19 Muharram 1444  |  Rabu 17 Agustus 2022

basmalah.png

Anselm Tormeeda, Cendekiawan Gereja yang Memeluk Islam

Anselm Tormeeda, Cendekiawan Gereja yang Memeluk Islam

Fiqhislam.com - Anselm Tormeeda atau sekarang lebih dikenal dengan Abu Muhammad Abdullah bin Abdullah Al-Tarjuman, seorang cendekiawan Kristen menemukan keindahan Islam dan memutuskan menjadi mualaf saat ia berkunjung ke Maroko dalam perjalanan panjangnya mencari arti kehidupan.

Kisah Abdullah menjadi mualaf bermula ketika ia memutuskan melakukan perjalanan panjang guna pekerjaan di luar kota kelahirannya, Mallorca, Spanyol.

Ia melakukan pelayaran dari Mallorca menuju ke pelabuhan Tunis, Maroko. Sesampainya di Tunis, ia disambut oleh para sarjana Universitas Kristen yang terlebih dulu melakukan perjalanan panjangnya. Ia memutuskan untuk tinggal bersama mereka selama empat bulan hingga ia mendapatkan pekerjaan.

Pada saat itu, pemerintahan Maroko dikuasai oleh Sultan Abu Al-Abbas Ahmed. Abu Ahmed merupakan pemimpin yang sangat berbudi luhur serta baik terhadap masyarakat. Sampai ia bertemu dengan Abu Ahmed dalam suatu kesempatan.

Abdullah diperkenalkan oleh dokter sultan dan mengajaknya untuk bertemu dengan sultan Abu Ahmed. Kemudian, ia bercerita tentang tujuannya datang ke Maroko, selain untuk bekerja, ia juga ingin menjadi seorang mualaf. Sultan yang mendengar keinginan Abdullah tersebut sangat berbahagia.

"Kedatangan anda adalah kedatangan kebaikan, menjadi seorang Muslim dengan nikmat yang diberikan oleh Allah," ujar Sultan seperti dikutip muslimheritage, Ahad (2/11)

Setelah berbicara dengan Sultan, Abdullah kemudian diajak untuk menemui ulama besar di Maroko untuk segera menjadi mualaf. Kemudian ia membaca dua kalimat syahadat dan berjanji untuk terus belajar dan mengamalkan apa yang ia dapatkan melalui agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dia pun akhirnya mengganti namanya menjadi Abu Muhammad Abdullah bin Abdullah Al-Tarjuman dan menikah dengan seorang putri sultan, Al-Haj Muhammad Al-Saffar. Hingga pada akhirnya ia dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Muhammad agar senantiasa dapat menjadi orang yang baik seperti Nabi Muhammad SAW. [yy/republika]