14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Heather Matthews Menemukan Kebahagiaan Sejati di Islam

Heather Matthews Menemukan Kebahagiaan Sejati di IslamFiqhislam.com - Hidayah bisa datang kepada siapa saja, tak terkecuali kepada maniak pesta seperti Heather Matthews. Sejak mengenal Islam, wanita 27 tahun itu mengaku menemukan cinta dan kebahagiaan sejati yang selama ini ia cari.

Heather mengaku tidak menemukan kebahagiaan akan gaya hidup hedonis yang dia jalani selama ini. Sejak empat pekan lalu ibu dua anak ini memutuskan berhijrah menjadi seorang Muslim. Ia memutuskan menjadi mualaf pascaliburan di Ibiza, Spanyol.

"Aku mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda masuk Islam di depan imam (Ibiza)," kata Heather seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (27/10).

"Saudara Muslimku menyambut bahagia keputusanku ini. Mereka lalu memberikanku jilbab dan buku-buku Islam. Itu indah sekali," aku Heather.

Heather keputusannya memang mengejutkan. Tapi dirinya berhijrah dengan penuh cinta guna meraih kebahagiaan.

"Islam telah benar-benar mengubah hidupku," sebut Heather.

Kagum dengan Prinsip Islam

Heather Matthews mengaku kagum dengan prinsip Islam yang melarang hubungan seks di luar pernikahan.

"Saya setuju. Aurat dan kecantikan seseorang hanya boleh diperlihatkan di depan suami Anda," sebutnya seperti disadur dari Dailymail, Sabtu (27/10).

Heather menceritakan keluarga dan rekan-rekannya awalnya terkejut ketika ia memutuskan memakai jilbab pascahijrah menjadi Muslim. Bahkan, para pria enggan berbincang dengannya.

"Ini adalah bentuk penolakan yang idiot," sindir wanita asal Preston, Inggris itu.

'Islam Mengajarkanku Cinta Sejati, Bukan Nafsu Palsu'

PRESTON -- Usai masuk Islam, Heather Matthews memutuskan mengenakan jilbab. Keputusan itu sontak mengundang banyak pertanyaan kepada wanita yang berprofesi sebagai guru tersebut.

Tak sedikit teman-temannya dan orang-orang disekitar Heather memandang aneh dirinya. Teman-temannya menganggap pakaian yang dikenakan wanita 27 tahun itu terlihat 'berbeda'.

"Tentu saja tidak (menyesal). Ini sudah menjadi keputusanku. Ini merupakan cara untuk menghargai diri sendiri," sebutnya seperti disadur dari Dailymail, Sabtu (27/10).

"Jika Anda berpakaian dan bertindak dengan cara tertentu, maka Anda akan diperlakukan dengan cara itu pula. Islam telah mengajarkanku tentang cinta sejati, bukan hasrat dan nafsu palsu," kata dia mengakhiri.

Jadi Mualaf, Heather Matthews Tinggalkan Kehidupan Hedonis

Pascamengucapkan dua kalimat syahadat empat pekan lalu, Heather Matthews berubah total. Ia mulai meninggalkan kehidupan hedonisnya. Bahkan ia tak lagi mencekik botol alkohol, apalagi menenggak minuman yang diharamkan Islam tersebut.

Wanita 27 tahun itu mulai rajin membaca Alquran dengan terjemahan berbahasa Inggris setiap hari. Demi memudahkannya membaca doa lima kali sehari dalam setiap shalatnya, Heather mengaku ingin belajar bahasa Arab.

Heather telah berpisah dengan suaminya Jeromme setahun lalu. Dari pernikahannya, dia dikaruniai dua orang putri bernama Ellah (5) dan Halle (2).

Meski sudah memeluk Islam, Heather mengaku tidak akan memaksa kedua putrinya memeluk Islam. Tapi ia bakal mengenalkan dan mengajarkan kepada dua muridnya bila Islam adalah agama yang toleran dan cinta kedamaian.

Di Inggris, Islam berkembang dengan pesat. Dari studi yang dilakukan multi agama Faith Matters ditemukan jumlah mualaf di Inggris kini mencapai 100 ribu orang. Mayoritas mualaf di Inggris adalah perempuan dengan usia rata-rata 27 tahun, seperti Heather. [yy/republika]