pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh

Asal Usul Puasa Ayyamul BidhFiqhislam.com - Bulan ini umat Islam berkesempatan menjalankan puasa tengah bulan atau Ayyamul Bidh mulai 10,11, dan 12 Desember atau 13, 14, dan 15 tiap bulan Hijriah dalam penanggalan Qomariah (bulan) kecuali hari Tasyrik yakni pada 13 Dzulhijjah.

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunah ini karena banyak keutamaannya.

Ustaz Mahbub Ma'fi Ramadlan dikutip laman NU online mengungkapkan asal-usul puasa ayyamul Bidh.



Dia menjelaskan, keterangan yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15).

Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badan Nabi Adam As menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

Niat puasa Sunnah ayyamul Bidh: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta'ala."

Berbeda dengan puasa Ramadan yang harus berniat pada malam hari, niat puasa sunah ini bisa dilakukan pagi hari selama belum minum atau makan.

Adapun keutamaannya adalah seperti yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi setelah beliau meriwayatkan hadits di atas :Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka seolah-olah dia seperti orang yang berpuasa selama-lamanya (sepanjang masa). Wallahu A'lam Bishawab. [yy/iNews]