pustaka.png.orig
basmalah.png


10 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 20 Juni 2021

Keterikatan Mozambik dengan Islam Miliki Sejarah Panjang

Keterikatan Mozambik dengan Islam Miliki Sejarah Panjang


Fiqhislam.com - Awalnya Islam masuk ke wilayah ini melalui para pedagang Muslim, sebagian besar berasal dari Yaman. Kedatangan pedagang Arab di Mozambik dimulai pada abad ke-4 Hijriah ketika umat Islam mendirikan kerajaan  kecil di pantai Afrika Timur.

Link antara Islam dan klan utama di Mozambik telah ada sejak abad ke-8 ketika Islam membuat terobosan ke pantai utara Mozambik dan menjadi terkait dengan penguasa elite Shirazi.

Sejak berdirinya Kesultanan Kilwa di abad ke-10 oleh Ali bin al-Hassan Shirazi, Islam telah menjadi agama utama di wilayah ini. Mantan kota pelabuhan, Sofala, yang menjadi terkenal karena perdagangan gading, kayu, budak, emas, dan besi dengan Timur Tengah dan India, adalah salah satu pusat perdagangan paling penting di pantai Mozambik .

Selama periode berikutnya dari Dinasti Oman Al Bu Said, pedagang Muslim memperluas zona perdagangan mereka hingga ke selatan pantai Mozambik. Pada masa ini diyakini bahwa hampir semua penduduk kota adalah Muslim sebelum kedatangan Portugis pada abad ke-16.

Pada dekade sebelumnya, Islam pernah menghadapi tantangan serius di Mozambik selama era kolonial. Selama periode Estado Novo (1926-1974), Katolik Roma menjadi agama yang dominan berikut aliansi formal antara gereja dan pemerintah.

Partai yang berkuasa di Mozambik sejak kemerdekaan, yang dikenal sebagai Frelimo, melakukan kampanye antiagama selama kurun waktu 1979-1982. Setelah kemerdekaan, Frelimo menyatakan Mozambik sebagai negara sekuler dan menasionalisasikan semua sekolah dan fasilitas kesehatan, yang sebelumnya dimiliki dan dijalankan oleh lembaga-lembaga keagamaan. Sikap represif pemerintah ditunjukkan dengan memenjara beberapa ulama pada 1975.

Kampanye antiagama ini dilakukan bukan hanya kepada agama Islam, melainkan agama lainnya juga. Namun, selama masa ini Islam dapat dikatakan menjadi yang paling menderita karena adanya kesalahpahaman atau prasangka dari kepemimpinan Frelimo.

Kampanye antiagama dari Frelimo secara resmi berakhir pada 1982 ketika partai yang berkuasa mengadakan pertemuan besar dengan semua lembaga keagamaan.

Pada kesempatan itu, Frelimo mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan menyadari pentingnya persatuan nasional untuk negara. Kontrol negara dari lembaga keagamaan dilanjutkan setelah 1982, tapi serangan negara terhadap agama telah berakhir.

Sejak akhir periode sosialis (1989 dan seterusnya), Muslim telah menjalani keyakinan dengan bebas dan membangun masjid baru. Muslim juga mulai berkontribusi di parlemen.

Organisasi agama Islam mulai dibentuk dan sebuah Universitas Islam didirikan di Nampula, dengan cabang di Inhambane. Mozambik juga merupakan anggota aktif dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Terdapat 17,9 persen Muslim di Mozambik dari total populasi negara yang berada di Afrika bagian selatan ini menurut sensus National Institute of Statistics pada 2007.

Sebagian besar Muslim Mozambik menganut Mazhab Suni Syafii. Muslim Mozambik terutama terdiri dari masyarakat adat Mozambik, keturunan warga Asia Selatan (India dan Pakistan), dan sebagian kecil dari Afrika Utara dan imigran Timur Tengah.

Memang mayoritas penduduk Mozambik memeluk Kristen. Jumlah keseluruhannya mencapai 56,1 persen. Sedangkan, 18,7 persen penduduk negara yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Malawi, Zambia, dan Zimbabwe menyatakan tak beragama. Sementara, sisanya 7,3 persen menganut beragam keyakinan.

Akan tetapi, konstitusi Mozambik mengatur bahwa semua warga negara memiliki kebebasan mempraktikkan atau tidak menjalankan agama dan memberikan hak denominasi agama untuk mengejar tujuan-tujuan agama secara bebas.

Pemerintah di semua tingkatan menghargai hak-hak ini dan berusaha melindunginya secara penuh serta tidak menoleransi pelecehan, baik oleh pelaku pemerintah maupun sipil. Pemerintah tidak mendukung agama tertentu, juga tidak ada agama dominan di negara.

Undang-undang mengharuskan lembaga keagamaan dan organisasi misionaris untuk mendaftar kepada Departemen Kehakiman, mengungkapkan sumber utama pendanaan mereka, dan memberikan nama-nama anggota minimal  500 orang. Tidak ada manfaat atau hak istimewa tertentu terkait dengan proses pendaftaran ini.

Terdapat tiga organisasi Islam utama di Mozambik, yaitu Kongres Islam, Dewan Islam, dan Komunitas Muslim Asian. Organisasi keagamaan nonpemerintah didanai oleh Kuwait dan Sudan. Sebuah LSM Badan Muslim Afrika fokus pada kegiatan kemanusiaan, seperti yang dilakukan Lembaga Pengembangan Muslim Aga Khan.

Konstitusi memberikan hak kepada kelompok agama untuk memperoleh aset sendiri. Hukum di negara dengan ibu kota Maputo yang terletak di pengujung bagian selatan ini mengizikan mereka memiliki dan mengoperasikan sekolah.

Meningkatnya populasi imigran Asia Selatan di negara yang merupakan anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis dan Persemakmuran ini, memiliki hubungan yang kuat dengan keberadaan sekolah Islam di negara tersebut.

Pada 2003 dan 2004, sekolah dasar dan menengah Islam didirikan di sejumlah kota, antara lain Matola, Xai-Xai, Nampula, Nacala, dan Pemba. Pembangunan sekolah ini banyak dilakukan berkat pembiayaan dari Badan Muslim Afrika atau dari tokoh Muslim lokal terkemuka, yang kebanyakan merupakan keturunan Asia Selatan. Sebuah organisasi Sudan juga telah menyediakan dana untuk sekolah-sekolah di Xai-Xai dan Nampula. [yy/republika]