22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Anwar Abbas: Nabi Adam Manusia Pertama di Muka Bumi

Anwar Abbas: Nabi Adam Manusia Pertama di Muka Bumi

Fiqhislam.com - Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menegaskan Nabi Adam adalah manusia pertama yang tinggal di muka bumi ini. Pernyataannya ini untuk menjawab kebingungan warganet tentang mana yang lebih dahulu ada antara Nabi Adam dan manusia purba.

"Semua manusia yang sekarang jumlahnya di atas bumi ini sekitar delapan miliar jiwa itu semuanya adalah keturunan dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Dari mana kita tahu? Dari firman-firman Allah yang ada dalam alquran," kata Abbas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/11).

"Jadi kita tahu hal demikian bukan karena ada cerita dari manusia tapi adalah dari sang Khaliq sendiri yang telah menciptakan manusia yang kebenarannya tentu adalah absolut dan tidak akan bisa dibantah dan terbantahkan oleh siapa pun juga, dan itu sudah dijelaskannya dalam firman-firman-Nya di alquran," kata Abbas.

Namun demikian, jika ada manusia yang ingin mencari tahu siapakah manusia pertama di atas bumi ini dengan melihat fosil-fosil yang ada, menurutnya usaha itu akan sia-sia. Misalnya, ketika arkeolog menemukan kerangka manusia yang usianya sudah sangat lampau, maka dia juga tidak akan mengetahui siapa nama pemilik rangka tersebut.

"Oleh karena masalah demikian termasuk masalah yang bersifat ghaib bagi kita, maka Allah SWT sudah memberi tahu kita bahwa semua manusia yang kita kenal hari ini yang tinggal di muka bumi ini semuanya itu adalah keturunan dari Nabi Adam dan Siti Hawa, yang setelah diciptakan oleh Allah SWT pernah sempat tinggal di dalam surga, tapi karena berbuat kesalahan maka oleh Allah SWT mereka berdua tersebut dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi," jelasnya.

Jadi, apabila ada orang yang menemukan rangka manusia yang mereka sebut dengan istilah manusia purba. Apabila masa hidupnya di atas bumi ini adalah jauh sebelum Nabi Adam dan Hawa turun ke bumi maka sudah bisa dipastikan itu bukanlah nenek moyang dari manusia yang ada hari ini.

"Tapi itu adalah makhluk atau ciptaan Tuhan yang mirip dengan manusia. Jadi, dia bukan manusia yang merupakan bagian dari manusia yang ada hari ini, tapi dia adalah makhluk lain yang bentuknya menyerupai manusia tapi bukan manusia yang kita kenal hari ini, yang oleh Allah SWT telah ditunjuk dan dipercaya untuk menjadi khalifah di muka bumi ini," jelasnya.

Topik soal Nabi Adan dan manusia purba ramai diperbincangkan oleh warganet Twitter. Ini bermula dari salah seorang warganet yang menanyakan “Nabi Adam dan manusia purba lebih dulu mana?” di akun @schfess.

Pertanyaan itu menimbulkan reaksi beragam. Ada yang menyebut manusia purba bisa jadi merupakan yang manusia pertama sementara yang lain menolaknya. Hal itu bertentangan dengan Alquran yang menyebut Nabi Adam adalah manusia pertama.

Sejarawan dari Universitas Indonesia Tiar Anwar Bachtiar mengatakan ada sejumlah teori yang menyebut penemuan fosil adalah manusia, tetapi itu yang menjadi masalah. “Ada fosil yang ditemukan benar, tetapi itu belum dipastikan apakah manusia atau bukan. Kesimpulannya, itu masih dugaan manusia bukan kepastian,” kata Tiar kepada Republika.co.id, Kamis (11/11).

Tiar menjelaskan usia Nabi Adam lebih muda saat datang ke Bumi dibandingkan dengan usia fosil itu. Karena dianggap lebih muda, ada sebagian orang yang mempercayai makhluk itu berevolusi menjadi Nabi Adam.

Menurut Tiar, teori yang menghubungkan antara fosil dan Nabi Adam secara evolusi adalah sebuah kekeliruan. Sebab, berdasarkan informasi yang didapat dari Alquran disebutkan Allah langsung menciptakan Nabi Adam dari tanah, bukan dari hasil evolusi dari makhluk mana pun.

“Nabi Adam ini adalah manusia pertama bukan hasil dari evolusi. Lalu fosil itu apa? Bisa dipastikan bukan manusia,” ujar dia.

Dia menyebut memang ada makhluk sebelum Nabi Adam. Kemungkinan fosil ditemukan adalah makhluk sebelum Nabi Adam.

Sebagai Muslim, Tiar mengatakan harus mengutamakan ajaran Islam, yaitu mempercayai Nabi Adam adalah manusia pertama. Di sisi lain, sebagai Muslim juga tidak menolak adanya penemuan fosil-fosil itu.

“Kita terima hasil penemuan, hanya jangan meyakini itu manusia. Itu adalah fosil dari hewan yang hidup sebelum Nabi Adam. Kita tidak menolak penemuan dan tetap berpegang pada penjelasan Alquran. Ini tidak perlu dipertentangkan,” tambahnya. [yy/republika]

Oleh Mabruroh, Meiliza Laveda