9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Di Malaysia Zakat Sudah Wajib, Indonesia Sukarela

Di Malaysia Zakat Sudah Wajib, Indonesia SukarelaFiqhislam.com - Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama Tarmidzi  menilai, perlu regulasi yang jelas untuk mengingatkan masyarakat akan kewajiban membayar zakat. Menurut dia, hal ini telah diterapkan di Malaysia bahkan dilengkapi dengan sanksi yang tegas.

"Di Malaysia sudah wajib zakat, di kita sukarela. Jadi di kita belum ada sanksi bagi orang-orang yang mangkir zakat," katanya di sela konferensi internasional tentang zakat dan wakaf di Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/2).

Selain harus serius dalam mengupayakan penghimpunan zakat, menurutnya optimalisasi pengelolaan zakat yang terkumpul pun tidak kalah penting. Dia menilai, pengelolaan zakat harus dilakukan sebaik mungkin agar penyalurannya mampu mengubah perekonomian para mustahik (penerima zakat).

Berdasarkan pengamatannya, kata dia, jumlah penerima zakat di Tanah Air terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini menggambarkan tujuan penyaluran zakat belum tercapai. Sehingga, perlu manajemen yang bagus. Yakni, dengan mengangkat pengurus zakat dari orang profesional, sesuai tugasnya. "Agar zakat ini bisa memberdayakan ekonomi mereka. Yang sekarang menerima zakat, tahun depan sudah enggak," katanya.

Padahal, kata dia, zakat merupakan salah satu sumber pengembangan ekonomi bagi umat Islam. Zakat, merupakan peluang dalam mengentaskan kemiskinan umat Islam. "Ini bisa dilakukan jika digunakan dan dikelola dengan baik dan profesional," katanya.

Karena itu, kata dia, saat ini Kemenag gencar memberikan pelatihan kepada lembaga pengelola agar zakat yang diberikan mampu memberdayakan perekonomian mustahik. "Mulai tahun kemarin kami gencar memberikan pelatihan," katanya.

Khatib Diminta Ceramah Soal Zakat

Kesadaran masyarakat untuk membayar zakat masih dirasa kurang. Hal ini salah satunya terlihat dari pembayaran zakat yang menumpuk di bulan Ramadhan saja. Salah satu penyebabnya, ceramah yang mengangkat tema soal zakat hanya tiga hari saja pada saat ramadhan. 

"Masalah zakat ini penting. Harusnya jangan hanya diangkat saat puasa saja," ujar Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama Tarmidzi kepada wartawan, di sela-sela konferensi internasional yang membahas tentang perkembangan tata kelola zakat dan wakaf di regional Asia Tenggara, di Bandung, Jumat (26/2).

Direktur Institut Manajemen Zakat (IMZ) Dompet Dhuafa Kushardanta Susilabudi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan riset terkait tata kelola zakat. Ini sengaja dilakukannya agar penyaluran zakat memberi efek yang signifikan bagi perekonomian mustahik.

"Agar tata kelola wakaf, zakat ini produktif. Bisa untuk mengembangkan UMKM. Kami mengumpulkan pemikiran untuk ditawarkan ke badan pengelola zakat," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Jabar Cecep Komarudin mengatakan, pada 2015 kemarin, jumlah zakat di Jabar yang dihimpun pihaknya mencapai sekitar Rp 20 miliar. Pihaknya menghimpun zakat dari sejumlah pengelola zakat yang terdaftar. [yy/republika]