<
pustaka.png
basmalah.png

Orang yang Beruntung dalam Al-Quran

Orang yang Beruntung dalam Al Quran

Fiqhislam.com - Setiap orang memiliki keunggulan. Juga cerdas dan tekun atawa konsisten menjadi keunggulan tersendiri. Satu lagi yang penting adalah pitulungan (pertolongan dari Allah SWT). Untuk orang yang beruntung karena mendapat peertolonganNya tak mesti harus pintar.

Saya pribadi meyakini ihwal orang yang beruntung seperti apa yang ada dalam Al Quran. Berbahagialah orang yang beruntung. Orang yang beruntung selalu dikondisikan.

Lantas kalau ditanya siapakah sebenarnya orang yang beruntung itu? Boleh jadi beberapa orang akan menjawab berbeda-beda, tergantung mengartikan kata beruntung itu apa. Ada yang bilang orang yang beruntung ialah orang yang memiliki harta yang banyak, rumah mewah lagi megah, anak yang ditinggalkan harta warisan yang banyak, itulah orang-orang yang beruntung. Ada juga yang bilang orang yang dapat undian dan kaya mendadak.

loadmodule mod_articles_category,Baca Juga:}

Masih banyak yang beranggapan bahwa keberuntungan berarti kaya harta. Berikut keberuntungan yang dijelaskan Allah SWT dalam Al Quran:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.” (QS. Al-Mu’minuun: 1-5).

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamer, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90).

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumuah: 10).

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pentingnya ibadah shalat dan keharusan untuk bekerja menggali rezeki yang Allah tebarkan di muka bumi yang luas ini. Dan juga kita diianjurkan untuk banyak berdoa, selalu mengingat Allah SWT agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Dari banyak penjelasan yang Allah SWT sampaikan dalam Al Quran di atas, jelaslah bahwa orang yang beruntung adalah yang bisa berubah ke arah yang lebih baik. Dari yang tadinya belum beribadah, menjadi suka beribadah, dari yang semula berbuat maksiat berubah menjadi taat. Dari yang tadinya jauh dari Allah menjadi orang yang selalu merasa diperhatikan Allah.

Intinya, orang yang beruntung ialah orang yang selalu berusaha untuk selalu dekat dengan Allah SWT, dan Allah pun ridho padanya. Orang-orang  yang mau dan patuh mengikuti semua petunjuk-petunjuk yang Allah berikan, maka dipastikan hidupnya akan jauh dari rasa takut dan tiada mereka bersedih hati. [yy/republika]

Oleh Hamied Wijaya, pakar SDM

 

top