15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Konflik Berdarah dalam Peradaban Islam

Konflik Berdarah dalam Peradaban Islam

Fiqhislam.com - Sepeninggal Rasulullah SAW, muncul beragam faksi di dalam tubuh umat Islam. Beberapa di antaranya melibatkan generasi sahabat dan tabiin. Benih-benih pertikaian sesama Muslim itu tak kunjung hilang, bahkan hingga dinasti Islam terakhir, Ottoman, pada abad ke-19.

Perang Jamal

Perang Jamal yang melibatkan kubu Aisyah, istri Rasulullah SAW dan Ali bin Abi Thalib RA.
Waktu: Desember 657 M/11 Jumadil Akhir 36 H.
Motif: Tuntutan pengusutan pembunuh Utsman bin Affan RA.

Perang Shiffin

  • Pertempuran ini terjadi di antara dua kubu, yaitu Muawi- yah bin Abu Sufyan dan Ali bin Abi Talib, di tebing Sungai Furat yang kini terletak di Suriah. Waktu: Mei-Juli 657 M. Motif: Tuntutan pengusutan pembunuh Utsman bin Affan RA.
     

Efek

  • Terbunuhnya Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam.
  • Tercetusnya tahkim (arbitrase) untuk menghentikan perang.
  • Munculnya faksi-faksi yang semula bermotif politik, akhirnya meluas ke ranah teologi dan keagaman, yaitu:


Syiah

  • Pendukung keputusan Ali bin Thalib.


Khawarij

  • Kelompok yang berada di pihak Ali bin Abi Thalib, namun menolak menerima putusannya.


Kubu Muawiyah

  • Menuntut terbunuhnya Utsman bin Affan dan meminta Ali bin Abi Thalib bertanggung jawab.


Kubu Aisyah

  • Termasuk di dalamnya, az-Zubair bin al-Awwam dan Thalhah, yang menuntut pengusutan kasus terbunuhnya Utsman dan tidak sepakat pengangkatan Ali.


Total sahabat Rasulullah SAW

  • 114 ribu orang


Posisi Sahabat Rasulullah

  • Sunni: Dalam teologi Suni, para sahabat adalah 'udul', kredibel, dan tidak boleh dicaci.


Syiah

  • Para sahabat berhak mendapat cacian karena dianggap telah melakukan bid\'ah dan pemberonta- kan terhadap Ali bin Abi Thalib.


Ragam Aksi Perebutan Kekuasaan

  • 680-687 M : Terjadi rentetan pemberontakan oleh Syiah terhadap Dinasti Abbasiyah.
  • 750 M : Dinasti Umayyah tumbang oleh pemberontakan Bani Abbas yang berkongsi dengan Abu Muslim al-Khurasani.
  • 1050-an M : Dinasti Fatimiyah mendukung pemberontakan terhadap Dinasti Abbasiyah di Baghdad hingga berhasil menguasainya sampai pada 1059 M.
  • 1171 M : Terjadi intrik politik di internal Dinasti Fatimiyah yang mengakibatkan dinasti ini lemah dan runtuh perlahan.

yy/republika