fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Beberapa Rahasia Shalat

Beberapa Rahasia ShalatAyat-ayat yang Menjelaskan Waktu Sholat dalam Al-Quran

Penjelasan mengenai perintah Sholat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw: Rasulullah menerima wahyu hanya di dua tempat yaitu di Mekah dan Madinah, makanya dikenal dengan Ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah, dalam Al Qur’an tidak ditemukan Allah membuat keputusan yang berubah-ubah, hanya ada beberapa ayat yang turunnya bertahap untuk menetapkan hukum atau aturan hidup.

Firman Allah dalam QS Qaaf 50: 29

Artinya: Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan aku sekali-kali tidak Menganiaya hamba-hamba-Ku

Bagi Allah dalam QS Al Israa’ 17: 77 dijelaskan tidak adanya perubahan dalam suatu ketetapan yang diwahyukan kepada Rasulullah.

Artinya: (kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap Rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.

Sholat sebagai pondasi dasar agama Islam, berdasarkan ayat ayat berikut salah satu perintah Sholat 5 (lima) waktu terdapat dalam Surat Al Israa’ 17:78

Artinya: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Dalam QS Maryam (19:30-31) diterangkan Nabi Isa pun telah melakukan sholat,
Artinya: 30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, 31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.

Dalam Al Qur’an ketetapan sholat termasuk salah satu perintah Allah kepada Rasul yang paling awal. Sejak hari-hari pertama kerasulan, sejarah mencatat adanya sholat Rasul bersama Khadijah, ‘Ali dan kemudian dengan pengikut yang lain. Al Qur’an mencantumkan betapa kaum musyrik mengganggu pelaksanaan ibadah sholat ini. Ketentuan mengenai jumlah berapa kali shalat, difirmankan dalam Surat 11: 114

Sholat yang dilakukan setiap pagi dan petang merupakan perpaduan bertasbih dan memuji Allah, demikian firman Allah dalam Surat Al Mu’min 40:55

Artinya: Maka bersabarlah kamu, karena Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

Ketetapan Allah mengenai perintah sholat malam dalam QS Al Muzzamil 73 : 2 tidak mengalami perubahan tetapi keringanan dari Allah mengenai kewajiban melaksanakannya.

Artinya: Bangunlah (untuk sholat) di malam hari[ ], kecuali sedikit (daripadanya).

QS Al Muzzamil 73 : 20

Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, Maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kewajiban sholat 5 (lima) waktu dan Sholat Tahajjud sebagai ibadah tambahan terdapat dalam Surat Al Israa 17: 78-79 dan Huud 11:114

78. Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). 79. Dan pada sebahagian malam hari bersholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.

Dalam ayat di atas, ujung pertama adalah shalat Fajar atau Subuh, sedang ujung hari kedua adalah shalat Dzuhur dan Asar, berdasarkan ayat lain yang diwahyukan di Madinah, yaitu saat condongnya matahari, saat matahari melewati puncak zenit-nya (duluki syams), dan yang dimaksud dengan bagian-bagian awal dari malam (zulafun min al-layl) adalah dua waktu, yaitu shalat Maghrib dan Isya’.

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Al Israa’ yang berarti memperjalankan di malam hari, berhubung peristiwa Israa’ Nabi Muhammad s.a.w. di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Ketetapan shalat termasuk salah satu perintah Allah kepada Rasul yang paling awal. Sejak hari-hari pertama kerasulan, sejarah mencatat adanya shalat Rasul bersama Khadijah, “Ali dan kemudian dengan pengikut lain. Al Qur’an mencantumkan betapa kaum musyrik mengganggu pelaksanaan ibadah shalat tersebut.

Dalam ayat yang lain mengenai ketentuan jumlah berapa kali waktu sholat yang diperintahkan Allah, dalam Surat Huud 11:114,

Artinya: Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Ayat ini adalah termasuk surah Makkah yang menentukan jumlah shalat ini. Terlepas dari perbedaan cara penafsiran tentang jumlah waktu shalat, kewajiban shalat telah ada dalam periode kerasulan di Mekah dan tidak perlu timbul dari tawar-menawar dengan Allah, sebagaimana selalu dikaitkan misi mi’raj, yang terdapat dalam hadist ahad atau hadist yang bersumber dari satu orang.

SHALAT MENJAUHKAN MANUSIA DARI PERBUATAN JAHAT

Shalat diperintahkan kepada orang-orang beriman pada saat-saat yang telah ditetapkan setiap hari, sebagaimana telah dijelaskan dalam al-Qur’an. Allah menjanjikan pahala bagi orang-orang yang benar-benar menjaga shalatnya dan yang istiqamah dalam menger­jakannya. Pahala lain yang akan diberikan kepada orang-orang yang mengerjakan shalat dijelaskan dalam al-Qur’an, sebagai berikut:

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’an ) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.s. al-‘Ankabut: 45).

Sebagaimana dinyatakan Allah dalam ayat di atas, orang-orang yang mengerjakan shalat dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Allah akan menolong untuk menjauhkannya dari perbuatan jahat.

Orang yang benar-benar menjaga dan mengerjakan shalat sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an adalah orang yang bertakwa kepada Allah. Orang yang berdiri, ruku’, dan sujud di hadapan Allah pada waktu-waktu tertentu setiap hari pasti akan dijauhkan dari perbuatan jahat, dan ia akan sangat takut kepada Allah.

Hati nurani orang-orang seperti itu, dengan kehendak Allah, akan senantiasa dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Sekalipun mereka melakukan kemungkaran untuk sementara waktu, mereka akan menya­dari kesalahan mereka pada saat berdoa dan bertafakkur di hadapan Allah Yang Maha­kuasa. Kemudian mereka akan bertobat dan menjauhi kemungkaran tersebut pada masa berikutnya.

MANFAAT GERAKAN SHALAT BAGI KESEHATAN TUBUH

Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tapi juga gerakan-gerakan sholat adalah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, sholat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan sholat, merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam sholat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat, Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’tidal: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: i’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

Sujud: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya, saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam: Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud dalam sholat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.

SHALATNYA MUKMIN SAMA SEPERTI SHALATNYA ALAM SEMESTA

Banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa alam semesta beserta isinya selalu bertasbih dan juga bersujud kepada Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana cara Alam semesta

bertasbih Kepada Allah?
Bagaimana cara Alam semesta bersujud kepada Allah?
Cara alam semesta bertasbih dan bersujud kepada Allah dengan cara tunduk patuh atas perintahAllah dalam hukum-hukum kealaman yang sudah ditetapkan oleh Allah sehingga dalamkehidupan ini terjadi suatu keseimbangan. Tetapi lebih spesifik bahwa tingkah laku alam yanguniversal adalah bahwa alam semesta mulai dari yang mikrokopis dan makrokopis selalubergerak dan pergerakan yang universal dari alam semesta adalah gerak Rotasi dan Revolusi.

 
Gerak Rotasi dan revolusi dilakukan mulai dari atom, tata surya sampai pada galaksi.

Jadi cara alam semesta bertasbih dan bersujud adalah adanya gerakan Rotasi dan Revolusi.
 
Bagaiman Hubungannya dengan Sholat?
 
Manusia juga diserukan bertasbih kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Thoha 130.
 
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu dimalam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
 
Dan juga pada surat Al-Ahzab 41: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada Nya di waktu pagi dan petang.
 
Cara manusia bertasbih adalah dengan cara yang sudah disyari’atkan oleh Allah memalui Rasulnya. Sholat adalah salah satu cara yang disyari’atkan dan tidak boleh tidak dikerjakan kecuali kematian.

Bertasbih Kepada Allah? Bagaimana cara Alam semesta bersujud kepada Allah?Cara alam semesta bertasbih dan bersujud kepada Allah dengan cara tunduk patuh atas perintahAllah dalam hukum-hukum kealaman yang sudah ditetapkan oleh Allah sehingga dalamkehidupan ini terjadi suatu keseimbangan.

Tetapi lebih spesifik bahwa tingkah laku alam yangHubungan sholat dan gerakan alam adalah mempunyai gerakan yang sama menurut hubungan secara matematis. Sholat sebagai cara manusia bertasbih dengan gerak Rotasi dan Revolusi sebagai cara alam alam semesta bertasbih mempunyai kesamaan dalam hal geometrik.

Rotasi dan Revolusi dari sudut pandang matematis yaitu sudut tempuh (besar derajad busur) untuk seluruh periode nilai sudutnya adalah 360 derajad. Ini mempunyai kesamaan dengan sholat dari    Dan banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa alam semesta beserta isinya selalubertasbih dan juga bersujud kepada Allah.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara Alam semesta universal adalah bahwa alam semesta mulai dari yang mikrokopis dan makrokopis selalu bergerak dan pergerakan yang universal dari alam semesta adalah gerak Rotasi dan Revolusi.

Gerak Rotasi dan revolusi dilakukan mulai dari atom, tata surya sampai pada galaksi. Jadi cara alam semesta bertasbih dan bersujud adalah adanya gerakan Rotasi dan Revolusi.
 
Bagaiman Hubungannya dengan Sholat?
 
Manusia juga diserukan bertasbih kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Thoha 130:
 
Artinya: Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
 
Dan juga pada surat Al-Ahzab 41:
 
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada Nya di waktu pagi dan petang.
 
Cara manusia bertasbih adalah dengan cara yang sudah disyari’atkan oleh Allah memalui Rasulnya. Sholat adalah salah satu cara yang disyari’atkan dan tidak boleh tidak dikerjakan kecuali kematian.
 
Hubungan sholat dan gerakan alam adalah mempunyai gerakan yang sama menurut hubungan secara matematis. Sholat sebagai cara manusia bertasbih dengan gerak Rotasi dan Revolusi sebagai cara alam alam semesta bertasbih mempunyai kesamaan dalam hal geometrik.
 
Rotasi dan Revolusi dari sudut pandang matematis yaitu sudut tempuh (besar derajad busur) untuk seluruh periode nilai sudutnya adalah 360 derajad. Ini mempunyai kesamaan dengan sholat dari Alam semesta atau jagad raya atau cakrawala senantiasa selalu bertasbih kepada Allah. Dalam

Al-Qur’an surat Al-Isro’ 44 disebutkan bahwa:

Artinya: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti Tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun.

Dalam Surat Al-Hasyr 24 juga dijelaskan

Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan,Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Ber Tasbih kepada Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. setiap raka’at mempunyai sudut 360 derajad. Jadi dibalik gerakan sholat mempunyai keterkaitan dengan gerakan kealaman.

Terkait dengan materi sholat, banyak para penulis mencoba menganalisis dari wajah yang berbeda. Ada yang menganalisis dari sudut pandang filosofis, ada dari sudut pandang klinik-medis seperti disertasi doktor UNAIR yaitu tentang pengaruh sholat terhadap kekebalan imunulogik, ada yang menulis dari sudut pandang ilmu sosial dan lain-lain. Tetapi tetap sholat harus menjauhkan dari perbuatan keji dan mungkar.

Tidak ada artinya apabila kita sudah mengkaji sholat mulai dari sudut filosofi, sudut kosmologi, sudut klinik-medik, sudut ilmu sosial tetapi tetap melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Wacana

Kami lebih senang apabila membahas sholat dimulai dengan apa yang sering dikatakan oleh para Ulama’ bahwa sholat adalah mi’rojnya orang mukmin. Dalam Barzanji disebutkan bahwa yang namanya mi’roj adalah bahwa antara Nabi Muhammad dengan Allah tanpa Aling-aling.

Pertanyaannya apakah kita waktu sholat sudah melakukan mi’roj? Karena sholat adalah mi’rojnya orang mukmin berarti kita hendaknya melakukan mi’roj pada waktu sholat.

Kenapa banyak orang sholat, tetapi masih melakukan perbuatan keji dan mungkar? Kenapa banyak orang sholat dan mengerti tentang sholat dari sudut pandang filosofi, dari sudut pandang klinik-medik, dari sudut pandang sosial, tetapi tetap tidak pernah menjauhi perbuatan keji dan mungkar? Menurut kami karena sholatnya belum sampai pada melakukan Mi’roj.

Sebuah hadits menjelaskan bahwa, Beribadahlah kamu seolah-olah melihat Tuhan, apabila kamu tidak bisa, anggaplah seolah-olah dilihat oleh Tuhan.

cahyaiman.wordpress.com
foto wordpress.com