15 Muharram 1444  |  Sabtu 13 Agustus 2022

basmalah.png

Banyak Mualaf Murtad, Dewan Dakwah Gelar Pembinaan Tokoh Mualaf di Maluku

Banyak Mualaf Murtad, Dewan Dakwah Gelar Pembinaan Tokoh Mualaf di Maluku

Fiqhislam.com - Banyak para muallaf di Maluku yang kembali ke agama asal karena tidak memperoleh pembinaan keislaman yang intensif dan cukup. Data itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah (DDII) Ambon di depan peserta pelatihan dakwah di Pondok Pesantren Al Anshor Batu Merah, Ambon, Kamis (11/7). 

"Dalam catatan kami, jumlah muallaf se-Propinsi Maluku tahun ini 3000 orang. Namun, 150 orang di antaranya sudah murtad karena tidak mendapatkan pembinaan," ungkap ustadz Abu Imam Rumbara, Ketua Dewan Dakwah Ambon, dalam acara bertajuk 'Dauroh Tokoh Muallaf' yang digelar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Pondok Pesantren Al Anshor Batu Merah, Kota Ambon, Kamis (11/7).

Melihat situasi itu, sejak tahun 2010, DDII sengaja menempatkan pada dai sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M Natsir Jakarta di sejumlah pedalaman Maluku seperti  di Pulau Buru dan Seram. Namun menurut Abu Imam, apa yang dilakukan DDII itu masih dirasanya sangat kurang.

"Sejuta umat tak cukup hanya satu dai. Jumlah dai kiriman Dewan Dakwah terlalu sedikit untuk membina kaum muallaf di berbagai pedalaman di kepulauan Maluku," tambahnya.

Atas alasan itu, Dewan Dakwah Ambon menyelenggarakan 'Dauroh Tokoh Muallaf' guna mempersiapkan kader-kader dai muallaf lokal yang sudah terbina yang nantinya diharapkan mampu membina kaum muallaf lainnya.

"Dai lokal insya Allah lebih efektif, karena mereka lebih memahami budaya dan bahasa kaum muallaf setempat," ujar Ustadz Abu Imam yang pernah menjadi daii di Papua itu.

Selain mengajarkan dasar-dasar Islam, para muallaf juga diperkenalkan dan dibekali pelatihan usaha cocok tanam produktif.

Dauroh yang akan berlangsung selama Ramadhan 1434 H itu, diikuti 26 kader dai muallaf dari Pulau Buru, Seram, dan Ambon, di antaranya kepala dusun Solan dan mahasiswa asal Pulau Seram.

Selain menampilkan para pengajar Ponpes Al Anshor, materi pelatihan juga disampaikan ustadz Sholehan Machdum, Ketua Dewan Dakwah Jawa Tengah yang dikenal sebagai Kristolog ulung dari Solo. Ustadz sepuh yang juga mempelajari Bible, Taurat, Zabur, dan tengah mulai membaca Kitab Kong Fu Tse itu lebih banyak menyampaikan materi aqidah Islam dan wawasan ajaran agama lain. Setelah dibandingkan dengan ajaran agama lain, menurutnya Islam sangat lebih unggul dan di atas agama lain.

Untuk menggarap proyek dakwah di Maluku itu, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menggandeng LAZIS Dewan Dakwah sebagai pendukung finansial. Program Dewan Dakwah di Maluku itu juga didukung oleh Kakanwil Depag dan MUI setempat. 

Proyek besar yang ingin diwujudkan Dewan Dakwah yaitu membina 4000 muallaf sehingga menjadi mukalaf. Harapannya, setelah nantinya para muallaf itu memahami dasar-dasar agama Islam, mereka juga mampu berdaya ekonomi sehingga bisa hidup layak.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua MUI Maluku Idrus E Toekan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku H Mahyuddin Latuconsina MA, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Maluku DR Muspida Sayuti, dan Ketua Pengadilan Agama Ambon H Ilham Mushaddaq.

Sebagai informasi, menurut pengurus Ponpes Al Anshor Fuad Mahfud Aziz, Propinsi Maluku yang wilayahnya mencakup sekitar 1.412 pulau, terdiri atas 9 kabupaten dan 2 kota dengan Kota Ambon sebagai ibukota propinsi, 90 kecamatan, dan dan 989 desa serta 33 Kelurahan.

Menurut sensus tahun 2009, jumlah penduduk Maluku mencapai 1.457.070 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,14% dan kepadatan penduduk 27 jiwa per km2.

Mayoritas (53%) penduduk Maluku menganut agama Islam Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah, dan 46% menganut agama Kristen (mayoritas Kristen Protestan), dan sisanya menganut Hindu, Budha, serta Konghucu.

Tempat ibadah di Propinsi Maluku pada tahun 2013 tercatat sebagai berikut : Masjid hampir 2 ribu buah, Gereja 2.345 buah, pura 10 buah, dan Vihara 5 buah. Sedang di Kota Ambon, jumlah warga muslim saat ini sekitar 41%.  [yy/muslimdaily.net]