10 Safar 1443  |  Sabtu 18 September 2021

basmalah.png

MUI Jabar Segera Sosialisasi Fatwa Haram LGBT

MUI Jabar Segera Sosialisasi Fatwa Haram LGBTFiqhislam.com -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa haram tentang segala bentuk penyimpangan dan propaganda Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Sekretaris MUI Jawa Barat Rafani Achyar mengatakan pihaknya akan segera melakukan sosialisasi pada berbagai pihak terkait fatwa tersebut.

"Tugas utama setiap kali fatwa keluar, perangkat MUI di daerah dari tingkat provinsi sampai desa harus segera menyosialisasikan fatwa supaya masyarakat cepat memahami," kata Rafani, Rabu (24/2/2016).

Agar fatwa semakin luas tersosialisasi, MUI Jawa Barat akan bekerjasama dengan berbagai pihak mulai dari ormas Islam hingga kelompok pengajian majelis taklim.

Meski LGBT sudah difatwakan haram, ia menegaskan bahwa itu bukan berarti masyarakat boleh menghakimi, apalagi melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka.

Sebab dalam setiap fatwa, termasuk fatwa soal LGBT, selalu ada klausul imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan atau anarki.

"Fatwa itu bukan berarti memvonis atau berbuat negatif ya. Jadi dalam klausul fatwa itu sejauh apapun seseorang menyimpang, maka MUI atau umat Islam pada umumnya berkewajiban merangkul, membina, dan membukakan jalan yang benar," beber Rafani.

"Jadi selama ini misalnya mereka tersesat jalannya, ya dibukakan jalannya lewat fatwa itu," pungkasnya. [yy/sindonews]

Grand Syekh Al-Azhar: Binatang Pun tak Berhubungan Sejenis

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ahmad Altayeb mengatakan, lesbian, gay, biseksual, dan transgender termasuk syudzuz jinsiyah wa amradh al-jins (penyimpangan dan penyakit seks). Karena itu, pelaku LGBT harus diobati. 

"Pengobatan itu bagian dari perhatian Islam atas sisi kemanusiaan mereka," kata Grand Syekh di Jakarta, belum lama ini.

Beliau juga mengkritik alibi kelompok pendukung LGBT yang kerap menggunakan isu HAM. Menurutnya, konsep HAM Barat tidak semua kompatibel dengan dimensi kemuliaan kemanusiaan. Sebab, HAM Barat dibangun berdasarkan logika positivistik sains dan cenderung mengabaikan sisi nilai dan etika. 

Karena itu, konsep HAM ada yang sesuai dengan Islam, tapi banyak yang bertentangan. Kasus LGBT termasuk yang bertentangan dengan nilai-nilai kesucian, kehormatan, dan fitrah kemanusiaan.

Beliau pun menganalogikan perilaku LGBT itu pada hewan. Hewan saja tidak pernah melakukan hubungan seks dengan sesama jenis, tapi anehnya Barat melegalkan hubungan sesama jenis manusia dengan alasan HAM. 

"Sungguh tidak manusiawi," kata dia.

Hal serupa diungkap Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Prof Dr Quraish Shihab dalam wawancara eksklusif Republika di Malang, Rabu (23/2). Mengutip pendapat Grand Syekh, Quraish mengatakan, LGBT merupakan penyakit yang harus diobati. 

"Grand Syekh mengatakan, binatang saja tidak ada yang melakukan pernikahan sejenis. Kalau ada manusia yang melakukan pernikahan sejenis, dia lebih buruk dari binatang," kata Quraish mengutip pernyataan Grand Syekh Al-Azhar. [yy/republika]