1 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 27 September 2022

basmalah.png

Ibn al Yasamin Sosok yang Hampir Terlupakan

Ibn al Yasamin Sosok yang Hampir Terlupakan

Fiqhislam.com - Astronomi tak sepenuhnya mendominasi ranah pengetahuan di Sevilla. Matematika menjadi bidang lain yang tumbuh pesat di sana. Ilmu ini juga melahirkan ahlinya sendiri. Misalnya, seorang ahli matematika bernama Ibn al Yasamin al Ishbilli.

Laman Muslimheritage mengungkapkan, Ibn al Yasamin merupakan satu sosok yang terabaikan. Ia tak begitu dikenal khalayak. Padahal, pemikiran-pemikirannya dalam bidang matematika sama cemerlangnya dengan ahli matematika lainnya.

Ibn al Yasamin hidup pada abad ke-12. Ia meninggal pada 1204 Masehi. Ia berasal dari Afrika Utara, yang merupakan keturunan Berber. Ia berkulit hitam seperti ibunya. Menurut sejarawan Ibn Said, Ibn al Yasamin menimba ilmu di Sevilla.

Menurut Ibn Said, seorang cendekiawan ternama, Ibn Qasim al Shalubin, menjadi salah satu guru Ibn al Yasamin, yang mengajarkan tentang aljabar dan ilmu hitung. Ibn al Yasamin pun menguasai literatur dan puisi. Pun, ia merupakan seorang ahli hukum.

Seorang cendekiawan, Ibn al Abar, mengungkapkan, dengan kemampuannya di bidang matematika dan literatur serta puisi, Ibn al Yasamin menulis sebuah buku di Sevilla, yang isinya menggabungkan pengetahuannya tentang kedua ilmu tersebut.

Pada 1190 Masehi, buku ini digunakan Ibn al Yasamin sebagai bahan ajar  saat mengajar murid-muridnya. Karya lainnya adalah Al-Urjuza al-Yasminiya fi'l Jabr wal Muqabala atau Poem on Algebra and Restoration.

Dalam bukunya ini, Ibn al Yasamin memberikan rumusan tentang aljabar yang ia pahami pada masanya. Menurut dia, aljabar terkait dengan angka, akar, dan rangkaian angka. Ia memuat pula persamaan yang dibuat Al Kharizmi beserta cara untuk memecahkan persamaan itu.

Di sisi lain, Ibn al Yasamin memberikan penjelasan dalam bukunya itu tentang perbandingan, perkalian, dan pembagian. Karyanya itu tak hanya menjadi bahan rujukan di Spanyol dan wilayah Maghrib, tapi juga wilayah lainnya.

Kesuksesannya ini menuntun Ibn al Yasamin menulis buku lainnya tentang angka kuadrat, yang berjudul Talqih al-Afkar bi Rushum Huruf al-Ghubar. Buku ini terdiri atas 200 halaman folio yang berisi tentang ilmu hitung dan geometri. [yy/republika]