pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Malika Feer Temukan Tuhan di Islam

Malika Feer Temukan Tuhan di Islam

Fiqhislam.com - Berhijab merupakan kewajiban untuk setiap muslimah. Menutup aurat juga berfungsi menjaga kehormatan seorang muslimah.

Pendapat itu disampaikan Malika Feer, yang memutuskan menjadi mualaf. Setelah memutuskan memeluk agama Islam tiga tahun lalu, ia pun memutuskan berhijab. Perempuan asal Belanda itu mengatakan, berhijab sebagai pelengkap dalam penjalankan perintah agama.

"Saya memutuskan untuk berhijab setelah tiga tahun menjadi seorang Muslim," kata Malika kepada ROL, Jumat (16/1).

Sebelum berhijab, Malika mengaku sering membaca surat An-Nisa. Di dalam surat An-Nissa, kata dia, tertera perintah bagi seorang Muslimah untuk menutup auratnya.

Dalam Surat An-Nisa ayat 31, Allah swt berfirman, "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhisannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka."

"Setelah mengerti dan saya memang benar-benar ingin menjalankan ajaran Islam dengan baik maka saya memutuskan untuk berhijab tanpa paksaan dari pihak manapun," ujar Malika.

Hingga kini, Malika tetap menjalankan perintah untuk berhijab dalam menjalankan ibadahnya dengan baik.

 

Temukan Tuhan di Islam

Menemukan kehampaan dalam hidup membuat Malika Feer mencari siapa Tuhan yang sesungguhnya. Malika memiliki pertanyaan besar untuk dirinya sendiri yaitu untuk apa ia ada di dunia ini.

Malika memiliki ayah yang seorang ateis sedangkan ibunya beragama nasrani. Akan tetapi ibunya bukan orang yang taat akan agama. Hal itu membuat diri semakin gamang akan Tuhan itu seperti apa. Dari situlah Ia mulai melakukan pencarian akan Tuhan.

Dalam pencariannya Ia bertemu dengan seorang muslim dari Turki. Dari situlah mulai mengetahui tentang Islam. Terlebih lagi muslim Turki tersebut sangat dan penuh kasih sayang seperi ciri Islam sejatinya.

Dari situlah awal mula Ia mencari tahu Islam. [yy/republika]