fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Khanate Crimea, Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur

Khanate Crimea, Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur

Fiqhislam.com - Ajaran Islam berkembang luas hingga ke daratan benua Eropa.  Penyebaran Islam  secara besar-besaran di Eropa bagian timur, khususnya Rusia terjadi ketika  Kekhalifahan Turki Usmani (Ottoman) menguasai dunia selama enam abad lamanya (27 Juli 1299 hingga 29 Oktober 1923).

Ketika ajaran Islam berkembang di wilayah-wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia, pernah berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Wilayah kekuasaannya meliputi Eropa Timur dan Tenggara. Salah satu kerajaan (khanate) Islam yang paling lama berkuasa di wilayah itu adalah Khanate Crimea.

Kerajaan tersebut mulai berdiri sejak 1441 M dan jatuh pada 1783 M. Khanate ini pernah berada di bawah dua kekuasaan, yakni kekuasaan Tatar Crimea dan kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani, ketika itu Crimea menjadi wilayah protektorat.

Khanate Crimea berdiri ketika beberapa klan dari Kekaisaran Golden Horde menghentikan kehidupan nomaden mereka di Desht- Kypchak (sekarang stepa Kypchak di wilayah Ukrainia dan Rusia Selatan) dan memtuskan untuk menjadikan Crimea sebagai kampung tempat tinggal mereka. Saat itu, wilayah Crimea adalah bagian dari ulus (distrik) Golden Horde sejak 1239, dengan ibukotanya Qirim (Staryi Krym).

Kaum separatis lokal mengundang seorang penakluk dari keturunan Jengis Khan bernama Haci Giray, untuk menjadi pemimpin mereka. Haci Giray menerimanya dan meninggalkan pengasingan di Lithuania untuk berperang memperjuangkan kebebasan melawan Horde mulai 1420 sampai 1441. Ia lalau meraih kesuksesan atas upayanya itu.

Namun setelah itu Haci Giray harus menyingkirkan saingan internalnya sebelum memegang tahta pada 1449 M. Ia lalu memindahkan ibukota Crimea ke Qirq Yer (sekarang menjadi bagian dari Bahçeseray--sebuah kota di Ukraina). Wilayah Khanate ini meliputi semenanjung Crimea (kecuali selatan dan barat daya pantai dan pelabuhan, yang dikuasai oleh Republik Genoa) serta stepa Ukraina yang kini terbentang di wilayah Ukraina dan Rusia Selatan.

Haci Giray disebut-sebut sebagai pendiri dan penguasa Khanate Crimea. Ia adalah generasi ke-11 dari Jengis Khan, penguasa Mongol Raya. Sejatinya, Khanate Crimea merupakan satu dari beberapa peninggalan Golden Horde, bagian utara-barat Kerajaan Mongol yang terpisah.

Kerajaan yang berada  di utara Laut Hitam ini adalah sisa kerajaan yang masih dapat dijumpai. Crimea adalah bagian dari kerajaan Golden Horde. Ia menjadi unit administrasi yang terpisah dan penguasanya (amir) memiliki signifikansi yang besar dalam struktur politik Golden Horde di awal abad  ke-15 M. Giray berhasil memperluas kekuasaannya ke wilayah antara Dniepr dan Don, berkat aliansi dengan Moskow dan negara Polandia-Lithuania.

Ia kemudian mengalahkan Genoa dan memberlakukan kekuasaannya di Kaffa, sebuah koloni yang dibangun Genoa di Crimea. Giray meninggal pada 1466. Para putra Haci I Giray bersaing satu sama lain untuk menggantikannya. Dinasti Turki Usmani melakukan intervensi dan memposisikan salah satu dari mereka, Menli I Giray, sebagai penerus tahta.
 
Sebelumnya, tampuk kekuasaan sempat dipegang oleh Nur Dewlet, saudara Meñli I Giray, yang menang dengan arahan raja Grand Horde, Ahmed. Pada 1475, pasukan Utsman menaklukkan Kerajaan Yunani Theodoro dan juga para koloni Genoa di Cembalo, Soldaia, dan Caffa. Dan setelah itu, Khanate Crimea berada di bawah protektorat/perwalian Kekaisaran Utsmani.

Tahun 1475, Kekaisaran  Turki Utsman memenjarakan Menli I Giray karena menolak invasi. Setelah kembali dari pengasingan di Konstantinopel, ia menerima kedaulatan dari Turki Usmani. Para sultan Ottoman memperlakukan para khan  --sebutan untuk pemimpin tertinggi dalam khanate -- lebih pada sebagai sekutu daripada sebagai warga.

Dan selama itu, Khanate Crimea memiliki kebijakan tersendiri (terlepas dari Turki Usmani) di stepa-stepa wilayah Tartary Kecil. Para khan tidak membayar upeti kepada Kekaisaran  Turki Usmani, melainkan justru mendapatkan bayaran dari Utsman sebagai imbalan karena menyediakan pasukan berkuda (kavaleri) dalam berbagai operasi-operasi militernya.

Crimea mulai kehilangan kekuatan dalam hubungan dengan Kekaisaran Turki Usmani. Hal itu terjadi  akibat dari sebuah krisis yang terjadi pada 1523, saat Crimea berada di bawah kekuasaan Mehmed I Giray, penerus Menli I Giray, yang meninggal pada tahun itu.  Maka, sejak 1524 dan seterusnya, para khan Crimea ditunjuk oleh Sultan dari Kekaisaran Ottoman.

Ditinjau dari tingkat kepentingan dan daya tahannya, aliansi yang terbangun antara Tatar Crimea dan Kekaisaran Ottoman disebut-sebut sebanding dengan hubungan Polandia-Lithuania. Betapa tida. Kavaleri Crimea sangat dibutuhkan oleh Kekaisaran Turki Usmani dalam operasi militer yang dilakukan di Eropa (Polandia, Hungaria) dan Asia (Persia).

Pada tahun 1502, Menli I Giray mengalahkan khan terakhir dari Great Horde, yang sekaligus mengakhiri klaim khanate tersebut atas wilayah Crimea. Khanate Crimea lalu menjadi satu di antara beberapa kekuasaan terkuat di Eropa Timur hingga abad ke-18 M.  Penguasa Khanate Crimea adalah pemeluk Islam. Sehingga, dinasti memainkan peran yang tak ternilai harganya dalam menyebarluaskan Islam.

Selain itu orang-orang Crimea terlibat dalam penyerangan kerajaan Danubia, Polandia-Lithuania, dan Muscovy. Untuk setiap tawanan, khanate menerima bagian tetap sebesar 10 atau 20 persen. Pada masa yang lama, hingga awal abad 18, kerajaan ini mengatur perdagangan masal budak dengan Kerajaan Utsman dan Timur Tengah. Caffa adalah salah satu tempat yang paling dikenal sebagai bandar serta tempat perdagangan budak.

Paruh pertama abad ke-17 M, Kalmyks membentuk Khanate Kalmyk di Volga Bawah dan di bawah Khan Ayuka melancarkan banyak ekspedisi militer terhadap Khanate Crimea dan Nogays. Dengan menjadi bagian dari Rusia dan mengambil sumpah untuk melindungi perbatasan tenggara, Khanate Kalmyk berperan aktif dalam seluruh bagian perang Rusia pada abad 17 dan 18 M. Khanate ini menyediakan hingga 40.000 peenunggang kuda dengan persenjataan lengkap untuk itu.

Pasukan Rusia dan Ukrania bersatu menyerang Khanate Crimea yang berlangsung selama peeprangan Russo-Turki, 1735-1739. Rusia, di bawah komando Marsekal Lapangan Münnich, berhasil menembus Semenanjung Crimea dan membakar serta menghancurkan semua yang mereka temukan dalam perjalanan ekspedisi mereka.

Sejumlah perang lainnya terjadi selama pemerintahan Catherine II. Perang Rusia-Turki, 1768-1774 mengakibatkan Perjanjian Kuchuk-Kainarji, yang membuat Khanate Krimea independen dari Kekaisaran Ottoman dan selaras dengan Kekaisaran Rusia. Khanate ini pada akhirnya dianeksasi oleh Rusia pada 1783. Khanate ini berhasil menjalankan kekuasaannya selama 342 tahun, sembilan tahun setelah keluar dari protektorat Kekaisaran  Turki Utsmani. [yy/republika.co.id]

 

Hansaray, Istana Warisan Islam di Eropa


Hansaray, Istana Warisan Islam di Eropa

Di Ukraina, negara bekas pecahan Uni Soviet, Eropa Timur,  pernah berdiri sebuah khanate (dinasti) Islam yang berkuasa selama lebih dari tiga abad (1441-1783 M). Khanate yang berperan menyebarkan Islam di wilayah Eurasia itu bernama Khanate Crimea. Hingga kini, khanate tersebut meninggalkan jejak yang  mampu menceritakan kejayaan Islam pada masa lampau.

Salah satu jejak sejarah yang ditinggalkan Khanate Crimea adalah kompleks istana para khan -- sebutan untuk raja atau sultan -- Tatar di kota Bakhchisaray, Pulau Crimea, Ukraina. Kompleks istana yang disebut “Hansaray” itu dibangun pada abad ke-16 dan menjadi rumah para khan penguasa Khanate Crimea.

Desain rumit istana dan menara-menara masjid di kompleks tersebut konon dibangun  para budak Rusia dan Ukrania di bawah komando para arsitek dari Kekaisaran Turki Usmani, Persia, dan Italia. Meski beberapa bagian bangunan telah rusak dan telah mengalami rekonstruksi, struktur konstruksi Hansaray masih sama dengan aslinya.

Beberapa bangunan dibangun di dalam kompleks tersebut ketika beberapa bangunan asli tidak dapat dipertahankan. Kini, peninggalan sejarah Islam pertengahan abad ke-16 M itu difungsikan sebagai museum.

Kompleks istana yang dikelilingi tembok itu berisi masjid, harem (tempat tinggal untuk wanita), pemakaman, ruang-ruang tempat tinggal keluarga khan, serta beberapa taman dan bangunan pendukung lainnya. Hansaray adalah satu dari beberapa istana Muslim yang ditemukan di Eropa. Dekorasi interiornya menggambarkan gaya tradisional  Tatar yang 'hidup' pada abad ke-16 M.

Desain interior mayoritas bangunan istana, baik di dinding ataupun langit-langit ruangan, didominasi oleh lukisan. Warna yang digunakan beragam, mulai hijau, kuning, biru, hitam, serta merah yang menjadi warna paling dominan, dengan ornamen yang tidak terlalu rumit. Selain itu, pintu dan jendela istana banyak menggunakan kaca bermotif dengan warna-warna cerah yang memberikan kesan megah dan hidup pada bagian dalam bangunan.

Masjid besar yang berdiri di dalam kompleks istana terletak di bagian taman yang dinamai Palace Square. Masjid ini bernama Buyuk Han Cami (bahasa Tatar Crimea yang berarti The Big Khan Mosque atau Masjid Khan Besar). Pintu gerbang yang menghadap ke utara menjadi akses masuk ke dalam masjid ini.

Masjid yang berukuran hampir dua kali lipat dari Guest House kerajaan dan menjadi salah satu masjid terbesar di Crimea ini adalah konstruksi pertama saat Sahib I Giray (khan Crimea yang berkuasa pada 1532-1551 M) membangun istana Crimea pada 1532 M. Karenanya, pada abad ke-17, masjid ini bernama "The Mosque of Sahib Giray Khan" untuk mengenang sang Khan.

Bangunan Buyuk Han Cami terdiri dari sebuah ruang sholat utama yang luas dengan tiga lorong, serta sebuah ruangan meditasi dan serambi bertiang menghadap timur dan barat. Selain itu, terdapat pula sebuah balkon yang disangga oleh tiga dari empat sisi dindingnya, di mana terdapat satu bagian yang dikhususkan bagi khan saat menghadiri kegiatan keagamaan di masjid.

Ruangan istimewa tersebut dihiasi jendela dengan kaca berwarna serta lukisan-lukisan di dinding dan langit-langitnya. Tempat ini adalah satu-satunya bagian istana di mana elemen dekorasi yang langka seperti ubin kaca tetap bertahan dan terjaga.

Di bagian luar, dua menara simetris menjulang menembus atap serambi masjid. Puncak menara setinggi 28 meter itu berbentuk kerucut. Di sudut timur laut masjid dapat ditemukan sebuah bangunan kecil yang di dalamnya terdapat bangunan menyerupai baskom besar dengan kubah di atasnya. Baskom tersebut berfungsi menampung air yang dialirkan melalui pancuran dan digunakan untuk berwudlu.

Di bagian luar dinding timur masjid diyakini pernah berdiri sebuah madrasah yang dibangun oleh Arslan Giray Khan pada tahun 1750-an. Di sudut masjid lainnya, sebuah pintu gerbang yang menghadap utara menjadi akses masuk ke dalam masjid ini.

Di sekitar Buyuk Han Cami, terdapat pemandian Sari Guzel dan pemakaman istana yang berisi sejumlah nisan kerajaan. Di dekatnya, terdapat pula area pelayanan yang berdampingan dengan satu dari dua gerbang Hansaray. Satu gerbang lainnya berada di antara barak pengawal kerajaan dan Guest House yang berada di tepi sungai.

Pemandian (hammam) Sari Guzel terletak dekat sungai di luar kompleks istana, hingga sebelah timur Big Khan Mosque. Interiornya dihiasi sebuah plakat berbentuk prasasti yang terdapat di salah satu dindingnya. Plakat tersebut merujuk pada Sahib I Giray sebagai pembangun pemandian tersebut, dan menyebutkan tahun 1532 sebagai waktu konstruksi.

Pemandian ini beratapkan beberapa kubah dengan lubang-lubang kaca yang memungkinkan cahaya dari sinar matahari masuk ke dalam ruang pemandian. Lantainya dibangun lebih tinggi menyerupai dermaga rendah untuk memungkinkan sirkulasi udara panas dari tungku pemanas ruangan. Pemandian yang ditutup sejak 1924 ini dulunya dibuka untuk umum.

Di sudut timur laut Taman Persia, berdiri Menara Falcon. Menara tersebut berbentuk oktagonal berbahan kayu dengan atap berbentuk piramida. Interior luas di dalamnya dilengkapi tangga kayu menuju puncak menara yang digunakan sebagai sarang elang.

Selain The Big Khan Mosque, terdapat sebuah masjid lain yang disebut The Small Khan Mosque atau "Kiçik Han Cami" dalam bahasa Tatar Crimea, yang terletak di dalam bangunan utama kompleks. Masjid ini dibuat untuk para anggota keluarga khan dan para pembesar khanate. Konstruksinya dibangun pada abad 16 dan lukisan-lukisan di dalamnya dibuat pada abad 17 dan 18.

Mihrab (tempat imam memimpin shalat) terletak di bagian dinding dalam sebelah utara. Bagian atasnya berhias lukisan tujuh lajur ornamen yang melambangkan tujuh tingkatan surga. Di atas mihrab tersebut terdapat jendela dengan kaca berwarna yang bermotif heksagram hasil bentukan dua buah segitiga yang menghasilkan segitiga-segitiga berukuran lebih kecil di keenam sudutnya, ditambah lingkaran kuning di pusat heksagonal tersebut.

Dalam Islam, lambang ini dikenal sebagai Tanda Sulaiman. Motif ini banyak digunakan oleh kaum Tatar Crimea dalam dekorasi jendela-jendela masjid, batu nisan, koin, dan juga perhiasan. Dekorasi lain yang menghiasi bagian dalam masjid adalah lukisan, berupa gambar kapal layar, kuda-kuda dan para penunggangnya.

Salah satu sudut halaman Hansaray menyimpan sebuah peninggalan Khanate Crimea lainnya, yakni sebuah air mancur dari marmer. Air mancur ini dibuat oleh khan terakhir Crimea, Qırım Giray, sebagai ungkapan kesedihannya atas kematian salah satu istri yang amat disayanginya. Sang Khan sangat berduka dan tak berhenti meratap usai kematian istrinya, seorang wanita Polandia.

Duka mendalam yang ditunjukkan Qasim itu, yang mampu menghapuskan watak kejam yang melekat pada dirinya, sempat menggegerkan semua orang yang mengenalnya. Qasim akhirnya memerintahkan pembangunan air mancur tersebut, yang akan terus meratap dan menangis seperti dirinya. Di bagian atas air mancur, terdapat sebuah delapan baris kalimat Arab yang ditulis dengan khat (seni kaligrafi Islam) Usmani. [yy/republika.co.id]