14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Keutamaan Bersedekah bagi Perempuan

Keutamaan Bersedekah bagi Perempuan

Fiqhislam.com - Dari Aisyah radhiallahu anha: Seorang istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada beliau, "Siapakah di antara kami yang akan menyusulmu lebih dahulu?"

Beliau menjawab, "Ia yang lebih panjang tangannya." Mereka pun mengambil sepotong ranting, lalu mengukur tangan masing-masing. Ternyata, Saudah yang lebih panjang tangannya. Setelah itu, tahulah kami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang yang lebih dahulu menyusul beliau adalah orang yang banyak bersedekah. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa 'A'isyah berkata, "Di antara kami, orang yang paling panjang tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya sendiri dan suka bersedekah."

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa wanita salehah semestinya gemar berinfak. Para sahabat mulia, baik laki-laki maupun perempuan, selalu berinfak dan bersedekah meskipun mereka tidak memiliki banyak harta. Mereka bahkan berlomba-lomba untuk membantu meringankan beban orang lain.

Selain Saudah radhiallahu anha, sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut, ada dua sahabat perempuan yang amat gemar berinfak dan bersedekah, yaitu 'A'isyah dan Zainab binti Jahsy.

Sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat, 'A'isyah bersedekah dengan apa yang dimilikinya, walaupun ia hanya memiliki sebutir kurma. Ketika bersedekah, ia tidak pernah memikirkan dirinya, bahkan pernah ia tidak menemukan sedikit pun makanan untuk berbuka puasa.

Begitu juga Zainab binti Jahsy, dialah yang dikatakan oleh 'A'isyah, "Tidak ada orang yang lebih berhak daripada dirinya, yang banyak bersedekah dan sering mengorbankan diri dalam bekerja agar dapat bersedekah dan mendekat diri kepada Allah Ta'ala."

Inilah dua teladan dari pribadi-pribadi pilihan. Keduanya merupakan sosok teladan yang dapat meraih derajat tinggi di sisi Allah Azza wa Jalla. [yy/inilah]