pustaka.png
basmalah.png


13 Dzulqa'dah 1442  |  Rabu 23 Juni 2021

Nabi Saw Pernah Salam Satu Kali Usai Shalat

Nabi Saw Pernah Salam Satu Kali Usai Shalat


Fiqhislam.com - Salam termasuk rukun shalat. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyebut salam dalam shalat sebagai tahlil as-shalah (yang menjadi batas halal antara shalat dengan aktivitas di luar shalat). Beliau bersabda, "Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya takbir dan yang menghalalkannya adalah salam." (HR. Abu Daud 61, Ibn Majah 618 dan dishahihkan al-Albani).

Menurut pendapat yang lebih kuat, salam yang statusnya rukun shalat adalah salam pertama. Sementara salam kedua hukumnya sunah. Bahkan sebagian ulama menyebut, bahwa salam kedua hukumnya anjuran berdasarkan kesepakatan ulama. Meskipun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa salam kedua hukumnya wajib. Dan ini pendapat al-Qadhi Abu Yala.

Ibnu Qudamah mengatakan, "Yang wajib adalah salam pertama. Sementara salam kedua hukumnya anjuran. Ibnul Mundzir mengatakan, "Semua ulama yang saya ketahui sepakat bahwa mengerjakan shalat dengan salam sekali dibolehkan." (al-Mughni, 1/623).

Ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali. Berikut diantaranya,

[1] hadis dari Aisyah Radhiyallahu anha, beliau menceritakan tata cara shalat malam yang dikerjakan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Kemudian beliau salam sekali, beliau mengeraskan suaranya, sehingga membangunkan kami." (HR. Ahmad 26030 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

[2] hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau menceritakan, "Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan salam sekali." (HR. Baihaqi dalam al-Kubro 3107, at-Thabrani dalam al-Ausath 8473, dan yang lainnya). [yy/inilah]

 

Tags: Salam | Takbiratul