14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Serge Aurier: Merangkul Islam Hal Terindah Dalam Hidup

Serge Aurier: Merangkul Islam Hal Terindah Dalam Hidup

Fiqhislam.com - Didatangkan dari klub kaya Ligue 1 Prancis, Serge Aurier menjadi salah satu pemain andalan Tottenham Hotspur di bawah besutan pelatih Jose Mourinho. Peruntungan Aurier mulai berubah sejak kedatangan Jose Mourinho. Musim ini bek asal Pantai Gading itu tercatat bermain sebanyak 20 kali di semua kompetisi dengan menyumbang dua gol dan satu assist.

Akan tetapi perjalanan berliku Aurier tidak hanya dirasakan dalam karier profesionalnya dalam sepak bola. Aurier juga mengarungi perjalanan sunyi saat dirinya menemukan keyakinan sebagai seorang muslim.

Diundang dalam acara Instagram bersama rekan senegaranya Boubacar 'Copa' Barry beberapa waktu lalu. Serge Aurier berbicara bagaimana dirinya bisa menambatkan pilihannya untuk memeluk agama Islam.

Pesepak bola berpaspor Pantai Gading itu menjelaskan, ia meluangkan waktu untuk mempelajari pun mengetahui agama Islam, dan berpikir di sana ia memiliki ketenangan dan keindahan untuk menjalaninya.

"Merangkul Islam, salah satu hal terindah yang pernah terjadi pada saya," kata Aurier dalam sesi wawancara dengan Copa Barry dilansir TV 13, Kamis (15/4).

Antara kehidupan bintang sebagai pesepak bola, dan praktik keagamaan, pilihan segera dibuat oleh Aurier. Di dunia yang kehilangan kecepatan dan nilai, hanya keyakinannya yang bisa menyeimbangkan kehidupannya.

Bagi Aurier pertobatannya dari kejahatan yang pernah ia lakukan, bukanlah suatu bentuk untuk dirinya keluar dari segala persoalan. Pemain berusia 28 tahun menilai bahwa dirinya menemukan apa yang telah dicari selama ini.

"Saya tidak masuk Islam untuk menjadi seperti yang lain. Baginya pertobatannya bukanlah kamuflase belaka," sambung pemain yang berposisi sebagai bek sayap kanan.

Aurier sekarang terpisah dari segalanya untuk mengabadikan dirinya secara penuh. Suatu cara untuk menyenangkan orang yang dia percaya. Ketika sudah menginjak usia 28 tahun, Aurier tidak memperhitungkan masa puncak hidupnya untuk berpindah agama.

"Saya memilih untuk menjadi muslim pada 2015 silam, dan saya merasa sangat nyaman setelah memutuskan untuk berada di sini," kata dia. [yy/republika]

Oleh Anggoro Pramudya