22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Aswaja Center Diusulkan Sebagai Lembaga Resmi PBNU

Aswaja Center Diusulkan Sebagai Lembaga Resmi PBNU

Fiqhislam.com - Seluruh peserta Silaturahim Nasional (Silatnas) yang digelar Aswaja NU Center sepakat untuk mengajukan Aswaja NU Center sebagai lembaga resmi Pengurusan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Usulan ini akan disampaikan dalam kegiatan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Desember 2022 mendatang.

Ketua Panitia Silatnas Aswaja NU Center 2021, KH Usamah, mengatakan usulan tersebut akan disampaikan langsung kepada Ketua Muktamar ke-34 NU dan Ketua Komisi Organisasi.

"Seluruh perserta sepakat mengajukan agar Aswaja NU Center dibahas di Komisi Organisasi dan berharap disepakati menjadi lembaga resmi Nahdlatul Ulama," ujar Kiai Usamah yang juga Ketua Aswaja NU Center Bekasi dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (16/11).

Sementara itu, Ketua Aswaja NU Center KH Misbahul Munir mengungkapkan pentingnya Aswaja Center untuk mempunyai posisi yang jelas di tubuh organisasi NU. Karena, menurut dia, saat ini legalalisasi dari pengurus wilayah dan cabang masih beragam.

"Aswaja NU Center fokus sebagai benteng dan menyebarkan paham Ahlussunnah wal jamaah. Saat ini, legal dari pengurus Aswaja ada yang dari Lembaga Dakwah, ada yang dari Pengurus Wilayah NU seperti Jawa Timur, ada juga yang mendapat SK dari LBM (Lembaga Bahstul Masail) seperti Jawa Tengah," jelas Kiai Misbah.

Sebagai informasi, acara Silatnas Aswaja NU Center digelar secara Hybrid pada Senin (15/22) dalam rangka mengambil kesepakatan dari seluruh pengurus untuk diajukan dalam Muktamar NU ke-34 di Lampung. Silatnas ini dihadiri 20 pengurus wilayah dan 40 pengurus cabang Aswaja NU Center.

Hadir dalam Silatnas ini secara offline Ketua Aswaja NU Center PBNU KH Misbahul Munir, Ketua Aswaja NU Center DKI KH Khoerul Ansori.

Sedangkan peserta yang hadir secara online diantaranya adalah Ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Kalimantan Timur KH Fahrurrozi dan 40 pengurus Aswaja NU Center PCNU. [yy/republika]