fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Umm Tasneem Terinspirasi 'The Book of Signs'

Umm Tasneem Terinspirasi 'The Book of Signs'

Fiqhislam.com - Umm Tasneem teringat pernah berjalan menuju kamar. Ia berlutut dan menegadahkan tangan ke langit. Dengan bahasa Spanyol, Umm mengatakan," Tuhan tolong bantu saya dan keluarga saya. Buat ayah berhenti minum dan lindungilah ibuku."

Doa itu diucapkannya ketika berusia 11 tahun. Itu doa terakhir, sebelum akhirnya ia tak lagi percaya dengan keberadaan Tuhan.

Umm lahir di Georgetown, Washington. Ia keturunan Hispanik-Amerika. Ayahnya kelahiran Nikaragua. Ibunya, seorang kelahiran Puerto Rico. Ia dibesarkan dalam tradisi Katolik yang kental. Namun, ayahnya banyak memperkenalkan dirinya ke agama lain. Selama dua tahun, ia sempat menjadi penganut Budha.

"Saya miliki seorang kakak dan adik. Kami hidup dalam ketakutan karena ayah seorang pecandu alkohol. Dan saya hamil,  disinilah saya kecewa dengan Tuhan, Dia meninggalkan saya ketika membutuhkan-Nya," kenang dia.

Suatu ketika, Umm bertemu dengan seorang perempuan asal Palestina. Ia yang kemudian menjadi sahabatnya.
Sahabatnya itu seorang Muslim. Sayang, orang tua sahabatnya itu tidak setuju anaknya bergaul dengan Umm. "Tapi ia selalu menemani saya hingga waktu melahirkan pun tiba. Ia yang mengumandangkan suara adzan pada putri saya," kenang dia.

Apa yang dilakukan sahabatnya itu membuat Umm kagum. Ia berharap bisa membesarkan anaknya sehingga memiliki kehidupan yang baik. "Saya menyesali segalanya. Tidak punya kehidupan, hanya suka bersenang-senang," kata dia.

Umm mulai berpikir untuk memperbaiki diri. Ia pun memohon kepada Tuhan untuk mengampuninya.

Satu waktu, Umm diundang sahabatnya menyaksikan film 'The Book of Signs'. Film ini menceritakan tenting kebenaran Alquran, kebenaran yang belum diketahui ilmu pengetahuan di jamannya. Semisal, tahapan kehamilan, dan lainnya.

"Wow..kebenaran Alquran sudah ada, jauh mendahului ilmu pengetahuan," kata dia.

Kekaguman Umm terhadap Alquran berlanjut pada ketertarikannya menyambangi masjid. Memang, ia sempat ragu, setiap Muslim dilarang mengkonumsi alkohol, babi dan hal terlarang lain. "Tapi Allah berkata lain, saya seorang ibu yang mengurusi anak sendiri, tidak bisa membaca Alquran, namun hanya dengan menyaksikan film itu saya menjadi Muslim," kata dia.

Umm bersyadat ketika ia akan berulangtahun ke-19.Tidak mudah baginya untuk segera berkomitmen dengan agama barunya. Beruntung, banyak pihak yang peduli pada Umm, sehingga ia secara perlahan mulai mendalami Islam.

Yang membuatnya kian bersemangat, mantan suaminya itu telah menjadi Muslim. 'Kami pun akhirnya menikah kembali. Allah menyatukan kami kembali sebagai Muslim," ucapnya bahagia.

"Semoga Allah mengampuni kami dan kasihanilah kami untuk apa yang kita lakukan secara sadar dan tidak sadar," ucapnya. [yy/republika.co.id]