13 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 20 Oktober 2021

basmalah.png

Dengar Ceramah Ustaz di Youtube, Matheas Masuk Islam

Dengar Ceramah Ustaz di Youtube, Matheas Masuk Islam

Fiqhislam.com - Hampir setahun sejak Maret 2020, Matheas Angelino Raja Senda menjadi mualaf. Sebelum menjadi mualaf, sosok Matheas lumayan aktif dalam kegiatan beragama yang dia anut sebelumnya. Sampai suatu saat, dia membutuhkan ketenangan yang lebih.

“Ada perasaan yang dirasa kurang. Pada saat beribadah kok istilahnya tidak tenang di hati. Dari situ mulai jarang beribadah di keyakinan saya yang dulu, terus jadi jauh dari gereja. Dua bulan atau tiga bulan sebelum jadi mualaf, saya sempat ngobrol ke teman Muslim saya, rasanya jadi Muslim itu bagaimana,” kata Matheas dalam video bertajuk Kisah Inspiratif Mualaf Matheas Angelino Raja Senda di kanal Youtube MYC Channel.

Sebelum menjadi mualaf, Matheas pernah merasakan menjadi atheis dan agnostik. Penggambaran dia terkait Islam adalah sosok Muslim yang keras.

Sampai suatu pagi, saat membuka ponselnya, ada notifikasi video ceramah muncul dari Youtube yang dibawakan oleh dai asal India, Zakir Naik. Sontak, dia heran dan bingung karena tidak tahu kenapa tiba-tiba muncul notifkasi itu. Selama ini, Matheas mengaku, tidak pernah menonton konten-konten Islam.

Karena penasaran, dia mulai nonton video tersebut tentang komparasi Islam dan agama yang dianut saat itu. Merasa penjelasan dari Zakir Naik menarik, Matheas mulai menonton video yang lain. Mulai dari situlah, Matheas mencari tahu tentang Islam. Sampai pada 18 Maret, dia mantap untuk memutuskan bersyahadat.

“Tanggal 18 Maret kan mulai meledaknya Covid-19, alhamdulillah saya masih bisa mendapatkan pelukan pertama seorang Muslim. Setelah syahadat, saya merasa mempunyai saudara baru,” ujar dia.

Selama karantina wilayah, Matheas belajar tentang Islam sendirian, mulai dari tata cara shalat sampai mengaji. Semua ia lakukan melalui ponselnya. Dia merasa, selama proses pembelajarannya seperti dimudahkan oleh Allah.

Matheas juga menceritakan pengalaman Ramadhan pertamanya yang tak pernah ia lupakan. Bersama kawannya yang Muslim, dia tinggal di sebuah kontrakan kecil. Kedatangan Matheas menjadi mualaf, kata dia, seperti membuat teman-temannya menjadi lebih semangat dalam beribadah.

“Yang awalnya di kontrakan sepi ibadah, sekarang jadi bisa shalat jamaah bareng, buka puasa bareng, sahur juga bareng. Jadi saya merasa mempunyai keluarga baru. Saya juga tahu ilmu-ilmu baru, misalnya, kalau puasa ada niatnya. Alhamdulillah, saya langsung full puasanya sejak hari pertama,” ucap dia.

Semenjak menjadi Muslim, Matheas merasa menjadi seorang pribadi yang lebih baik dan menemukan ketenangan yang selama ini dia cari. “Nikmatnya iman Islam ini mengajarkan saya mulai dari kehidupan sehari-hari sampai kehidupan berskala besar dan itu semua diajarkan detail,” kata dia. [yy/republika]