<
pustaka.png
basmalah.png

Pahala Itu Mudah

Pahala Itu Mudah

Fiqhislam.com - "Jangan merendahkan kebaikan sekecil apa pun, walau hanya sekadar menyambut temanmu dengan wajah yang manis" (HR Imam Muslim).

Suatu ketika, beberapa orang mengadu kepada Rasulullah. Mereka mengeluhkan betapa sulitnya untuk memperoleh pahala dari Allah SWT karena mereka miskin. ''Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala. Mereka sembahyang sebagaimana kami, dan puasa sebagaimana kami, di samping itu mereka masih dapat bersedekah dengan kelebihan harta kekayaan mereka.''

Nabi menjawab, ''Tidak. Allah telah memberi kepadamu kesempatan untuk bersedekah. Sesungguhnya setiap bacaan itu sedekah, tiap takbir itu sedekah, tiap tahmid itu sedekah, tiap tahlil itu sedekah, menganjurkan kebaikan itu sedekah, dan mencegah mungkar itu sedekah, bahkan dalam bersetubuh itu juga terdapat sedekah.''

Kemudian mereka bertanya, ''Ya Rasulullah, apakah seseorang yang memuaskan syahwat hawa nafsunya mendapat pahala?'' Nabi menjawab dengan satu pertanyaan, ''Bagaimana pendapatmu, andaikan ia pergunakan pada yang haram, apakah mendapat siksa (dosa)? Maka demikian sebaliknya, jika diletakkan pada hal yang halal tentulah mendapat pahala.''

Riwayat di atas menjelaskan bahwa dalam keadaan apa pun seorang hamba yang beriman tidak akan kehilangan cara dalam mencari pahala Allah SWT. Apabila orang itu kaya maka dengan mudah seorang Muslim itu mencari pahala dengan keadaanya itu wajar. Tetapi tidak bisa diambil arti sebaliknya, seorang Muslim yang miskin akan sulit mencari pahala.

Sesungguhnya, Allah tidak memandang sebesar apa harta yang disedekahkan, tetapi sekuat apa usaha dalam memperoleh harta yang disedekahkan itu. Terkadang jumlah yang banyak itu akan menjadi hal yang sangat kecil bagi orang yang mudah mendapatkan harta, dan akan menjadi sangat besar bagi orang yang sulit untuk memperoleh harta. [yy/republika]

Oleh Muhammad Alamul Huda 

 

top