12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Lomba Shalat Mengurangi Kekhusyukan Beribadah

Lomba Shalat Mengurangi Kekhusyukan BeribadahFiqhislam.com - Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Daruquthni mengatakan lomba shalat berjamaah di masjid tidak terlalu penting. Bahkan menurut dia tidak ada unsur positifnya sama sekali.

"Lomba shalat berjamaah di masjid tidak ada siginfikansinya bagi kemakmuran masjid. Justru mengurangi kekhidmatan dan kekhusyuan beribadah," ujar dia Republika.co.id, Ahad (24/1).

Imam khawatir nantinya jika lomba ini terus tersebar di daerah-daerah maka masjid penuh bukan niatan untuk semata-mata beribadah kepada Allah SWT. Namun justru hanya untuk mengharapkan hadiah saja. Menurut dia lomba-lomba seperti ini hanya untuk mencari sensasi saja.

Menurutnya untuk memakmurkan masjid bukan memperbanyak ibadah individualnya. Tetapi menekankan pada pemberdayaan, struktural, budaya dan etos kerja umat.

Seluruhnya itu digerakkan oleh masjid. Dia mengatakan ibadah individual terkikis disebabkan karena masjid kurang memberikan inspirasi bagi kebutuhan umat.

Ini Kriteria Masjid Ikut Lomba Shalat Subuh Berjamaah

Project Manager gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah Rabbani Demaz Fauzi mengatakan lomba yang akan digelar ini berlangsung selama 10 tahun. Artinya lomba berlangsung dalam 10 gelombang. Dalam satu tahun, masjid yang menang akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta.

Kriteria masjid yang dapat mengikuti lomba ini di antaranya masjid tersebut harus memiliki jamaah shalat subuh sebanyak shalat Jumat. "Berarti masjid yang dapat mengikuti lomba adalah yang biasa atau rutin dipakai untuk shalat Jumat," ujar dia kepada Republika.co.id, Ahad (24/1).

Mereka juga harus memenuhi persyaratan administrasi seperti alamat, foto, luas tanah, luas bangunan, jumlah rata-rata jamaah shalat Subuh saat ini dan data diri pengurus masjid. Setiap bulan mereka juga harus rutin mengirimkan foto kondisi jamaah shalat Subuh.

Demaz mengingatkan bagi masjid yang menang di tahun sebelumnya, maka tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti lomba di tahun berikutnya. "Hadiah akan diberikan setiap akhir bulan Syawal," katanya.  Khusus bulan Ramadhan dan masjid yang telah sukses memiliki jamaah shalat subuh sebanyak shalat jumat tidak dapat mengikuti lomba ini. [yy/republika]