fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

Hakikat Kemenangan dalam Al-Quran

Hakikat Kemenangan dalam Al-Quran


Fiqhislam.com - Bagi yang rutin membaca Alquran akan menemukan banyak kata al-fauz (kemenangan, keberuntungan, dan kebahagiaan), tapi hanya sedikit orang yang mau memahami maknanya. Seperti apa karakteristik orang yang akan meraih kemenangan yang hakiki itu?

Pertama, Beriman kepada Allah SWT. Yaitu, orang-orang yang ber iman kepada Allah SWT dengan ke imanan yang kokoh. Maka, baginya dijanjikan dengan mendapatkan surga,dan inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS at-Taubah [9]: 72).

Kedua, Beramal saleh. Yaitu, orang-orang yang dapat membukti kan keimanannya dengan amal saleh. Maka itu, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS al- Buruj [85]: 11).

Ketiga, Mengikuti Rasulullah SAW. Maka, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya (QS at-Taubah [9]: 100).

Keempat, Menjauhi kemaksiatan. Yaitu, orang-orang yang tidak bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan hanya taat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Maka, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah kemenangan yang sesungguhnya (QS an-Nisa [4]: 13-14).

Kelima, Benar dan Jujur. Yaitu, orang-orang yang jujur dan istikamah dalam kebenaran. Maka, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS al-Maidah [5]: 119).

Keenam, Orang-orang yang takut akan azab hari kiamat. Maka, baginya akan mendapatkan rahmat-Nya dan dijauhkan dari azab neraka. Inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS al-An'am [6]: 15-16).

Ketujuh, Bertakwa. Yaitu, orang-orang yang bertakwa kepada Allah, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka, baginya akan mendapatkan balasan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya. (QS an-Nur [24]: 52).

Kedelapan, Orang-orang yang beriman dan berjihad dengan harta dan jiwa. Maka, baginya akan mendapatkan balasan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya (QS at-Taubah [9]: 88-89).

Kesembilan, Menjauhkan diri dari jalan dan tipu daya setan. Yaitu, orang-orang yang tidak mau mengikuti akan langkah-langkah setan. Maka, baginya dijauhkan dari siksa api neraka, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya (QS ash-Shaffat [37]: 50-61).

Kesepuluh, Bersabar. Yaitu, orang-orang yang mampu bersabar terhadap berbagai ejekan yang diala matkan kepadanya. Maka, baginya balasan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya (QS al-Mukminun [23]: 109-111). [yy/republika]

Oleh Imam Nur Suharno