25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

7 Keutamaan Sabar Dalam Menghadapi Musibah

7 Keutamaan Sabar Dalam Menghadapi MusibahFiqhislam.com - Bencana atau musibah merupakan sesuatu yang tidak dikehendaki manusia. Bencana bisa terjadi karena memang faktor alam dan ulah manusia yang mengeksploitasi alam di luar kewajaran.

Sebagai Muslim, menyikapi bencana sebaiknya dihadapi dengan sabar karena itu semua merupakan ujian. Dengan sabar, tawakal dan penuh keikhlasan, Allah akan mengangkat derajatnya.

Rasulullah Saw bersabda: "Sabar itu pada awal musibah".

Dalam kitab Tanqihul Qaul Syarah Lubabul Hadis karya Imam Nawawi Al Bantani seperti diungkapkan Ustaz Nur Hamzah dikutip Dari Pustaka Ilmu Sunni- Salafiyah (PISS-KTB) menyebutkan beberapa keutamaan sabar dalam menghadapi musibah.



1. Menjadi Manusia Pilihan Allah

Orang yang mampu menghadapi musibah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan akan dipilih Allah kelak di akhirat.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: "Jika Allah mencintai seorang hamba maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar maka Allah memilihnya dan jika dia ridha maka Allah menjadikannya pilihan."

2. Mendapat Ridha Allah

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah selain menahan kemarahan karena mengharapkan ridha Allah ta'ala".

3. Mendapat Keselamatan

Nabi Muhammad Saw bersabda: "Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah ta'ala di bumi, barang siapa menjaganya maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka."

4. Memperoleh 700 Derajat

Rasulullah Saw bersabda: "Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuhratus derajat.".

5. Lebih Baik dari Dunia Seisinya

Rasulullah Saw bersabda: " Sabar sesaat itu lebih baik dari dunia seisinya".

6. Mendapat Pahala

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: " Sabar itu ada empat : sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kefakiran adalah ridlo Allah ta'ala."

7. Diringankan Timbangan di Hari Kiamat

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: "Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik maka pada hari kiamat Allah malu untuk memasang timbangan baginya dan malu untuk membentangkan buku catatan amalannya".[yy/iNews]

Wallahu A'lam Bishshawab.

 

 



 

Tags: Sabar | Ikhlas | Musbah