebut  bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, padahal orang tersebut orang biasa dan sering berbuat dosa. Mimpi tersebut bertujuan untuk memberikan teguran dan petunjuk, bukan sebuah kelebihan dan tingkat spiritual yang tinggi bagi yang mimpi, jadi harus dibedakan dan diteliti terlebih dahulu.

Jadi tidak bisa Ruh para Nabi dan Nabi Muhammad Saw. didatangkan untuk bisa dilihat orang lain yang tingkat spiritualnya masih biasa, jika bisa berarti kekuatannya  melebihi para nabi dan rasul tersebut karena  bisa menghadirkan ruh mereka kepada orang lain.

Inilah hal yang mustahil, inilah permainan Jin yang telah menipu dan menjerumuskan  dari cahaya Allah sehingga terjerumus dalam kekuatan dan belenggu Jin yang selama ini membantu dan membuat tipu daya.

Selama ini para wali Allah dan orang yang soleh ketika dzikir atau Mi’roj ruhani hanya bisa ketemu salah satu nabi saja atau beberapa nabi. Bahkan dalam kondisi sadar banyak orang yang berjumpa didatangi oleh Nabi Khidir. Jadi para wali Allah  belum ada yang  bercerita bisa mendatangkan Ruh para nabi dan rasul, padahal jumlah mereka  sangat banyak sekali.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, berapakah jumlah rasul?” Beliau menjawab:

ثلاثمائة وبضعة عشر جمّاً غفيرا

“Sekitar tiga ratus belasan orang. Banyak sekali.” (HR. Baihaqi).

Dalam riwayat lain ditegaskan: “315 orang.” Kemudian dalam riwayat Abu Umamah, bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا

“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad).

Apa yang dialami oleh Bu Ningsih Tinampi ini, dulu juga dialami oleh Lia Eden, awalnya dia wanita yang rajin beribadah dan rajin berdzikir, lalu diberi kelebihan untuk bisa mengobati orang yang sakit kemudian dia sering mendapatan bisikan dari sosok yang ngaku malaikat Jibril.

Selanjutkan dia juga sering mengingatkan manusia agar hati-hati akan terjadi bencana di Nusantara atau kiamat Sughro. Tetapi ternyata tidak terbukti dan ramalannya gagal semuanya. Bukannya Lia Eden sadar dan bertaubat tapi justru mengaku sebagai Nabi dan membawa agama baru.

Dalam perjalanan Ruhani itu sangat hati-hati dan selalu waspada banyak sekali jebakan Batman jika tidak waspada Iblis akan  menyessatkan dan kita ikut terjerat dalam Jebakan Batman disinilah peran seorang Mursyid  yaitu guru ruhani sangat penting sekali dan juga ilmu atau pengetahuan ruhani bagi pejalan ruhani agar tidak mudah masuk perangkap Ifrit yang sangat lihai dan pintar  dalam menejbak manusia.

Bu Ningsih Tinampi, janganlah anda ikuti sosok yang ngaku Jibril kepadamu itu, semua itu adalah jebakan Ifrit yang sangat lihat dan pintar dalam menyesatkan orang lain. Ifrit itu sangat lihat dalam menyesatkan orang mereka mempunyai sistem yang kuat dalam menjebak manusia.

Saya berdoa memohon kepada Allah semoga Allah memberikan Cahaya kepada kami semuanya dan khususnya Bu Ningsih Tinampi sehingga bisa melihat secara hakikat siapa selama ini yang membimbing dan memberikan arahan kepadanya.

Semoga kita semua diselamatkan dari jebakan  dari Jin dan Ifrit. [yy/bincangsyariahcom]

 



 

top