29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Adab Menjadi Imam

Adab Menjadi Imam

Fiqhislam.com - Seorang imam hendaknya meringankan salat. Anas bin Malik ra berkata, "Aku tidak melakukan salat di belakang seorang pun yang lebih ringan dan lebih sempurna salatnya daripada Rasulullah saw."

Seorang imam hendaknya tidak bertakbir sebelum muazin membacakan ikamah dan sebelum saf salat lurus sempurna. Imam harus meninggikan suara ketika bertakbir, sementara makmum tidak perlu meninggikan suara, kecuali sebatas yang bisa ia dengar sendiri.

Imam harus berniat menjadi imam guna memperoleh keutamaan. Jika sang imam tak berniat, salat para jemaah tetap sah bila mereka telah berniat mengikutinya. Mereka juga boleh memperoleh pahala bermakmum. Imam tidak boleh menyaringkan bacaan iftitah dan taawudz sebagaimana dalam salat sendirian. Tapi, ia menyaringkan bacaan Al-Fatihah dan surat sesudahnya dalam salat-salat subuh, serta dalam dua rakaat pertama salat Maghrib dan Isya.

Dalam salat jahar (yang dibaca secara keras), makmum menyaringkan ucapan amin dengan bersama-sama imam, bukan sesudah imam. Lalu, imam diam sejenak setelah membaca surat Al-Fatihah. Di saat itulah makmum membaca surat al-Fatihah agar sesudahnya ia bisa mendengarkan bacaan imam.

Pada salat Jahar, makmum tidak membaca surat kecuali jika ia tidak mendengar suara imam. Hendaknya seorang imam tidak membaca tasbih dalam rukuk dan sujud lebih dari tiga kali dan tiga kali juga tidak memberikan tambahan dalam tasyahud awal setelah membaca salawat nabi.

Pada dua rakaat terakhir imam cukup membaca surat al-Fatihah, tidak usah menambah-nambahnya lagi. Ketika tasyahud akhir imam cukup membaca tasyahud dan salawat kepada Nabi saw.

Ketika bersalam pun, imam hendaknya berniat memberikan salam kepada semua jemaah sedangkan jemaah atau makmum dengan niatnya menjawab salam imam. Setelah itu imam berdiam sebentar dan menghadap kepada para jemaah, jika di belakangnya adalah para jemaah wanita, maka tidak usah menoleh sampai mereka bubar.

Hendaknya makmum tidak berdiri sampai imam berdiri, lalu imam pergi entah ke arah kanan atau kiri, akan lebih baik bila imam pergi ke arah kanan. [Imam Al-Ghazali "Jalan Orang Bijak"] 

Oleh Chairunnisa Dhiee
yy/inilah