29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Ensiklopedi Hukum Islam: Bentuk Amalan Hati

Ensiklopedi Hukum Islam: Bentuk Amalan Hati

Fiqhislam.com - Al-A’mal Al-Batiniyah (amalan hati/batiniah). Artinya, amal yang dilakukan oleh hati (al-qalb). Suatu perbuatan disebut amal jika disertai dengan niat. Tetapi karena niat termasuk pekerjaan hati, maka terhadap amal batiniah ini tidak disyaratkan niat.

Amal batiniah meliputi baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang jahat. Beberapa contoh di antara amal batiniah yang baik ialah sebagai berikut:

1. Beriman, yaitu meyakini dengan sepenuh hati keesaan Allah SWT, para malaikat sebagai hamba-Nya yang mulia, para rasul yang diutus-Nya, kitab-kitab yang diwahyukan-Nya, terjadinya hari akhirat, dan kadar baik dan buruk dari-Nya (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Allah SWT menerangkan dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 285, "Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya...

2. Bersabar, yaitu kekuatan dan ketenangan hati dalam menghadapi segala cobaan. Allah SWT memerintahkan agar orang-orang yang beriman menanamkan rasa sabar dalam hatinya dalam menghadapi berbagai kesulitan atau dalam melaksanakan perintah Allah SWT, seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 153, "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."

3. Berniat, yaitu pekerjaan hati yang menentukan apakah suatu pekerjaan yang dilakukan termasuk ibadah atau pekerjaan biasa. Jika suatu pekerjaan dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan mengharap pahala dari-Nya, maka amal itu menjadi ibadah, tetapi jika bukan karena Allah SWT, maka menjadi pekerjaan biasa.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya semua amalan itu tergantung kepada niat. Sesungguhnya bagi seseorang itu adalah apa yang dia niatkan, Orang yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang yang hijrahnya untuk mendapatkan keuntungan dunia atau untuk mengawini wanita, maka hijrahnya untuk apa ia berhijrah. (HR. Muttafaq Alaih).

4. Tawakal, yaitu menyerahkan segala usaha yang telah dilakukan kepada Allah SWT dan dengan senang hati menerima semua ketetapan Allah SWT terhadap semua yang dikerjakan. Bertawakal kepada Allah SWT adalah salah satu di antara perbuatan hati yang sangat dianjurkan.

Allah SWT memerintahkan agar selalu bertawakal dalam semua rencana dan usaha, seperti tertulis dalam Surah Ali Imran Ayat 159, "... kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

5. Ikhlas, yaitu menyucikan, menyatukan, dan menyerahkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT atas segala amalan yang dikerjakan, salah satu amalan hati yang sangat menentukan. Misalnya, memberi bantuan kepada yang membutuhkan harus dengan hati yang ikhlas.

Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 139 Allah SWT berfirman, "Katakanlah, 'Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati'."

6. Berani, tegar, dan berpendirian, yaitu perbuatan hati yang yang menampakkan rasa percaya diri dalam menegakkan kebenaran, tidak mudah tergoyahkan oleh hawa nafsu dan setan, berpendirian teguh, serta tidak bersedih jika menghadapi risiko.

Dalam Surah As-Sajdah (41) ayat 30 Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Sumber: Ensiklopedi Hukum Islam
republika.co.id