14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Tanzania, Rumah Muslim Terbesar di Afrika Timur


Fiqhislam.com - Tanzania merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian timur. Ia terbentuk dari penyatuan dua wilayah berdaulat, yakni Tanganyika dan Zanzibar. Tak heran, jika negara itu memiliki daratan terluas di Afrika Timur. Negara itu memiliki tiga kawasan fisiografi, yakni kepulauan dan dataran pantai di sebelah timur, plato pedalaman berbetuk piring, dan sejumlah dataran tinggi.

Negara itu menjadi rumah bagi 13,2 juta Muslim. Menurut data pada Pew Research Center, pada Oktober 2009, populasi pemeluk Islam di Tanzania mencapa 30,2 persen dari total penduduk. Berdasarkan data pada Central Intelligence Agency (CIA), sebanyak 35 persen penduduk di daratan utama Tanzania beragama Islam, 30 persen beragama Kristen, dan 35 persen lainnya menganut kepercayaan animisme.

Sedangkan di Pulau Zanzibar, wilayah yang menyimpan sejarah kesultanan Islam menjelang akhir abad XIX, lebih dari 99 persen penduduknya adalah Muslim. Dalam tulisan bertajuk Muslim University in Tanzania; Combating Discrimination in Their Own Country, disebutkan, Tanzania kerap dianggap sebagai negara Kristen. Padahal, negara tersebut justru menjadi rumah bagi populasi Muslim terbesar di Afrika Timur.

Laman Wikipedia menyebutkan, dari total  pemeluk Islam, sebanyak 80 hingga 90 persen di antaranya merupakan Muslim Sunni, sementara sisanya merupakan keturunan Asia adalah Muslim Syiah. Sebagian besar Muslim Syiah adalah orang-orang keturunan Asia.

International Religious Freedom Report: Tanzania memaparkan bahwa Konstitusi Tanzania memberikan kebebasan beragama. Pemerintah menghormatinya sebagai hak. Namun, sejak setelah 1967, survei agama dihapuskan dari laporan sensus pemerintah sehingga saat tidak ada data yang benar-benar aktual dan akurat diketahui perbandingan jumlah Muslim dan non-Muslim di Tanzania.

Di Kota Morogoro, terdapat sebuah universitas Islam yang hampir separuh dari 1.500 mahasiswanya adalah perempuan muda. Tak diketahui secara jelas apakah mereka Muslim ataupun bukan. Yang jelas, semua mahasiswa perempuan diwajibkan mengenakan kain penutup kepala di lingkungan kampus.

Tentang keberadaan Tanzania, Abdulaziz menekankan perhatian pada situasi beragama di Zanzibar. Dalam Muslims in Eastern Africa-Their Past and Present, Zanzibar digambarkan sebagai sebuah kawasan berpenduduk hampir 100 persen Muslim yang terus menjalankan pengaruh Islam di Afrika Timur sejak awal abad XX.

Di Tanzania, semua hari libur kaum Muslim menjadi hari libur nasional, seperti juga hari-hari libur umat Kristen. Namun, lebih dari itu, di Zanzibar bulan Ramadhan diakui sebagai bulan suci, restoran dan kafe tutup hingga menjelang petang. Hingga menjelang awal abad XXI, merokok, makan, dan minum di jalan atau tempat umum dipandang sebagai perbuatan tabu dan para pemabuk dikenai denda. [yy/republika]

Tags: Tanzania | Zanzibar