15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Media Australia Dinilai Fobia dengan Masjid Jakarta

Media Australia Dinilai Fobia dengan Masjid JakartaFiqhislam.com - Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengatakan pemeritaan media Australia terkait ISIS melakukan doktrinasi untuk merekrut anggota merupakan sebuah fobia terhadap masjid.

"DMI menjamin tidak ada masjid yang menjadi lokasi propaganda terorisme, penyemaian paham terrisme justru biasanya di lingkungan yang tertutup," ujar dia kepada Republika.co.id, Rabu (24/2). 

Dia menilai, terorisme yang ada selama ini bersifat infiltratif. Artinya mereka menyusupi diantara kelompok-kelompok tetapi bukan di masjid. Mereka biasanya melakukan perekrutan di rumah-rumah, kontrakan. "Masjid di Indonesia itu aman, masjid di Indonesia sangat plural dan tidak eksklusif," jelas dia.

Meskipun kelompok terorisme masuk masjid, mereka tidak akan sempat membahas tindakan mereka secara terbuka di masjid. Kelompok ini sifatnya gelap dan menurut dia pemberitaan Australia tidkalah realistis. 

Masjid selama ini memiliki penanggung jawab yang lebi dari seorang dan mereka biasanya merupakan penduduk yang tinggal di lingkungan masjid. Pengelola masjid dalam hal ini Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tidak akan membiarkan ada program dari luar apalagi melakukan doktrin terorisme. 

Media Australia, ABC memuat tulisan juru kameranya bernama Micheal Brissenden tentang adanya pengajian diduga ISIS di sebuah masjid di Jakarta Pusat. Pemberitaan itu menyebutkan di masjid bernama As Syuhada tersebut, seorang guru bernama Syamsudin Uba menyampaikan tentang ISIS. "Saat kalian datang disana, anda tidak harus membayar rumah kontrakan, bayar listrik, dan tagihan air,"katanya seperti dilansir dari ABC.

Perekrutan Anggota ISIS di Masjid Diselidiki

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Charlian mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki terkait informasi doktrin yang dilakukan anggota ISIS di beberapa masjid. Menurut Anton, Mabes Polri akan mendalami informasi sekecil apa pun terkait terorisme. "Ya ini masih pendalaman juga," ujar Anton, di Mabes Polri, Selasa (23/2).

Seperti diberitakan, media Australia, ABC, menyebut anggota ISIS menyebarkan doktrin ke beberapa masjid di Jakarta. Salah satu masjid yang didatangi media tersebut adalah Masjid As-Syuhada di Jakarta. Namun, kata Anton, Mabes Polri tidak hanya mencurigai masjid yang diinformasikan dijadikan tempat untuk merekrut anggota ISIS. Semua tempat, termasuk internet, juga dipantau.

Karena itu, Anton mengimbau masyarakat agar memiliki ketahanan dalam menghadapi doktrin ISIS. Masyarakat diminta untuk mewaspadai pendatang baru yang tidak melaporkan diri ke RT/RW. Anton pun belum dapat memastikan terkait kebenaran adanya perekrutan anggota ISIS di masjid. "Di masjid kita selidiki dulu, kita tidak bisa katanya," kata Anton. [yy/republika]

Luhut Selidiki Lima Masjid di Jakarta Sebarkan Doktrin ISIS

Lima masjid di wilayah Ibu Kota Jakarta diduga digunakan untuk menyebarkan paham garis keras Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan merekrut pendukung baru.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan hal tersebut. Dia mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut, hanya saja tidak menerangkan dari siapa informasi itu didapat.

"Kita lihat (perkembangannya), baru dapat ceritanya kemarin," kata Luhut di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Februari 2016.

Saat ini, kata Luhut, sedang digali keterangan lebih lanjut atas informasi lima masjid di Jakarta yang diduga menjadi tempat penyebaran paham ISIS, untuk merekrut anggota baru. "Saya lagi cari keterangannya," mantan Kepala Staf Kepresidenan itu menegaskan.

Seperti diketahui, salah satu media Australia ABC, mengklaim menyaksikan pertemuan rahasia simpatisan ISIS di sebuah masjid di Jakarta Pusat yang diyakini merupakan wadah perekrutan militan di Ibu Kota. 

Awak medianya mengklaim pertemuan rahasia itu terjadi di masjid As-Syuhada yang terletak di sebuah jalan yang tidak cukup besar untuk dimasuki mobil. Hanya saja lokasi masjid tidak disebutkan dengan jelas. 

Hasil penelusuran media tersebut menyebut bahwa setidaknya terdapat lima masjid di Jakarta yang menjadi tempat pemberian dakwah propaganda ISIS. 

Salah satunya adalah masjid di pinggiran Menteng, kawasan elite yang juga menjadi lokasi kediaman para perwakilan asing. Bahkan, pertemuan serupa juga pernah diadakan di masjid Al Fataa yang diikuti oleh Afif, salah satu teroris yang terlibat dalam serangan bom Thamrin di Jakarta. [yy/viva]