pustaka.png.orig
basmalah.png


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Latasha, Terinspirasi Gaya Berpakaian Muslimah

Latasha, Terinspirasi Gaya Berpakaian Muslimah

Fiqhislam.com - Latasha, warga AS yang tumbuh dan besar dalam keyakinan Kristen. Pada usia 16 tahun, Latasha begitu menikmati ketaatannya pada agama.

"Saya telah membaca dan mempelajari Alkitab secara teratur. Disaat yang sama, saya melihat banyak kesalahan dalam Alkitab. Banyak cerita yang saling bertentangan," ucap dia seperti dilansir Onislam.net, Jumat (8/8).

Sesekali, ia menanyakan kepada neneknya, yang kebetulan merupakan pelayan gereja. Sayang, Latasha tidak memperoleh jawaban yang memuaskan. "Saya diberitahu untuk tidak khawatir soal hal-hal detail," kata dia.

Memasuki usia 20-an, ia ditunjuk sebagai pelayan gereja. Intensitasnya membaca Alkitab kiat meningkat. Semakin ia belajar, justru semakin banyak pertanyaan yang ingin diajukannya.

Lantaran kurang mendapatkan jawaban yang memuaskan, Latasha pun mulai mencari jawaban atas pertanyaannya di Bible College. "Aku ingin menemukan jawaban disana," kata dia.

Awalnya, semua berjalan mulus. Namun, kebingungan mulai menerpanya. Dalam hati kadang ia merasa menangis, karena terlalu bingung. Suatu hari, ia menyalakan televisi. Dilihatlah seorang perempuan cantik yang busana yang tidak biasa.

"Semua serba tertutup," ungkap dia.

Apa yang dikenakan perempuan itu, menarik perhatian Latasha. Dalam pikirannya, apa yang dikenakan perempuan itu memperlihatkan sifat kesalehan dan kesederhanaan. Perlahan ia tahu, bahwa busana itu biasa dikenakan oleh perempuan Muslim.

Sejak itulah, ia mulai mencari tahu prihal hijab dan niqab. Secara langsung, ia pun terhubung dengan artikel terkait masalah tersebut dengan ajaran Islam. Dalam satu kesempatan, ia terlibat pembicaraan dengan koleganya tentang Kristen dan Islam.

"Anda tahu, umat Islam beribadah lima kali sehari secara kontinyu. Sementara orang Kristen hampir tidak pernah beribadah," kata Latasha menirukan ucapan koleganya.

Apa yang diucapkan koleganya itu mendorong Latasha untuk mencari tahu tentang ajaran Islam. Pun muncul kekaguman dalam diri Latasha soal Islam dan Muslim. "Kok ajaran ini cocok untuk saya," tanya Latasha.

Pekan berikutnya, Latasha memutuskan pergi ke masjid terdekat. Jaraknya kebetulan 50 mil jauhnya. Beberapa bulan mendalami ajaran Islam, Latasha pun bersyahadat. "Subhanallah," katanya. [yy/republika.co.id]