9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Lembaga Zakat tak Bisa Lagi Gunakan Sistem Konvensional

Lembaga Zakat tak Bisa Lagi Gunakan Sistem KonvensionalFiqhislam.com - Manajer Teknologi Informasi dan Manajemen Informasi Sistem Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Achmad Setio mengatakan, pemanfaatan teknologi untuk proses penghimpunan dan penyaluran zakat adalah sebuah kebutuhan.

Selain kedua hal tersebut, dia menjelaskan, teknologi juga akan memudahkan lembaga zakat untuk mengolah data dan meningkatkan transparansi laporan. Ia menilai, saat ini pengelolaan dana zakat tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Baznas, misalnya, kata dia, selalu mengirimkan pesan singkat atau email kepada para donaturnya, ketika dana mereka tekah diterima. 

"Jadi mereka akan mengetahui bahwa dana mereka telah diterima dengan baik oleh kami. Kemudian laporan-laporan (pengelolaan dan penyaluran) zakat juga harus transparan. Ini harus memanfaatkan teknologi," tuturnya ketika menghadiri seminar di gedung Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Salemba, Jakarta, Rabu (24/2).

Achmad mengungkapkan, saat ini Baznas pusat tengah melakukan pembinaan terhadap lebih dari 500 Baznas kabupaten atau kota di  seluruh Indonesia, agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mengelola penghimpunan, penyaluran, serta laporan dana zakatnya. "Jadi Baznas pusat sebagai koordinator, harus membimbing mereka. Jangan sampai donaturnya melek teknologi, tapi pengelolanya, gaptek atau tidak siap memanfaatkan teknologi," katanya.

Guna memperlancar tujuan tersebut, Baznas, ujar Achmad, telah menyiapkan aplikasi Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba). Nantinya, pengelola Baznas di daerah-daerah, dapat memanfaatkan Simba untuk melaporkan data penghimpunan dan pengelolaan dana zakat mereka ke Baznas pusat. Walaupun dari segi penyaluran, Baznas daerah tetap diberi keleluasaan untuk memilih siapa saja yang layak dan patut dibantu oleh mereka.

Selain oleh Baznas daerah, aplikasi Simba, kata Achmad, juga akan dimanfaatkan untuk mengelola data dari lembaga amil zakat swasta.  Misalnya, Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah, Nahdatul Ulama (Lazisnu), kata dia, telah memiliki sistem bernama 'Zeins'. Meskipun telah memiliki sistem mandiri, semua data pengimpunan, pengelolaan, termasuk jumlah donatur mereka, harus dilaporkan ke Simba. [yy/islampos]