pustaka.png
basmalah.png.orig


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Meletakkan Tangan di Atas Dada, Makruh || Bukan Pendapat Ulama Madzhab || Pendapat: Asy-Syafi'iyah || Pendapat: Al-Hanafiyah

Meletakkan Tangan di Atas Dada, Makruh


Meletakkan Tangan di Atas Dada, Makruh


Fiqhislam.com - Masalah di mana diletakkan kedua tangan itu pada saat berdiri salat, memang para ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat. Setidaknya di dalam pendapat para ulama mazhab empat ada dua posisi yang berbeda.

Pertama di bawah pusar, kedua di antara dada dan pusar, ketiga tangan tidak bersedekap dan lurus saja menjuntai ke bawah.

Memang ada kalangan tertentu yang menisbatkan pendapat meletakkan tangan di dada kepada ulama salaf, tetapi setelah diteliti lebih dalam, ternyata penisbatan itu kurang tepat penisbatan itu.

Misalnya Imam al-Qurthubi (w. 671 H) menisbatkan pendapat ini kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib (al-Qurthubi w. 671 H, Tafsir al-Qurthubi, h. 8/ 7311). Tetapi penisbatan ini tidak tepat. (Muhammad Syamsul Haq al-Adzimabadi w. 1329 H, at-Taliq al-Mughni, h. 1/ 285).

Ali bin Abu Bakar al-Marghinani al-Hanafi (w. 593 H) menisbatkan pendapat ini kepada Imam as-Syafii (w. 204 H) dalam kitabnya al-Hidayah fi Syarh Bidayat al-Mubtadi, h. 1/ 47. Penisbatan ini tidak tepat, karena pendapat Imam as-Syafii sebagaimana dinyatakan oleh ulama-ulama as-Syafiiyyah tidak seperti itu (Lihat: Ismail bin Yahya al-Muzani w. 264 H, Mukhtashar al-Muzani, h. 107).

Nashiruddin Al-Albani (w. 1420 H) juga menisbatkan pendapat ini kepada Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H) dalam kitabnya Irwa al-Ghalil, h. 2/ 71. Penisbatan ini juga tidak tepat, karena menurut Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H) justru yang lebih kuat secara dalil adalah meletakkan tangan dibawah pusar. (Ishaq bin Manshur al-Maruzi al-Kausaj w. 251 H, Masail al-Imam Ahmad wa Ishaq bin Rahawaih, h. 2/ 552).

Dalam masalah ini, bisa diambil sedikit gambaran bahwa malahan tak ada satupun ulama fiqih madzhab empat yang berpendapat meletakkan tangan di atas dada saat salat. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa meletakkan tangan di atas dada bagi Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) saat salat hukumnya makruh. Wallahu a'lam bishshawab. [yy/Ahmad Sarwat, Lc., MA/inilah]

Tags: shalat | sedekap