18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Klarifikasi Kedubes RI di Washington Terkait Larangan Shalat Jumat di Gedungnya

Klarifikasi Kedubes RI di Washington Terkait Larangan Shalat Jumat di Gedungnya

Fiqhislam.com - Terkait berita di laman website ini, redaksi eramuslim mendapat tabayun dari seorang sahabat bernama Herry Mohammad, dimana beliau menginformasikan dari kenalannya, seorang diplomat yang bekerja di KBRI Washington DC. Berikut klarifikasinya mengapa Gedung KBRI di Washington DC bersikap demikian:

1. (Menimbang) Situasi keamanan dan keselamatan secara umum termasuk assessment dari local authority; secret service.

2. Seluruh kegiatan yg libatkan orang asing dihentikan. Jadi bukan hanya sholat jumat.

3. Gedung KBRI, adalah rumah tua yg berbahaya dari sisi keselamatan jika digunakan untuk fungsi yg (me)lebihi kapasitasnya.

4. Khusus Jumat, KBRI tetap memperbolehkan sholat Jumat untuk internal pegawai. Di saat yang sama, KBRI mendorong agar (umat Muslim AS) meramaikan Masjid Imaam Center, masjid Indonesia di Washington DC dan (telah di)sediakan shuttle menuju Masjid Indonesia setiap jumat.

Demikian keterangan dari seorang diplomat KBRI di Washington DC yang eramuslim terima lewat saluran komunikasi Whatsapp.

Kedubes RI di AS Larang Pelaksanaan Sholat Jumat di Gedungnya

Umat Islam di Amerika, khususnya di Silver Spring distrik Maryland, Washington DC, menyayangkan keputusan Kedubes Indonesia untuk AS yang akan menghentikan pelaksanaan Shalat Jum’at di gedung Kedutaan mulai pekan mendatang.

Seperti dilansir Rassd dari kolumnis Mesir Abdurrahman Yusuf di jejaring Facebook miliknya mengatakan, “Jum’at 20 November kemarin adalah hari terakhir umat Islam di sekitar daerah Maryland dapat menunaikan Shalat Jum’at di gedung Kedutaan Indonesia.”

Abdurrahman melanjutkan, “Saya sangat menyayangkan sekali penutupan Masjid yang dipakai beribadah Umat Islam dari berbagai negara.”

“Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas penutupan ini, akan tetapi bocoran yang saya dapatkan bahwa ini adalah keputusan langsung dari Duta Besar Indonesia untuk Amerika,” ujar Abdurrahman yang mengira penutupan ini terkait serangan berdarah Paris Attack.

Perlu diketahui bahwa masyarakat Muslim Indonesia dan berbagai negara lainnya telah 3 tahun lamanya menggunakan gedung utama Kedubes Indonesia di Washington untuk pelaksanaan Shalat Jum’at. [yy/eramuslim]