20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Ulil: Budaya Indonesia Telah Lama Bersentuhan dengan LGBT

Ulil: Budaya Indonesia Telah Lama Bersentuhan dengan LGBTFiqhislam.com - Tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla mengatakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan bagian dari kelompok sosial dan warga negara Indonesia yang tidak boleh didiskriminasi. Saat ini banyak sekali kelompok minoritas baik kelompok keagamaan atau kelompok LGBT yang didiskriminasi.

"Kelompok LGBT sebagai kelompok sosial harus dihormati sebagai warga negara" ujar dia dalam Talkshow LGBT, Beda Tapi Nyata, di Warung Daun, Cikini, Sabtu (20/2).

Menurut dia banyak sekali pihak yang mengatakan LGBT tidak sesuai dengan budaya nusantara atau budaya Indonesia. Padahal tidak benar budaya nusantara tidak mengenal perilaku homoseksual.

Ulil menyebut dalam budaya Jawa, meski bukan dominan, orientasi homoseksual sejak dahulu sudah ada. Bahkan saat zaman Nabi Muhammad SAW, kelompok homoseksual ini telah lahir.

Menurut Ulil, sikap budaya nusantara terhadap kelompok LGBT relatif toleran. Seperti perilaku homoseksual dalam tradisi reog ponorogo di Jawa Timur. Mereka memahami perilaku ini dan tidak membencinya.

Mereka memang tidak menyetujui LGBT tetapi tidak mengingkarinya. Mereka juga tidak disakiti dan dimusuhi, justru dilibatkan dalam kegiatan normal.

Ulil Klaim Masyarakat Perkotaan Mendiskriminasi LGBT

"Sikap diskriminasi terhadap kelompok minoritas ini pada akhirnya akan mendorong kekerasan fisik kepada mereka," kata dia dalam talkshow LGBT 'Beda Tapi Nyata' di Warung Daun, Cikini, Sabtu (20/2).

Ulil mengatakan, di kalangan masyarakat terdidik di perkotaan justru bersikap keras terhadap mereka. Sikap masyarakat justru terbalik dibandingkan dengan masyarakat di kampung.

Ulil mengenal orang yang LGBT di kampungnya tidak pernah mendapatkan kekerasan. Berbeda di masa sekarang, LGBT melakukan coming out sehingga membuat masyarakat tersinggung.
 
Selain dari kelompok agama, Ulil menduga sikap resisten ini merupakan pengaruh dari barat, khususnya Amerika. Karena mereka sangat puritan sekali terhadpa LGBT, terutama sekitar tahun 50-an.

Pada masa tahun 50an, masyarakat menolak keberadaan LGBT. Hingga sekitar tahun 1970, masyarakat baru menerima kelompok LGBT dan dianggap berorientasi seksual normal.

Ketika isu LGBT mencuat, Ulil memang kerap tampil membela eksistensi kelompok yang dinilai berorientasi menyimpang itu. Berikut adalah kicauan Ulil yang menuai kontroversi soal LGBT.

Pada 9 Februari 2016, Ulil berkicau melalui akun resminya. "Kalian yang benci LGBT, setidaknya mesti ingat: komputer yangg kalian pakai adalah hasil temuan Alan Turing, seorang gay dari Inggris."

Namun, beberapa pemilik akun lainnya membantah pernyataan Ulil tersebut. Salah satunya pemilik akun ekose85. "Penemu komputer PERTAMA KALI adalah Charles Babbage (lahir 26 Desember 1791 – meninggal 18 Oktober 1871)."

Kemudian, ada yang berkicau tentang LGBT-nya. Salah satunya pemilik akun raynurhaq63: "Saya benci lgbt bukan karena takdirnya untuk menjadi lgbt, tetapi karena orientasi seksualnya yang ngajak orang normal, remaja dan anak-anak."

Di hari yang sama, Ulil juga berkicau soal penolakan acara LGBT oleh Front Pembela Islam. "Berkali2 acara LGBT diserang oleh FPI. Apakah ini bukan tanda2 pemberangusan?".

"Ndak setuju LGBT boleh saja. Tapi, memberangus hak mereka untuk hidup jelas bukan ajaran agama manapun."

Seorang metizen membalas pernyataan Ulil tersebut dengan sebuah sindiran."Kalau yang bubarin Gp ansor gimana ya.. pengen tau aja reaksinya (Ulil).. hehe," timpa pemilik akun @muhamWahdiAulia. [yy/republika]