21 Muharram 1444  |  Jumat 19 Agustus 2022

basmalah.png

Kisah Mualaf Rosanna Maryam Asal Italia, Sekarang Ahli Bahasa Arab dan Budaya Islam

Kisah Mualaf Rosanna Maryam Asal Italia, Sekarang Ahli Bahasa Arab dan Budaya Islam

Fiqhislam.com - Hidayah menjadi mualaf bisa dialami siapa saja dan kapan saja atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dialami gadis cantik asal Italia bernama Rosanna Maryam yang memutuskan masuk Islam hingga menjadi ahli pelatihan bahasa Arab dan budaya Islam saat ini.

Kisah perjalanan mualaf Rosanna bermula dari rasa penasarannya tentang sisi luar Mediterania. Sampai akhirnya saat berusia 18 tahun, Rosanna mulai menempuh pendidikan Diploma-3 Bahasa Arab dan Studi Islam di Universitas Naples. Sejak saat itulah pandangannya terhadap Islam dan dunia Arab berubah, terlebih lagi setelah berkenalan dengan kaum Muslimin.

"Hubungan saya dengan kaum Muslimin sangat mengubah anggapan saya terhadap Islam," kata Rosanna Maryam, dikutip dari kanal youTube Barat Bersyahadat, Senin (14/2/2022).

Ia mengaku tertarik dalam dialog agama terlebih dahulu sebelum menjadi mualaf. Sebenarnya, setelah tragedi di WTC 11 September, Rosanna sudah yakin bahwa agama Islam tidak seburuk yang diberitakan media. Dia merasa Islam adalah agama yang sangat indah dan suci.

Rosanna sempat mengalami cobaan berat karena menjadi seorang Muslim di negaranya. Suatu saat dia dicegat oleh petugas bandara karena berhijab, sementara orang Italia lainnya diperbolehkan lewat begitu saja.

Lalu tiba-tiba sang petugas mengajaknya ke sebuah ruangan untuk melakukan pemeriksaan ekstra. Bukan tanpa alasan, mereka merasa curiga melihat penampilan Rosanna yang berhijab. Akhirnya, Rosanna diperintahkan membuka bajunya guna melakukan penggeledahan dan memastikan dirinya tak membawa barang bahaya.

Tidak hanya itu, petugas juga memintanya menunjukkan KTP karena menganggapnya seperti orang Arab. Tak menemukan barang berbahaya di tubuhnya, Rosanna pun akhirnya dibebaskan oleh sang petugas.

Hal ini tidak hanya sekali terjadi. Dalam keseharian pun Rosanna kerap dipandang "aneh" sebagai seorang Muslim. Pasalnya, sangat tidak mungkin seorang Italia tulen memeluk agama Islam.

Rosanna sendiri mengaku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memakai hijab. Setelah resmi menjadi mualaf, dia langsung sholat dan menutup auratnya. Menurut Rosanna, ini memang wajar dan sudah seharusnya dilakukan karena berhijab merupakan suatu kewajiban bagi seorang Muslimah dewasa.

Bagi Rosanna, hijab bisa saja menjadi alat penindasan, tetapi jika dikenakan tanpa adanya kesadaran dan kebebasan. Kesadaran dan kebebasan pun disebut sebagai barang mewah olehnya, karena hanya bisa dimiliki oleh seorang Muslimah sejahtera. Sebab di beberapa negara mayoritas Muslim, banyak wanita yang tidak berhijab bukan karena tak agamis, melainkan karena mereka miskin.

Saat ditanya terkait hubungan pemikiran feminisme dengan Islam, Rosanna mengatakan bahwa dua hal itu sangat berbeda. Islam adalah sebuah agama yang berkaitan dengan keimanan seseorang, sementara feminisme adalah penyebutan istilah fenomena ketidakseimbangan kekuatan antara pria dan wanita yang terjadi di masyarakat. Meski demikian, sebagai seorang Muslimah, Rosanna tetap akan menyikapi gerakan feminisme sesuai ajaran Islam. Wallahu a'lam bishawab. [yy/Intan Afika/okezone]