9 Ramadhan 1444  |  Jumat 31 Maret 2023

basmalah.png

Muslim Mozambik Pernah Berjaya dengan Kerajaan

Muslim Mozambik Pernah Berjaya dengan Kerajaan

Fiqhislam.com - Keterikatan Mozambik dengan Islam memiliki sejarah panjang. Awalnya Islam masuk ke wilayah ini melalui para pedagang Muslim, sebagian besar berasal dari Yaman. Kedatangan pedagang Arab di Mozambik dimulai pada abad ke-4 Hijriah ketika umat Islam mendirikan kerajaan  kecil di pantai Afrika Timur.

Link antara Islam dan klan utama di Mozambik telah ada sejak abad ke-8 ketika Islam membuat terobosan ke pantai utara Mozambik dan menjadi terkait dengan penguasa elite Shirazi.

Sejak berdirinya Kesultanan Kilwa di abad ke-10 oleh Ali bin al-Hassan Shirazi, Islam telah menjadi agama utama di wilayah ini. Mantan kota pelabuhan, Sofala, yang menjadi terkenal karena perdagangan gading, kayu, budak, emas, dan besi dengan Timur Tengah dan India, adalah salah satu pusat perdagangan paling penting di pantai Mozambik .

Selama periode berikutnya dari Dinasti Oman Al Bu Said, pedagang Muslim memperluas zona perdagangan mereka hingga ke selatan pantai Mozambik. Pada masa ini diyakini bahwa hampir semua penduduk kota adalah Muslim sebelum kedatangan Portugis pada abad ke-16.

 

Muslim Mozambik Pernah Berjaya dengan Kerajaan

Fiqhislam.com - Keterikatan Mozambik dengan Islam memiliki sejarah panjang. Awalnya Islam masuk ke wilayah ini melalui para pedagang Muslim, sebagian besar berasal dari Yaman. Kedatangan pedagang Arab di Mozambik dimulai pada abad ke-4 Hijriah ketika umat Islam mendirikan kerajaan  kecil di pantai Afrika Timur.

Link antara Islam dan klan utama di Mozambik telah ada sejak abad ke-8 ketika Islam membuat terobosan ke pantai utara Mozambik dan menjadi terkait dengan penguasa elite Shirazi.

Sejak berdirinya Kesultanan Kilwa di abad ke-10 oleh Ali bin al-Hassan Shirazi, Islam telah menjadi agama utama di wilayah ini. Mantan kota pelabuhan, Sofala, yang menjadi terkenal karena perdagangan gading, kayu, budak, emas, dan besi dengan Timur Tengah dan India, adalah salah satu pusat perdagangan paling penting di pantai Mozambik .

Selama periode berikutnya dari Dinasti Oman Al Bu Said, pedagang Muslim memperluas zona perdagangan mereka hingga ke selatan pantai Mozambik. Pada masa ini diyakini bahwa hampir semua penduduk kota adalah Muslim sebelum kedatangan Portugis pada abad ke-16.

 

Umat Islam di Mozambik Berjuang untuk Pengakuan

Umat Islam di Mozambik Berjuang untuk Pengakuan


Umat Islam di Mozambik Berjuang untuk Pengakuan


Fiqhislam.com - Kondisi ini terbalik dengan beberapa dekade sebelumnya. Islam pernah menghadapi tantangan serius di Mozambik selama era kolonial. Selama periode Estado Novo (1926-1974), Katolik Roma menjadi agama yang dominan berikut aliansi formal antara gereja dan pemerintah.

Partai yang berkuasa di Mozambik sejak kemerdekaan, yang dikenal sebagai Frelimo, melakukan kampanye antiagama selama kurun waktu 1979-1982. Setelah kemerdekaan, Frelimo menyatakan Mozambik sebagai negara sekuler dan menasionalisasikan semua sekolah dan fasilitas kesehatan, yang sebelumnya dimiliki dan dijalankan oleh lembaga-lembaga keagamaan. Sikap represif pemerintah ditunjukkan dengan memenjara beberapa ulama pada 1975.

Kampanye antiagama ini dilakukan bukan hanya kepada agama Islam, melainkan agama lainnya juga. Namun, selama masa ini Islam dapat dikatakan menjadi yang paling menderita karena adanya kesalahpahaman atau prasangka dari kepemimpinan Frelimo.

Kampanye antiagama dari Frelimo secara resmi berakhir pada 1982 ketika partai yang berkuasa mengadakan pertemuan besar dengan semua lembaga keagamaan.

Pada kesempatan itu, Frelimo mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan menyadari pentingnya persatuan nasional untuk negara. Kontrol negara dari lembaga keagamaan dilanjutkan setelah 1982, tapi serangan negara terhadap agama telah berakhir.

Sejak akhir periode sosialis (1989 dan seterusnya), Muslim telah menjalani keyakinan dengan bebas dan membangun masjid baru. Muslim juga mulai berkontribusi di parlemen.

Organisasi agama Islam mulai dibentuk dan sebuah Universitas Islam didirikan di Nampula, dengan cabang di Inhambane. Mozambik juga merupakan anggota aktif dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). [yy/republika]