9 Jumadil-Awwal 1444  |  Sabtu 03 Desember 2022

basmalah.png

Mujahidah: Zunairah, Tegar Hadapi Siksaan Abu Jahal

Mujahidah: Zunairah, Tegar Hadapi Siksaan Abu Jahal

Fiqhislam.com - Tidak banyak orang mengenal nama Zunairah. Shahabiyyah yang satu ini datang dari kalangan hamba sahaya. Kulitnya hitam. Sebagai budak, ia bebas diperjualbelikan kapan pun oleh majikannya.

Namun di balik penderitaan, Zunairah adalah sosok yang sangat kuat akan keimanannya. Dia siap mengorbankan jiwa raganya demi tegaknya agama Allah, Islam.

Ketika memeluk Islam, status Zunairah sebagai budak Abu Jahal. Makanya, dia sembunyi-sembunyi mengikuti dakwah, dan melaksanakan ajaran Rasulullah SAW.

Bisa dibayangkan, bagaimana murkanya Abu Jahal jika mengetahui salah satu budak peliharaannya malah mengikuti ajaran musuhnya (Nabi Muhammad).

Namun, serapat-rapatnya menutup rahasia, akhirnya ketahuan juga. Rupanya anak buah Abu Jahal mengetahui kemualafan Zunairah, lalu melaporkan kepada pemimpinnya.

Benar saja tokoh musyrik itu sangat marah. Dia memerintahkan anak buahnya segera menghadirkan Zunairah. Ketika Zunairah menghadap, tanpa basa-basi Abu Jahal menamparnya. “Benarkah kamu sudah masuk Islam?” teriak Abu Jahal.

Zunairah diam saja. Abu Jahal mengulangi lagi pertanyaannya. Dengan tenang dan mantap dia menjawab, “Benar! Saya hanya percaya pada seruan yang disampaikan Nabi Muhammad, karena itu saya mengikuti ajarannya.”

Sudah bisa diduga, jawaban Zunairah mengundang amarah Abu Jahal. Tidak hanya caki maki, tangannya yang besar kembali dilayangkan ke wajah Zunairah. Abu Jahal juga menendang budaknya hingga tersungkur ke tanah.

Zunairah disiksa dengan keji. Perempuan lemah ini menahan rasa sakit, namun tetap tegar. Baginya penyiksaan demi penyiksaan belum seberapa dibandingkan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat selama menjunjung agama Allah.

Abu Jahal mengancam akan menghentikan penyiksaan bila Zunairah mau meninggalkan Islam. “Kembalilah kamu menyembah berhala, kamu akan bahagia,” bujuknya.

Namun, Zunairah tetap yakin dengan pilihannya. Hal ini membuat Abu Jahal semakin marah. Dia memanggil kawan-kawannya, lalu berseru, “Hai kawan-kawan, apakah kalian tidak mau mengikuti seruan Muhammad?”

Serentak kawanan Abu Jahal menjawab, “Tidak!"

“Kalau memang ajaran Muhammad itu benar, pasti mereka mengikuti terlebih dahulu dibandingkan kamu yang hanya seorang budak,” kata Abu Jahal.

Penyiksaan selanjutnya membawa budak belia ini ke tanah lapang. Di lahan luas itu, Abu Jahal kembali menghajar Zunairah yang sudah lemah. Dia memukul, hampir seluruh tubuhnya. Yang fatal ketika pukulan Abu Jahal diarahkan ke mata Zunairah. Dalam sekejap mengalir darah, membuat penglihatan Zunairah menjadi gelap.

Abu Jahal tertawa lepas sambil mengejek, “Matamu menjadi buta bukan karena pukulan tanganku, tetapi akibat kamu masuk Islam. Andaikan kamu kembali menyembah Latta dan Uzza pasti akan sembuh.”

Ocehan Abu Jahal semakin membuat Zunairah yakin akan kebenaran Islam. Ia pun iklas jika matanya menjadi buta, karena membela agama Allah. Namun hatinya sedih dan marah dengan penghinaan Abu Jahal terhadap Rasulullah SAW.

Dengan lantang ia berkata, “Kalian semua pembohong, dan tidak bermoral. Berhala Latta dan Uzza yang kalian sembah tidak akan bisa berbuat apa-apa, apalagi memberi manfaat kepada kalian!”

Ucapan Zunairah membuat Abu Jahal berpikir sejenak. Namun, ia telanjur malu dengan perbuatannya. “Tidak takutkah jika Latta dan Uzza murka kepadamu? Tinggalkanlah segera agama Muhammad yang melecehkan kita!” kata Abu Jahal sambil menarik rambut budaknya.

Zunairah semakin berani menantang tuannya. “Wahai Abu Jahal, sebenarnya nenek moyangmu yang buta. Lebih buta daripada mataku ini. Meskipun mataku buta, Allah tidak akan sulit mengembalikannya menjadi terang, tidak seperti tuhanmu Latta dan Uzza yang tak bisa berbuat apa-apa.”

Penyiksaan terhadap Zunairah berhenti ketika matahari terbenam. Lalu, Zunairah disuruh kembali ke rumah majikannya.

Dalam keadaan gelap, budak belian ini tiada henti berdoa memohon pertolongan Allah SWT. Kekuasaan Allah pun datang; Dia mengabulkan keinginan hamba-Nya.

Sungguh ajaib, ketika Zunairah membuka matanya, kembali terang. Dia bisa melihat seperti sediakala. Luka parah di sekujur tubuhnya pun langsung sembuh. Zunairah tiada henti bersyukur kepada Allah. Budak hitam ini semakin yakin kepada ajaran Rasulullah, walaupun tuannya suatu saat bakal menyiksanya lagi.

Benar saja, pagi hari Abu Jahal kembali memanggil Zunairah. Dia berharap penyiksaan kemarin membuat budaknya kapok sehingga mau kembali menyembah nenek moyang. Namun, Abu Jahal kaget ketika melihat wajah budaknya sangat mulus, berseri-seri. Mata yang buta kembali bisa melihat, dan tanpa ada goresan sedikit pun bekas penyiksaan.

“Zunairah, kamu apakan wajahmu? Kemarin mata kamu buta, tapi sekarang sudah bisa melihat. Pasti ulah sihir dari Muhammad, karena dia tukang sihir,” kata Abu Jahal penasaran.

Zunairah meyakinkan Abu Jahal bahwa Allah SWT yang telah melindungi dan menyembuhkan semua luka-luka, serta menghindarkannya dari kebutaan. “Hanya Allah yang bisa membuat manusia sehat, hidup, mati dan masih banyak lagi. Sedangkan Muhammad itu hanya manusia biasa hanya utusan Allah,” jawab Zunairah.

Ketika Abu Jahal akan menyiksa kembali Zunairah di lapangan, datanglah Abu Bakar. Sahabat Rasulullah itu meminta kepada Abu Jahal membebaskan tawanannya. Abu Bakar yang akan menebus harga budak belian tersebut. Abu Jahal lalu menyerahkan Zunairah kepada Abu Bakar, yang kemudian membebaskannya.

republika.co.id