pustaka.png
basmalah.png.orig


10 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 20 Juni 2021

Kejujuran Gadis Pemerah Susu

Kejujuran Gadis Pemerah Susu

Fiqhislam.com - Pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab terdapat seorang ibu dan anak perempuan yang bekerja memerah susu kambing. Dari penjualan susu kambing tersebut mereka memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Suatu ketika pada musim panas, ibunya mengeluh pasokan susu kambing menurun. “Hasil susu kita semakin hari semakin sedikit saja, tidak cukup untuk keperluan kita,” ujar sang ibu.

“Kambing-kambing ini sudah kurang makan karena rumput-rumput kering pada musim panas,” jawab sang anak.

Ibunya pun punya cara yang licik agar susu kambingnya bertambah banyak. “Kita campur saja susu ini dengan air, supaya bertambah banyak. Dengan begitu, penghasilan kita akan bertambah.”

“Tidak Umi. Khalifah Umar melarang kita berdagang secara tidak jujur,” kata anak perempuan itu menolak saran licik ibunya.

“Ah, biar saja. Khalifah Umar toh tidak tahu kita tidak jujur,” ujar ibunya bodoh amat.

Anak perempuannya ini kemudian menjawab dengan jawaban yang menakjubkan. “Tetapi Allah Maha Tahu. Kita tidak boleh takut kepada Khalifah Umar, tetapi hendaknya kita takut kepada Allah yang mengetahui kecurangan kita.”

Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Tebuireng, ternyata ada seorang lelaki sederhana, berjubah usang yang dari tadi mendengar percakapan mereka.

Lelaki sederhana itu adalah Khalifah Umar bin Khattab. Memang sudah menjadi kebiasaan Khalifah Umar untuk 'blusukan' dengan menyamar untuk melihat kondisi rakyatnya dari dekat.

Blusukan hari itu sangat berharga bagi Khalifah Umar. Ia kagum melihat kejujuran anak perempuan itu.

Ia pun pulang ke rumah sederhananya. Bukan istana layaknya raja-raja Romawi dan Persia. Kemudian, ia panggil salah satu putranya bernama Ashim bin Umar. Ia ceritakan kepada Ashim tentang anak perempuan yang jujur, yang baru saja ia lihat.

Khalifah Umar pun berkata “Nikahilah dia! Semoga darinya akan lahir orang besar yang kelak memimpin bangsa Arab.”

Akhirnya Ashim bin Umar pun melamar perempuan itu. Dari pernikahan ini lahir lah seorang anak perempuan yang kemudian akan menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Kemudian lahir lagi dari pasangan ini seorang laki-laki yang bernama Umar juga yang kemudian kita kenal dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Khalifah dari Bani Umayyah ini dikenal sebagai Khalifah kelima karena pemerintahannya yang dikenal adil, rendah hati, dan bijaksana membuat ia dicinta rakyatnya. Sama persis seperti kakek buyutnya, Khalifah Umar bin Khattab.

Di era modern ini, kejujuran yang menjadi barang mahal. Sulit sekali menemukan orang seperti perempuan tadi. Padahal orang yang jujur akan bersama para nabi, syuhada, dan orang saleh di akhirat nanti. Kisah ini memberi pelajaran akan pentingnya berbuat jujur. [yy/okezone]