<
pustaka.png
basmalah.png

Tanda Takut kepada Allah

Tanda Takut kepada Allah

Fiqhislam.com - Seharusnya seorang mukmin harus memiliki perasaan antara takut dan harapan, yakni menghadap Rahmat Allah. Karena semua perbuatan kita disaksikan oleh-Nya. Bahkan seluruh anggota tubuh menyaksikan apa yang diperbuat dan kelak akan menjadi saksi di akhirat.

Dalam buku Rahasian Ketajaman Mata Hati oleh Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa orang Mukmin ialah orang yang takut kepada Allah dengan menjaga semua anggota tubuhnya. Sebagaimana yang pernah dikatakan Abul Laits, ‘Orang-orang takut kepada Allah terlihat tanda pada tujuh macam….”

1. Lidahnya, yaitu dicegah mengatakan ynag bohong, menggunjing, adu domba, membual, atau perkataan yang tidak bermanfaat. Kemudian ia menyibukkna diri dzikir kepada Allah, membaca Al Quran atau diskusi masalah ilmu.

2. Hatinya, yaitu tidak akan mengeluarkan perasaan permusuhaan, kebohongan, kedengkian terhadap kawan karena dengki mampu menghapus semua kebajikan, sebagaimana sabda Rasulullah, “Dengki mampu menghancurkan kebajikan sebagaimana api melahap kayu bakar.” Dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang yang parah. Dimana penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal.

3. Pandangan, yaitu ia tidak akan memandang hal-hal yang haram, dari segi makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain. Juga memandang dunia tidak berdasarkan kesenangan, melainkan ia memandang sebagai pelajaran. Sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang memenuhi pandanganya dengan barang haram, maka kelak Allah subahanahu wa ta’ala akan memenuhi dengan api neraka.”

4. Perut, yaitu ia tidak akan memasukkan barang haram ke perutnya, karena hal itu merupakan dosa besar. Sabda Rasullah, “Bilamana satu suapan barang haram masuk ke perut anak Adam. Maka setiap malaikat di bumi dan langit melaknati selama sesuap masih dalam perutnya. Bila dalam keadaan itu dia mati, maka ia masuk neraka Jahannam”

5. Tangan, yaitu ia tidak akan menjamah barang haram, kecuali hanya mengambil sesuatu yang dapat menambah ketaatan kepada Allah.

6. Kaki, yaitu tidak akan dibuat berjalan ke arah kemaksiatan, justru berjalan ke arah yang bisa membuat ia semakin taat dan ridho. Misalnya, berkumpul dengan para ulama dan orang  saleh.

7. Taat, yaitu sikap taatnya murni ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala. Ia takut diselipi sikap riya dan munafik. Dan ketika dia melakukan hal seperti ini, maka dia termasuk golongan orang yang difirmankan Allah, “Kehidupan akhirat menurut Tuhanmu ialah hanya bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf: 35)

Dan seolah-olah dari semua itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya mereka kelak pada hari kiamat selamat dari api neraka.” [yy/republika]

 

 

top