pustaka.png.orig
basmalah.png


13 Dzulqa'dah 1442  |  Rabu 23 Juni 2021

Komunitas Hispanik, Tidak Ragu Memilih Islam

Komunitas Hispanik, Tidak Ragu Memilih Islam

Fiqhislam.com - Kuatnya tradisi Katolik dikalangan komunitas Hispanik ternyata malah membuat mereka lebih dekat ke Islam.

Salah satunya, Wilfredo Ruiz, mualaf asal Puerto Rico mengungkapkan bahasa yang mereka gunakan 4 ribu kata diantaranya berasal dari bahasa Arab.

Selain itu, lanjutnya, karena selama delapan abad, Spanyol sempat menjadi bagian dari imperium Islam.

Sehingga secara emosional komunitas Hispanik dengan dengan umat Islam yang memiliki budaya yang sama.

Islam membuat semua jauh lebih sederhana dan terhormat, seperti rasa  hormat kepada orang tua dan keluarga, tradisi menyambut tamu.

“Kami seperti menemukan masa lalu yang tersembunyi. Dalam hal ibadah, sekarang saya lebih baik dari sebelumnya dalam komunikasi dengan Tuhan,” ujarnya seperti dilansir Muslimvillage.com, Minggu (13/10/2013).

Namun, seperti juga mualaf lainnya, mereka juga menghadapai tantangan dari komunitas Hispanik lainnya.

Seperti yang dialami Marina Gonzalez, mualaf asal Nikaragua yang berimigrasi ke Amerika Serika menjelaskan, ketika mengenakan hijab dan berpakaian serba tertutup, ia disebut Talibana.

Hal senada juga dialami Najib Sowna yang dikucilkan oleh keluarganya. Karena keteguhan Somwa tidak goyah, akhirnya keluarga besar dari komunitasnya mulai menerimanya.

“Sekarang pandangan mereka sudah berubah dengan keislaman saya,” ucapnya.

Yang menarik, perkembangan dakwah Islam di kalangan Hispanik memang luar biasa.

Faktanyanya, enam persen Muslim AS berasal dari kalangan Hispanik, seperti yang dicatat Asosiasi Muslim Amerika Utara (AMANA), bahwa satu dari lima warga AS yang memeluk Islam adalah keturunan Hispanik.

Di bulan Oktober ini menjadi istimewa bagi komunitas Muslim Hispanik. Selain tengah merayakan “Hispanic Heritage Month”, juga akan merayakan Idul Adha. [yy/pelitaonline.com]