27 Dzulhijjah 1442  |  Jumat 06 Agustus 2021

basmalah.png

Usai Memeluk Islam, Wayne Parnell Semangat Berdakwah

Usai Memeluk Islam, Wayne Parnell Semangat Berdakwah

Fiqhislam.com - Wayne Parnell merupakan atlet kriket yang memutuskan menjadi mualaf. Keputusan Parnell memeluk Islam ia umumkan pada 2011, yang mana hal itu sempat membuat heboh.

Parnell tidak memungkiri bahwa Islam masih sering dipandang sebagai agama yang negatif, utamanya di mata masyarakat Barat. Islam bahkan sudah sangat sering dikaitkan dengan tindakan terorisme.

Kendati demikian, Parnell menyadari bahwa Islam adalah agama yang menunjukkan kebenaran dan cinta kasih. Kini, setelah menjadi seorang Muslim, pria berkebangsaan Afrika Selatan itu pun semangat dalam melakukan dakwah.

Parnell pasalnya memiliki tujuan untuk mengubah pemikiran masyarakat yang memandang buruk Islam. Menurut Parnell, mereka hanya tidak mengenal Islam yang sesungguhnya. Pola pikir mereka terbentuk karena melihat media yang memandang buruk kaum Muslimin.

“Tidak, saya tidak melihatnya sebagai negatif. Saya melihatnya sebagai hal yang positif karena itu adalah kesempatan bagi saya untuk mengubah pikiran dan membuat mereka melihat agama dari sudut pandang yang berbeda,” ujar Parnell, dikutip dari Sports Gazette, Rabu (10/2/2021).

“Pada akhirnya, pendirian saya adalah bahwa jika satu orang dalam agama melakukan sesuatu yang buruk, itu tidak membuat seluruh agama menjadi buruk. Itu tugas Anda untuk mencoba dan mendidik orang lebih banyak,” lanjutnya.

Parnell sendiri kini merasa bangga bahwa dirinya adalah seorang Muslim. Ia tidak peduli stigma negatif yang dimiliki oleh orang-orang.

Di sisi lain, Parnell berusaha agar kaum Muslimin bisa hidup berdampingan dengan orang-orang yang berasal dari agama lain. Menurutnya, yang terpenting adalah saling menghormati sebagai sesama manusia.

“Saya pikir itu adalah tanggung jawab saya untuk memastikan bahwa setiap orang di lingkungan saya memahami tentang apa agama saya dan saya tentu berpikiran terbuka untuk memahami tentang apa budaya mereka,” jelasnya.

“Sangat baik untuk berpikiran terbuka dan memperlakukan semua orang dengan hormat seperti yang diajarkan agama kami," pungkas Parnell. [yy/okezone]