14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Mengapa Ada Singa Dalam Sphinx?

Mengapa Ada Singa Dalam Sphinx?

Fiqhislam.com - Salah satu patung terbesar di dunia yang terbuat dari satu batu utuh yang diukir, dengan bertubuh singa dan kepala manusia yang terdapat di Mesir? Patung ini juga dianggap sebagai panduan spiritual dan sering ditemukan di kamar-kamar pemakaman, juga penjaga pemakaman berbentuk piramid.

Sphinx, inilah nama yang dimiliki patung besar ini, merupakan patung yang terkenal di Giza, Mesir. Sphinx diyakini merupakan kepala khufu. Dikenal sebagai the great sphinx of giza. Orang Arab mengetahui Sphinx Agung Giza, sebagai Bapak Teror atau Abu Al-Hawl.

Mengapa patung ini bertubuh singa dan berkepala manusia ? Sphinx Mesir adalah hibrida yang terdiri dari tubuh singa dan kepala manusia, sosok kerajaan yang mengenakan hiasan kepala nemes khusus untuk raja, dan biasanya dilengkapi dengan janggut palsu pendek, atribut bangsawan lainnya.

Awalnya, ia mengambil bentuk hewan yang gagah, dengan kaki depan terentang dan terpisah satu sama lain. Tetapi beberapa sphinx digambarkan berjalan dengan empat kaki, dan, lebih jarang, beberapa digambarkan duduk.

Sphinx menggunakan simbol maskulin, meskipun dari Kerajaan Baru, ada sphinx perempuan yang mewakili ratu. Sphinx perempuan terinspirasi oleh sphinx jantan yang menggambarkan firaun. Patung ini keberadaannya dekat dengan piramida, dengan memiliki bentuk yang tidak biasa. Patung ini berasal dari pemerintahan raja Khafre yang merupakan raja ke-4 Dinasti ke-4.

Sphinx: History of A Monument karya Christiane Zivie-Coche, menyebutkan bahwa palet prinastik menampilkan representasi hewan yang luar biasa, mereka menggunakan singa dan bukan sphinx untuk membangkitkan kekuatan bangsawan. Simbolisme singa ini, yang berasal dari era paling awal, bertahan sepanjang periode sejarah; singa mencirikan kekuatan kedaulatan firaun, yang juga diwujudkan dengan gambar Sphinx.

Bentuk campuran sphinx tampaknya tidak ditemukan sampai Dinasti 4. Sebuah sphinx batu kapur kecil yang dianggap feminin telah dikaitkan dengan Radjedef, pendahulu Chephren, yang dimakamkan di Abu Rawash. Kepala kuarsit yang indah dari raja ini, sekarang menjadi koleksi langka di Louvre, Perancis.

Sphinx disebut singa dengan wajah manusia. Panjangnya sebagai tubuh hewan 238 kaki, tingginya lebih dari 65 kaki, dan punggungnya adalah 40 kaki. Dimensi ini menjadikan Sphinx sebagai raksasa terbesar, dengan kekhasannya secara fisik merupakan bagian dari tak terpisahkan dari dataran tinggi.

Sphinx of Giza merupakan karya luar biasa oleh seorang arsitek jenius. Sphinx menciptakan seni baru untuk melayani penguasa yang perkasa yang ingin terus dicitrakan kebesarannya. Jenis patung ini sangat dihargai oleh penguasa dinasti 12, yang meminjamkan gaya tertentu dan selalu dapat dikenali ini adalah sphinx yang telah lama disebut Hyksos, diambil dari nama orang Semit yang menetap di utara delta.

Ketika kita berdiri di depan sphinx, bagaimanapun, wajahnya adalah seperti seorang raja, kepalanya memakai hiasan kepala kerajaan, dan umumnya memiliki janggut palsu. Tapi kepala ini bertumpu pada tubuh singa, simbol kekuatan kemenangan dan inkarnasi prinsip ilahi. Demikianlah raja, berdasarkan sifat hewani ini, disimbolkan melampaui kondisi manusiawi. [yy/republika]

nazla ulya