30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Terungkapnya Peranan Muslim Dalam Era Renaisans

http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-9-islam/averroes_200_200.jpg

Fiqhislam.com - Banyak yang telah dikatakan tentang hari-hari kemenangan kontribusi Islam terhadap ilmu pengetahuan. Tapi pengaruh ilmu pengetahuan Islam pada masa ilmu pengetahuan masa Renaisans di Eropa secara tidak adil diremehkan oleh banyak pengamat barat, menurut peneliti ilmu pengetahuan Arab terkenal.

Selama pembicaraan di London berjudul "Ilmu Pengetahuan Arab di Masa Awal Akademi Ilmu Pengetahuan Italia", Profesor George Saliba mengutip sejumlah contoh pengaruh signifikan ilmuwan Muslim pada pekerjaan Galileo dari Italia dan rekan sejamannya yang kurang terkenal - tapi sama pentingnya - yaitu Della Porta. Pidato itu merupakan bagian dari konferensi internasional yang diadakan di Museum Ilmu Pengetahuan London, yang diselenggarakan oleh Yayasan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Peradaban (FSTC) untuk menandai peluncuran internasional pameran "1001 Penemuan: Menggali Warisan Muslim di Dunia Kita".

Baik Galileo dan Della Porta merupakan anggota "Accademia dei Lincei", akademi yang tak ternilai harganya di Italia, negara yang dipuji karena memberikan nyala pertama bagi api Kebangkitan Eropa, menurut Saliba, yang merupakan Profesor Ilmu Pengetahuan Arab dan Islam di Departemen Timur Tengah dan Bahasa dan Budaya Asia di Universitas Columbia, New York.

Saliba mengatakan bahwa Galileo dalam pekerjaan awalnya kembali menggunakan pendapat banyak ilmuwan Arab dan Islam untuk membuat penemuannya.

Banyak pengamat Barat modern secara salah membatasi lingkup ilmuwan Islam semata-mata untuk meloloskan pengetahuan Yunani kuno, dimana kenyataannya mereka membangunnya dengan penambahan dan permulaan mereka sendiri yang penting untuk pembangunan ilmu pengetahuan di Eropa, Saliba menekankan, yang telah menulis sejumlah buku tentang Ilmu Pengetahuan Arab, termasuk karyanya yang terbaru "Ilmu Pengetahuan Islam dan Pembuatan Renaisans Eropa".

Saliba juga mencatat bahwa komentator Muslim dan Arab pada filsuf Yunani secara salah dianggap hanya pembawa pemikiran kuno, dimana kenyataannya komentar-komentar ini mengandung ide paling asli dan dalam banyak kesempatan menyanggah beberapa pemikiran Yunani.

Salah satu contoh yang dikutip oleh Saliba adalah tawaran Galileo untuk membantah salah satu teori Aristoteles, dimana ilmuwan Italia itu menggunakan tulisan dan pendapat ilmuwan Muslim - khususnya Averroes - untuk membawakan tugasnya.

Ironisnya, bagi banyak orang Barat saat ini, Averroes sangat dikaitkan dengan mewakili pemikiran Aristoteles, walaupun ilmuwan Eropa yang memimpin arah itu menuju Renaisans sangat sadar dengan kontribusi awal Averroes dan sangat berhutang pada pekerjaan banyak ilmuwan Islam lainnya.

Walaupun Galileo menggunakan pendapat dari Copernicus untuk menyangkal Aristoteles, Saliba menambahkan, ide ini sendiri awalnya berasal dari ilmuwan Islam, khususnya Nasir al-Din al-Tusi, yang menulisnya sekitar 200 tahun lalu sebelum Copernicus.

Dengan melihat pada indeks dua buku awal Galileo, Saliba menunjukkan ketergantungan besar pada sumber ilmu pengetahuan Islam. Banyak nama muncul, seperti Thabit dan al-Battani, tapi mungkin yang paling ironis adalah pencantuman al-Ghazali, yang merupakan kritikus Averroes dan seringkali ditampilkan mengacaukan gaya filsafat Yunani.

Indeks itu menunjukkan bahwa bahkan Copernicus pun merupakan figur minoritas dalam perbandingan dengan ilmuwan Islam awal. Mereka juga menunjukkan bahwa Galileo sangat akrab dengan "Kitab al-Shifa" milik Ibnu Sina (Buku Penyembuhan).

Saliba juga meminta perhatian pada ilmuwan Italia penting lainnya (walaupun kurang dikenal), Della Porta, yang bukunya tentang rahasia alam ditulis tahun 1559, dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris di tahun 1585 dengan judul "Natural Magic".

Saliba mencatat Della Porta, yang membuat banyak referensi pada Ibnu Sina dan Averroes, ingin bukunya diterjemahkan ke bahasa Arab, yang dianggap sebagai bahasa ilmu pengetahuan pada masa itu.

Di buku lain Della Porta yang ditulis di tahun 1610, Saliba menambahkan, ilmuwan Italia meminta bantuan seorang teman untuk menulis pujian pendek untuk buku itu dalam bahasa Arab. Pujian itu, catat Saliba, diletakkan di halaman dua untuk menunjukkan bahwa buku itu laya dibaca karena orang-orang Arab memujinya.

Karena Islam saat ini berada di bawah peningkatan pengawasan di Barat - untuk segala alasan yang salah - mungkin layak mengunjungi kembali bagaimana pengawasan yang sama atas Islam selama masa Renaisans mengarah pada kesimpulan yang benar berbeda, kesimpulan yang membantu membentuk peradaban Barat seperti yang kita ketahui. (raz/alt/suaramedia.com)