20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
ISLAM INDONESIA

Waspadalah, Kaum Gay Incar Anak SD SMP Lewat Twitter

Waspadalah, Kaum Gay Incar Anak SD SMP Lewat TwitterFiqhislam.com - Pergerakan kaum LGBT sangat mengerikan. Bahkan anak-anak SMP-SMA banyak yang ditengarai terjerat. Lewat akun Twitter ditemukan komunitas gay yang terang-terangan berkata-kata mesum dan jorok untuk menarik perhatian kaum sesama lain.

Prasetyo, salah satu gay di Twitter tersebut  mengucapkan kata-kata yang jorok yang ditujukan kepada akun gay lain yang mengklaim SMP Bekasi, SMP Tangerang, dan SMA Jakarta. 

Seperti dilihat Republika.co.id, akun yang mengatasnamakan gay SD SMP memiliki pengikut 980 akun. Sementara SMP Bekasi ada 17 ribu pengikut.

Di tempat terpisah, KH Ayip Abbas Buntet Cirebon, ulama yang kerap mengobati perilaku lesbi mengatakan, jiwa bangsa Indonesia ini sudah sakit. "Maraknya perilaku seksual menyimpang akibat salah satu dampak modernitas. Efek domino kebebasan nyeleneh yang diagungkan," katanya, Sabtu, (23/1).

Ia meminta agar ulama yang terjun ke politik kembali pada khittahnya memperbaiki umat. Orangtua dan guru harus lebih peka terhadap anak-anaknya sebab kaum LGBT sudah menggerogoti anak-anak sejak dini.

Pendidikan di rumah seringkali kurang. "Sementara itu sistem pendidikan amburadul, ya hancurlah generasi kita," katanya prihatin. KH Ayip juga mengkritisi tayangan televisi yang bersifat destruktif. Sinetron, musik, reality show dan sejenisnya menjadi satu bagian yang berperan merusak generasi bangsa.

Pengakuan Mantan Lesbi

Di kampus-kampus disinyalir sudah dimasuki oleh aktivis lesbi, gay, bitranseksual dan transgender (LGBT). Mereka secara halus mengajak mahasiswa dan mahasiswi mengikuti kajian yang mengarahkan pada penerimaan dan pelegalan LGBT sebagai sesuatu yang biasa dan harus diterima.

Seorang mantan lesbi Siska (nama samaran) mengatakan, sebenarnya LGBT sudah masuk ke dunia pelajar, SMP juga SMA. Ia berharap orangtua dan pihak terkait mawas diri mencegah tersebarnya lesbianisme.

"Lesbi dan LGBT penyebarannya lebih cepat dari narkoba. Cek saja ke lapangan, hampir tiap hari ada lesbi baru," katanya, Sabtu, (22/1).

Pelajar selama ini senang menjadi lesbi karena guyuran harta. Mereka bisa mendapatkan mobil, rumah, juga deposito.

Amel (nama samaran), seorang mantan lesbi selama 15 tahun mengatakan, penyebaran lesbi bukan lagi ke kampus. Tapi sudah ke sekolah-sekolah. "Sudah naik tingkat, remaja sekarang bukan free sex lagi, tapi jadi LGBT. Salah satunya, lesbi."

Menurut Amel, kaum lesbi memiliki kelompok-kelompok. Tiap hari mereka  menggelar pertemuan atau kongkow.

Sedangkan tiap bulan ada pertemuan rutin, disebutnya gathering. "Kalau gathering biasanya kita menyewa villa, ada ratusan lesbi kumpul."

Lesbi dan Homo Menyebar Lebih Cepat dari Narkooba

SK, seorang mantan lesbi mengatakan aktivis LGBT sudah mulai menyusupi sekolah-sekolah menegah.

Karenanya, ia meminta orang tua dan pihak terkait mawas diri terhadap penyebaran LGBT di dunia pelajar. "Lesbi dan LGBT penyebarannya lebih cepat dari narkoba. Cek saja ke lapangan, hampir tiap hari ada lesbi baru," katanya di Jakarta, Sabtu (23/1).

Pelajar, kata dia, selama ini senang menjadi lesbi karena guyuran harta. Mereka bisa mendapatkan mobil, rumah, juga deposito.

Amel (nama samaran), seorang mantan lesbi selama 15 tahun mengatakan,  penyebaran lesbi bukan lagi ke kampus. Tapi sudah ke sekolah-sekolah.
 
"Sudah naik tingkat, remaja sekarang bukan free sex lagi, tapi jadi LGBT. Salah satunya, lesbi," kata dia mengungkapkan.

Menurut Amel, kaum lesbi memiliki kelompok-kelompok. Tiap hari mereka  menggelar pertemuan atau kongkow.

Sedangkan tiap bulan ada pertemuan rutin, disebutnya gathering. "Kalau gathering biasanya kita menyewa villa, ada ratusan lesbi kumpul."

DPR: LGBT tak Boleh Berkembang dengan Bebas

Anggota komisi III DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Nasir Djamil mengatakan, kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) merupakan ancaman serius bagi bangsa ini.

Kelompok LGBT, ujar dia, tak boleh berkembang bebas dengan segala macam aktivitasnya. Apalagi komunitas  LGBT yang disinyalir penetrasi ke kampus-kampus dengan cover kelompok kajian atau diskusi-diskusi ilmiah.

"Ormas-ormas Islam diharapkan terus giat memberikan informasi dan penyadaran kepada masyarakat terkait permasalahan ini. Selain itu juga harus pro aktif berdialog dan melakukan pendekatan-pendekatan persuasif dengan setiap anggota masyarakat yang terlibat dalam kelompok LGBT," kata Nasir, Sabtu, (22/1).

Ia juga berjanji akan mengawal proses legislasi di DPR sehingga usaha untuk membendung penyebaran LGBT dan segala aktivitas yang merusak moral bangsa terus berjalan di semua lini secara simultan.

"Singkatnya, semua pihak harus berperan, saling menguatkan satu sama lain dengan posisinya masing-masing. Kami di dewan akan berusaha melalui proses legislasi undang-undang yang memang merupakan domain kami," ujar Nasir.

Efek Domino Kebebasan yang Diagungkan

KH Ayip Abbas Buntet Cirebon, ulama yang kerap mengobati perilaku lesbian mengatakan, sebenarnya jiwa bangsa ini sudah sakit. "Inilah merupakan salah satu dampak modernitas. Efek domino kebebasan nyeleneh yang diagungkan," katanya, Sabtu, (23/1).

Ia meminta agar ulama yang terjun ke politik kembali pada khittahnya memperbaiki umat. Orangtua dan guru harus lebih peka pada perkembangan anak.  "Pendidikan di rumah kurang. Lalu ditambahi sistem pendidikan yang amburadul, ya hancur generasi kita," katanya.

Selain itu, KH Ayip juga mengkritisi tayangan televisi destruktif. Sinetron, musik, reality show dan sejenisnya menjadi satu bagian yang berperan merusak generasi bangsa.  "Fungsi KPI formalitas saja, tayangan televisi makin rusak. Tantangan orangtua sekarang lebih berat," ujarnya. [yy/republika]