18 Muharram 1444  |  Selasa 16 Agustus 2022

basmalah.png

Amr bin Luhay, Penegak Patung-Patung Berhala di Ka'bah

Amr bin Luhay, Penegak Patung-Patung Berhala di Ka'bah

Fiqhislam.com - Pada awalnya, pasca Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail , Baitul Haram dikelola Suku Jurhum. Belakangan suku ini dikalahkan Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir. Nah, dari sinilah kerajinan patung di Mekkah maju pesat. Penyembahan berhala kian mewabah, bahkan Mekkah menjadi eksportir patung.

Dr Jawwad Ali dalam buku berjudul "al-Mufashshal fi Tarikh al-Arab Qabla al-Islam" atau "Sejarah Arab Sebelum Islam" mengutip ahli sejarah menyebut Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir adalah Bani Khuza'ah.

Selanjutnya, Khuza'ah menerapkan hukum yang semestinya bagi musuh yang kalah, dan kekuasaan pun sepenuhnya diambil alih oleh Khuza'ah.

Jurhum diusir dari Mekkah, dan Amr bin Luhay mengangkat dirinya sebagai penguasa Mekkah. Menurut Jawwad Ali, Khuza'ah masuk ke Mekkah segera setelah ia keluar dari Yaman.

Konon, menurut ahli sejarah, mereka melakukan itu berdasarkan petunjuk dan ramalan seorang dukun beberapa lama setelah bendungan Yaman roboh.

Khuza'ah pun menjadi penguasa Mekkah, dan itu berlangsung hingga masa kekuasaan Amr bin al-Harits, yakni Abu Ghaitsan yang kemudian direbut oleh Qushay. Ia mengambil alih kekuasaan Mekkah dari Khuza'ah kepada Quraisy.

Mengubah Tauhid

Amr bin Luhay adalah orang pertama yang mendirikan patung-patung di sekitar Kakbah dan memerintahkan orang-orang untuk menyembahnya. Maka dialah orang yang mengubah kepercayaan tauhid (monoteisme) di Mekkah sebagaimana diyakini para ahli sejarah.

Berbagai riwayat yang disampaikan ahli sejarah jelas menunjukkan bahwa Amr bin Luhay adalah dukun. "Tidak heran selama berkuasa di Mekkah, ia menancapkan budaya dan tradisi agama suku Khuza'ah yang didasarkan pada aturan para dukun," ujar Jawwad Ali.

Selama berkuasa, ia bertindak semena-mena, hingga kekuasaan Khuza'ah bercokol kuat di Mekkah. Sebagaimana Qushay yang berkuasa setelahnya, yang kemudian menegakkan kekuasaan Quraisy.

Menurut Jawwad Ali, berdasarkan kisah tentang dirinya dari ingatan para ahli sejarah, terkuak bahwasanya masa kekuasaan Amr bin Luhay tidak jauh dari masa kedatangan Islam.

Kekuasaan Amr bin Luhay tidak jauh dari masa datangnya kekuasaan Qushay. Dengan berkuasanya Amr bin Luhay, kemuliaan dan kewibawaan suku Jurhum pun direbut olehnya. Peralihan kekuasaan tersebut berkat bantuan Bani Ismail yang merupakan kakek moyang suku Quraisy sendiri dari jalur Bani Kinanah.

"Amr bin Luhay adalah orang pertama yang kisahnya dapat kita akses. Ia memiliki andil besar dalam pembangunan Mekkah dan tempat ibadahnya serta penyebaran ajarannya kepada kabilah-kabilah di sekitar Mekkah hingga kota ini menjadi begitu istimewa," ujar Jawwad Ali.

Mekkah menjadi demikian karena Amr bin Luhay mengekspor banyak sekali patung yang dipahat dengan sangat bagus dan dibuar oleh tangan-tangan ahli. Adapun patung yang paling besar adalah Hubal, yang diletakkan di Baitul Haram.

Hal itu membuat riuh penduduk Mekkah dan kabilah-kabilah di sekitarnya. Mereka pun antusias datang menuju Mekkah. Dengan begitu, ia telah menjadikan Baitul Haram secara otomatis terkenal di kalangan bangsa Arab.

Mereka mendatangi Amr bin Luhay agar dapat melihat Hubal dari dekat serta patung-patung lainnya yang dia ekspor dari negeri lain. Ia meletakkannya di sekitar Baitul Haram dan di bagian dalamnya.

Tuhan Impor

Hal yang mirip disampaikan oleh Dr Abdul Aziz MA dalam bukunya berjudul "Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam".

Menurut Abdul Aziz, orang yang dianggap sebagai pelopor pertama penyembahan patung di kalangan orang Arab adalah Amr bin Luhay al-Khuza'i yang pernah berkuasa atas Ka'bah di Makkah.

Abdul Aziz berkisah suatu ketika Amr menderita sakit, dan seseorang memberi tahu dirinya bahwa penyakit itu akan sembuh bila ia pergi mandi ke tempat pemandian di daerah bernama Balqa di Syria yang kala itu dihuni kaum Amalik.

Amr pun pergi ke sana, lalu mandi dan kemudian sehat. Di sana, Amr menyaksikan penduduk daerah itu menyembah patung, lalu dia meminta dan diberikanlah kepadanya sebuah patung bernama Hubal.

Setelah kembali ke Mekkah, ia menegakkan patung itu di Kakbah, dan ia pun membagikan patung-patung lainnya kepada banyak kalangan suku Arab. "Sejak saat itulah penyembahan patung bermula," ujar Abdul Aziz.

Seorang ahli tentang berhala bernama Ibnu al-Kalabi meriwayatkan bahwa patung Hubal, berbentuk manusia yang tangan kanannya patah.

Patung itu sendiri dipahat dari bahan batu (akik) merah atau merah ros. Dari keindahan pembuatan dan kehalusan pahatannya, patung ini diperkirakan dibuat oleh orang Syria atau seniman Yunani, diimpor dari sana lalu ditegakkan di tengah Ka'bah. Patung ini diimpor Amr bin Luhay.

Berhala Hubal merupakan satu dari 360 patung yang ada di sekitar Kakbah ketika Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekkah dan menghancurkan semua berhala. [yy/Miftah H Yusufpati/sindonews]