14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Irina Bakyr, Mencari Ketenangan Jiwa dari Mantra Hingga Sufisme

Irina Bakyr, Mencari Ketenangan Jiwa dari Mantra Hingga Sufisme

Fiqhislam.com - Irina Amina Bakyr, ahli bahasa asal Rusia menjadi mualaf sejak 2006 lalu. Sebelum memutuskan menjadi seorang Muslim, Irina sempat  mempelajari berbagai macam agama.

Irina mengaku selalu antusias untuk mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan agama dan spiritualitas. Mulanya, wanita berusia 35 tahun ini tertarik untuk mempelajari Hindu karena menurutnya Hindu kaya dengan mitologi.

Namun, ia tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan dalam hidupnya, Bahkan, setelah ikut mempraktikkan pembacaan mantra, jiwa Irina masih merasa kosong.

"Terlalu banyak dogma dan spekulasi intelektual. Saya ingin menemukan Tuhan melalui hati saya," ujarnya seperti dilansir opendemocracy.net, Selasa (17/11).

Merasa penasaran, ia pun beralih dan merasa dekat dengan sufisme dalam Islam dan Quietisme dalam Kristen. Namun, Irina pun merasa sulit memahami konsep dari dosa warisan, yaitu konsep yang mengajarkan bahwa manusia terlahir penuh dosa.

Tanpa menyerah, Irina Bakyr terus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh agama yang sudah ia pelajari sebelumnya. Kemudian, ia pergi ke sebuah negara Islam dan ia pun mengunjungi masjid.

"Aku berjalan ke masjid, dan segera merasa seperti di rumah. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi Saya hanya melihat orang-orang berlutut dan melantunkan sesuatu," ujar Irina.

Menjawab rasa penasarannya, Irina pun mulai bergaul dan berkomunikasi dengan jamaah di masjid itu. Pada titik tertentu, Irina memutuskan untuk mempelajari Islam dan mulai membaca Alquran.  

"Untuk lebih mengenal Islam jadi saya masuk Islam," kata Irina.

Sebagai Muslim, Irina mencoba mendalami rukun Islam dan mengamalkannya. Ia pun mengganti namanya dari Irina menjadi Amina.

Meski sudah menjadi seorang Muslim, Irina tidak pernah memaksa kedua anaknya untuk memeluk agama yang sama dengannya. Irina ingin anak-anaknya memilih Islam karena mereka memang merasakan Islam sebagai agama yang benar.

"Dia tahu Islam adalah jalan yang benar. Dia akan memilih jika ia ingin." [yy/republika]