15 Muharram 1444  |  Sabtu 13 Agustus 2022

basmalah.png

Pergulatan Hati Shandy Tumiwa Saat Jadi Mualaf

Pergulatan Hati Shandy Tumiwa Saat Jadi Mualaf

Fiqhislam.com - Pemain sinetron Shandy Tumiwa mengumumkan bahwa dirinya baru saja memeluk keyakinan baru, yakni agama Islam. Menjadi mualaf menurutnya adalah panggilan hati.

Namun, bapak dari dua orang anak itu tak menyangkal ada pergulatan di dalam hatinya ketika memutuskan untuk menjadi mualaf.

"Itu pastilah ada kalau pertentangan hati, tapi ini kan tanggung jawab saya kepada Allah, " ujar Shandy, Jumat (23/5/2014).

"Saya sadar kalau saya ingin dekat dengan Allah dan mendapatkan ridho dari-Nya," tambahnya.

Bukan waktu yang singkat bagi Shandy untuk memutuskan menjadi mualaf. Banyak pihak yang juga diajak berbicara olehnya termasuk tentu saja sang istri, Tessa Kaunang.

Sandy Tumiwa Mualaf Setelah Berperan Sebagai Pria Tobat

Menjadi bintang sinetron atau film memang diharuskan untuk mendalami karakter. Bahkan tak jarang karakter itu terbawa ke kehidupan nyata.

Hal itu juga sepertinya yang tengah dialami Sandy Tumiwa. Menurutnya, ia menjadi mualaf karena adegan tobat dalam sinetron terbarunya.

"Ada adegan tobat, saya solat, berdoa. Pas saya syuting banyak hal yang saya inginkan salah satunya berangkatin haji Mama," kisahnya saat ditemui di Lippo Plaza, Kramat Jati, Minggu (25/5/2014).

Ia juga mengungkapkan, setelah hari itu ia langsung menemui orangtuanya. Bahkan, ia beberapa hari tidak bertemu dengan sang istri, Tessa Kaunang.

"Itu panggilan dari hati saya," tegasnya.

Cerita Shandy Tumiwa yang Kini Jadi Mualaf

Pemain sinetron Shandy Tumiwa mengungkapkan bahwa kini dirinya telah resmi menjadi mualaf. Hal itu terjadi sejak 25 April 2014.

Lantas apa yang mendasari suami dari Tessa Kaunang itu untuk memeluk agama Islam?

"Saya ini kalau dibilang panggilan hati saya sendiri. Alhamdulillah saya sudah mualaf," ucapnya seperti dikutip 'Selebrita Pagi' Trans7, Jumat (23/5/2014).

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tak merasakan adanya paksaan untuk menjadi seorang mualaf. Semua itu atas dasar kemauannya sendiri.

"Kalau masalah itu semuanya ya memang dari sayanya sendiri, nggak ada dari orang lain. Ya ini panggilan hati saya sendiri kok," tandasnya. [yy/detik.com]